Sikap kita di masa kesesakan

Sikap kita di masa kesesakan

Renungan Harian, Senin 13 September 2021.

Bacaan : Mazmur 46:1-4

Syalom saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus …

Sudah beberapa waktu kita hidup berdampingan dengan vius covid-19 ini. Bahkan dengan adanya pandemi ini tentu memberi dampak dalam kehidupan kita yang semuanya menjadi sulit. Tetapi bukan hanya dalam masa pandemi ini terjadi masa kesesakan dalam hidup ini tetapi jika kita mau mengingat, kenapa hal ini dapat terjadi ?

TUHAN MENGIJINKAN MASA KESESAKAN

Tuhan mengerti tentang masa sukar ini. Hal ini terjadi karena seijin Tuhan. Kalau Tuhan ijinkan, maka pasti ada maksudnya. Tuhan sering memakai masa kesesakan untuk meluruskan dan mendewasakan anak-anakNya.

Mazmur 119:67Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. Ayat 71 – Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.

SIKAP KITA SANGAT MENENTUKAN

Masa kesesakan bisa membuat anak Tuhan bertumbuh, atau sebaliknya. Tergantung dari sikap kita dan sudut pandang kita.

1 Korintus 2:14Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 

Ada 2 pola pikir yang melandasi sikap kita :

POLA PIKIR DUNIAWI

Cenderung akan bereaksi negatif, yaitu dengan bersungut-sungut, mempersalahkan Tuhan dsb.

Contoh: Bangsa Israel – Kel 14:11; 15:23-24; 16:2-3;  17:2-3

Setelah bersungut-sungut kemudian akan kecewa dan tawar hati. Sehingga tidak bersemangat, putus harapan, hilang keberanian, tidak ada gairah hidup. Orang yang tawar hati akan berdampak buruk bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan di mana dia ada.

Amsal 24:10Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Coba perhatikan kata berikut ini, “kesesakan” – Tsarah (Ibr) dan  “kecil” – Tsar (Ibr), jika dalam kesesakan maka kecillah kekuatan kita.

Ulangan 20:8tawar hati bisa menular. Tidak layak perang.

Penyebab-penyebab tawar hati

Hoax (Ulangan 1:28), Ancaman (1 Samuel 17:32), Kekerasan dalam rumah tangga (Kolose 3:21)

Berita peghukuman Allah  (Yehezkiel 21:7). Tawar hati akan memberikan dampak (Daniel 11:32 a), bisa berlaku fasik terhadap Perjanjian, tidak memiliki kekuatan, dibujuk Antikris dan murtad.

POLA PIKIR ROHANI

Orang yang memiliki pola pikir rohani akan bereaksi positif, seperti:   selalu mengucap syukur dan berfokus pada Tuhan, Contoh:  Daud, 1 Samuel 30:6 – menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan.

Yesaya. 26:3,4Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. 

Contoh:  Paulus,  2 Korintus 4:16-18 – kami tidak tawar hati….

“Tidak tawar hati = kuat hati, teguh hati

Dampaknya orang yang bereaksi positif

Akan semakin percaya kepada Tuhan, makin teguh hati dan Tuhan akan kirimkan damai sejahteraNya melindungi kita. Damai sejahtera ini adalah damai sejahtera yang terus menerus.

Filipi 4:7 – damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal

Daniel 11:32 b – umat yang mengenal Allahnya akan TETAP KUAT dan akan BERTINDAK

Roma 4:25 – Yesus menyerahkan DiriNya dan disalibkan.

Roma 5:1 – menjadikan kita damai sejahtera dengan Allah.

Jadi saudara-saudara yang terkasih, sebagai orang percaya, sikap mana yang akan kita pilih saat mengalami masa kesesakan. Kita mau bertumbuh dan dewasa atau kita akan tawar hati. Percayalah bahwa Tuhan akan selalu memberikan damai sejahtera bagi kita semua.

Tuhan memberkati

Rangkuman Khotbah

Pdt. Daniel Raharjo

“Ayo belajar Berinisiatif”

“Ayo belajar Berinisiatif”

Renungan harian Anak, Senin 13 Januari 2021

Syalom adik-adik semuanya

Adik-adik, hari ini kita akan merenungkan Kembali Firman Tuhan tentang belajar berinisiatif. Mengambil inisiatif artinya memulai suatu tindakan, untuk menyelesaikan sebuah masalah atau tindakan untuk membantu orang lain. Adik-adik pernah ga waktu mengalami kesulitan, ada orang yang membantu kalian semuanya tanpa kalian memintanya. Nah inilah inisiatif

Hari ini kita juga akan belajar tentang inisiatif. Kita akan berkenalan dengan Simon Petrus. la adalah seorang nelayan. Biasanya para nelayan mencari ikan di malam hari. Nah, Simon dan beberapa temannya sudah sepanjang malam bekerja keras mencari ikan.  Tetapi malam itu tidak seperti biasanya karena tidak seekor ikan pun tertangkap oleh jala mereka. Mereka mulai putus asa dan akhirnya kembali ke pantai karena hari sudah menjelang siang. Ketika mereka sampai di tepi danau, Danau Genesaret namanya, tampaklah oleh Simon kerumunan orang. Ada apa gerangan di pantai itu? karena Tidak seperti biasanya… Ternyata, Tuhan Yesus sedang berada di pantai itu. Orang-orang datang berkerumun untuk melihat Tuhan Yesus dan mendengarkan firman Allah. Karena orang yang berkerumun terlalu banyak, Tuhan Yesus tidak dapat mengajar dengan leluasa. Akhirnya Tuhan Yesus berjalan ke tepi pantai, Dia menemui Simon dan meminta Simon membawa perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Tuhan Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

Selesai mengajar, Tuhan Yesus berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.“ Ternyata, Tuhan Yesus tahu kesulitan Simon. la tahu bahwa hari itu Simon belum mendapatkan ikan untuk dijual. Tetapi Simon mau taat kepada perintah Tuhan, Mungkin bisa jadi Simon melakukan perintah Tuhan Yesus dengan ragu-ragu. Karena baginya tidak mungkin mendapatkan ikan di siang hari apalagi di tempat yang dalam. Tetapi …  Simon melakukan juga apa yang diperintahkan Tuhan Yesus. Setelah mereka melakukan perintah Tuhan, terjadi sebuah keajaiban mereka mendapatkan ikan dalam jumlah yang sangat besar. Karena sangat banyak ikannya, jala mereka pun mulai koyak.  Melihat itu, Simon tersungkur di hadapan Tuhan Yesus. Simon mengucap syukur untuk pertolongan Tuhan Yesus. Mereka kemudian menjadi pengikut Tuhan Yesus. Karena Tuhan memanggil mereka bukan sebagai penjala ikan lagi tetapi penjala manusia, yaitu membawa kabar keselamatan dari Allah bagi semua orang

Tuhan Yesus tahu kesulitan yang dihadapi oleh Simon dan teman-temannya. Tuhan Yesus bukan hanya mengajar tetapi juga melakukan hal-hal yang baik. Adik-adik, Tuhan Yesus tahu setiap kesulitan dan masalah yang kita hadapi. Dia selalu berinisiatif menolong kita bahkan tanpa menunggu kita meminta pertolongan-Nya. Dia selalu menyediakan yang terbaik bagi kita.

Mari kita terus melakukan hal yang baik dan benar serta menjadi berkat bagi sesama. Adik-adik tentu senang kalau mendapat pertolongan … tetapi kita juga harus belajar untuk berinisiatif untuk memberikan pertolongan. Adik-adik bisa memulainya dari hal yang kecil yaitu menolong orang tua, seperti membereskan tempat tidur, membantu orang tua untuk membersihkan rumah, atau apapun yang adik-adik bisa lakukan untuk kebaikan orang-orang disekitar adik-adik.

Ayat Hafalan

Mazmur  37:40 TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

Komitmenku hari ini:

Jadilah anak yang berinisiatif untuk menolong dan memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan dengan apa yang bisa kita kerjakan bagi mereka.

SF120921 – SP

Just Do It

Just Do It

Renungan Harian Youth, 13 September 2021

Syalom …semangat pagi buat rekan-rekan Youth semuanya ….

Rekan-rekan youth, Mungkin tidak ada slogan merek paling dikenal sepanjang masa selain Just Do It. Slogan ikonik milik perusahaan pemasok keperluan olahraga ternama Nike ini sederhana hingga mudah diingat di luar kepala. Saking populernya, slogan “Just Do It” yang secara harfiah, berarti “Lakukan Saja” sering dijadikan inspirasi dan motivasi bagi setiap orang agar tidak menunda-nunda pekerjaan.

Dalam segala aktivitas kita (tugas dan tanggung jawab kita), kita pun sebenarnya dapat menggunakan slogan Just Do It ini untuk memacu diri kita untuk melakukan yang terbaik.  Dan sikap yang paling berkaitan dengan slogan ini adalah ketaatan.  Mengapa?  Karena dengan sikap taat ini, kita pun cukup melakukan saja tanpa banyak bicara dan tanpa protes.

Taat sendiri memiliki beberapa definisi, diantaranya; Senantiasa tunduk (kepada Tuhan, pemerintah, dsb); Patuh; Tidak berlaku curang; Setia; Saleh; Kuat beribadah.

Sudahkah kita menjadi taat??  Marilah kita belajar bersama melalui kisah-kisah Alkitab yang mengajarkan kepada kita ketaatan.  

  1. Mujizat di Kana:  Yohanes 2:1-11

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, “Lakukan saja apa yang dikatakan-Nya kepadamu.” (FAYH)

Kisah ini dikenal sebagai mujizat pertama yang Tuhan Yesus kerjakan ketika memulai pelayananNya.   Tetapi kita juga tidak boleh lupa dengan apa yang dikerjakan oleh para pelayan-pelayan di pesta tersebut.  Ketaatan mereka kepada perintah yang disampaikan oleh Maria, ibu Yesus dan ketaatan mereka kepada perintah Tuhan Yesus telah membuat keluarga di Kana terhindar dari bencana besar yang ada didepan mata yang mengancam mereka.

Sebagai orang yang tidak mengenal siapakah Tuhan Yesus, para pelayan telah menunjukkan ke”taat”an tanpa syarat apapun kepada perintah Tuhan Yesus.  

Yohanes 2:5 “whatsoever HE saith unto you, DO IT.” (King James Version)

  • Nuh:Membuat Bahterah (Kejadian 6)

“Itulah yang dilakukan Nuh, tepat seperti yang Tuhan perintahkan, demikianlah dilakukannya.”  Kejadian 6:22

Dari ayat ini kita dapat melihat bahwa Nuh sangat taat kepada Tuhan. Tidak peduli apa yang Tuhan katakan, dia melakukannya dengan benar tanpa syarat.   Tuhan berkata kepada Nuh bahwa Dia akan menggunakan air bah untuk menghancurkan dunia dan membuat Nuh membangun bahtera. Itu jauh melampaui konsepsi manusia. Saat itu, semua orang mengira tidak akan hujan. Hanya Nuh yang percaya, mendengarkan Firman Tuhan dan membangun bahtera seperti yang Tuhan perintahkan. Ketaatan mutlaknya kepada Tuhan yang membuat keluarganya yang terdiri dari delapan orang diselamatkan oleh Tuhan, sehingga mereka selamat dari air bah.   Ketaatan Nuh membuat dia menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan.

Nilai sebuah ketaatan haruslah 100%, dimana di dalamnya ada unsur penundukan, konsisitensi atau durabilitas atau ketahanan dan Ibadah.

Bagaimana saya harus taat?   Ketaatan seperti apa yang Tuhan itu inginkan?

1.  Tuhan menginginkan kita taat tanpa menunda.

Sebenarnya ketaatan yang pertama itu adalah yang paling mudah. Maka ketika Firman itu datang, ketika tugas dari Tuhan itu datang, ketika Tuhan itu dengan jelas menyatakan sesuatu kepadamu, maka langsung hati itu harus siap mengatakan ya Tuhan aku mau, ya Tuhan beri aku kekuatan. Jangan pernah menunda ketaatan.

2.  Tuhan menginginkan kita taat dengan tekun dan bersemangat.
Taat dengan terus menerus semangat sampai akhir, bukan ketaatan hari ini lalu kemudian besok kita kehilangan api. Bukan kemudian ketaatan sampai besok lalu kemudian kita kelelahan sampai selanjutnya. Pertama kali kita diminta untuk taat, kita akan rasa berat sekali. Tetapi kalau kita makin mengenal Tuhan, makin melihat kebesaran Tuhan dan kebaikan-Nya dan keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya maka akan ada sesuatu kerinduan yang taat dengan tekun dan bersemangat sampai akhir.

3.  Taat dengan ucapan syukur.
Melayani dan taat kepada Tuhan tanpa bersungut-sungut. Sungut-sungut itu adalah tanda ketaatan setengah hati, tidak sepenuhnya, dan setengah hati di hadapan Allah sama sekali tidak diperhitungkan. 

4.  Tuhan menghendaki ketaatan yang genuine.
Taatlah dengan satu maksud yaitu The Glory of God. Thomas Watson menyatakan,Let’s we obey the God’s will, with the pure eye to His Glory.” Biarlah kita boleh mentaati Dia dan kehendak-Nya dengan mata yang murni untuk kemuliaan Dia saja.

Ketaatan Yesus bukan karena profit atau karena ada berkat yang akan diberikan kepada Dia. Ketaatan Dia adalah supaya Kehendak Tuhan, Nama Tuhan dipermuliakan. Itu adalah satu-satunya keinginan hidup-Nya.

Komitmen Kita:

Just Do It! Lakukan Saja! Biar kita menjadi pribadi yang Taat dan terus memuliakan Tuhan dengan sikap yang kita tunjukan selagi kita masih muda.

Tuhan Yesus Memberkati

ER 110921-LP