Dewasa

Dewasa

Renungan Harian, Selasa 14 September 2021.

Ayat Bacaan

Efesus 4:13, Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus

Kedewasaan rohani tidak diukur dari status, jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, kedewasaan rohani tidak diukur dari seberapa besar berkat yang kita terima, tidak diukur juga sudah berapa lama menjadi pengikut Tuhan Yesus dan bergereja. Kedewasan rohani diukur dari pengenalan akan Tuhan dan iman yang semakin bertumbuh. Itulah sebabnya Tuhan memberikan kepada kita kita para pemimpin rohani, yaitu orang-orang yang lebih dulu bertumbuh dan berjalan dalam kedewasaan rohani untuk mengarahkan kita supaya kita terus maju dan bertumbuh menuju kepada kedewasan rohani.

Dan pada hari ini kita akan belajar dari kehidupan Kaleb dari perikop Yosua 14:6-15. Kaleb mendapat Hebron, yang artinya persekutuan, disatukan. Jika kita bersekutu dan disatukan dengan Tuhan maka Tuhan yang mengendalikan hidup kita sehingga kita menjadi manusia dewasa yang kuat. Menjadi dewasa bukan karena berkat dan mujizat, tetapi bahkan ketika tidak terjadi sesuatu apapun yang kita harapkan, tetap kita menaruh pengharapan dan iman kepada Tuhan.

Kaleb seorang yang konsisten selama 45 tahun dengan Tuhan. Dalam segala tantangan justru membuat Kaleb makin dewasa dan kuat. Tantangan kita saat ini, kita menghadapi sistem dunia, kuasa kegelapan, kuasa kedagingan, dan lain-lain. Jadilah manusia dewasa dan kuat dalam Tuhan.

Untuk menjadi dewasa dalam Tuhan, maka ada 4 hal yang harus kita lakukan:

1.MELIBATKAN TUHAN DALAM SETIAP LANGKAH

Yosua 14:9 “Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.”

Janji Tuhan bahwa Hebron untuk Kaleb melalui proses dan waktu yang lama. Perkataan Musa di ayat 9 ini sudah lama diucapkan dan Kaleb menangkap janji Tuhan ini. Setiap langkah Kaleb selalu melibatkan Tuhan. Di luar Kristus kita lemah, dalam Kristus kita menjadi dewasa dan kuat. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, tetap kita melibatkan Tuhan dalam setiap langkah kita. Kita menghidupi Firman Tuhan setiap saat. Tuhan yang bertahta dalam hidup kita. Seperti Kaleb sehingga Kaleb mendapatkan Hebron. Menghidupi Firman Tuhan artinya kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Dengan kekuatan Tuhan dan perisai Tuhan yang melindungi kita maka apapun keadaan kita, mari libatkan Tuhan dalam setiap langkah kita sehingga kita menjadi dewasa dan kuat.

2.BERANI DALAM SETIAP TANTANGAN

“Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.” (Yosua 14:8)

Dalam kisah 12 pengintai yang sedang mengintai tanah Kanaan, Yosua dan Kaleb tidak melihat apa yang kelihatan, matanya tetap tertuju kepada janji Tuhan. Yosua dan Kaleb tidak melihat permasalahan yang lebih besar tetapi melihat Tuhan yang lebih besar. Berani menghadapi tantangan membuat kita dewasa dan menjadi kuat. Segala pergumulan yang kita alami sebenarnya melatih kita untuk menjadi dewasa dan makin kuat.

3.KONSISTEN DAN FOKUS PADA TUJUAN TUHAN

“Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.” (Yosua 16:14)

Orang serius mengikut Tuhan pasti konsisten dan fokus pada tujuan Tuhan. Biarlah hidup kita selalu lapar dan haus akan Firman Tuhan yang memberi kekuatan kepada kita. Kadang-kadang kita fokus kepada sesuatu yang tidak kita miliki, yang membuat kita gagal untuk melihat dan menghargai Tuhan yang memberikan tujuan hidup yaitu mewujudkan gambar Tuhan dalam hidup kita.

4.MEMULAI DALAM KEBENARAN, MENGAKHIRI DALAM KEBESARAN TUHAN

Impian Tuhan yang tertinggi dalam hidup kita bukan kekayaan, populer atau keberhasilan menjadi gereja besar. Tujuan Tuhan adalah membawa hidup kita dalam kebenaran dan membuat hidup kita benar bersama dengan Tuhan, itulah kemerdekaan sejati. Kita memulai hidup dalam kebenaran dan mengakhiri dalam kebesaran Tuhan. Selagi kita hidup menjadi berkat, mati itu berbahagia, untung dan bernilai. Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune karena ia memulai hidupnya dengan kebenaran sehingga kebesaran Tuhan nyata dalam hidupnya.

Saudara-saudara dalam Tuhan Yesus Kristus, bangkitlah! Biarlah rohmu bernyala-nyala. Jadilah dewasa, alamilah kemerdekaan sejati bersama dengan Tuhan sehingga orang melihat ada Tuhan dalam hidup kita.  

Tuhan Yesus memberkati

YG

Pintar Dalam Bergaul

Pintar Dalam Bergaul

Renungan Harian Youth, Selasa 14 September 2021

Bacaan: Amsal 13:13-20

Siapa bergaul dengan orang bijak akan menjadi bijak tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”Amsal 13:20


Hallo rekan-rekan youth, Gimana kabarnya?  Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan kuasa Tuhan Yesus Kristus! Nah Teman-teman, salah satu bukti bahwa kita punya banyak teman adalah dengan tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain, dan juga kita pintar bergaul. Hayo siapa di sini yang senang nongki-nongki atau kopdar-kopdar? Tahan dulu yaa hasrat untuk jalan-jalan selama PPKM berlevel-level dan berjilid-jilid yaa.

Rekan-rekan youth, Percaya atau tidak, 90% yang menentukan baik atau buruknya kehidupan kita adalah dengan siapa kita bergaul. Pergaulan yang baik tentu akan membawa kita ke arah yang lebih baik. Begitupun sebaliknya. Jika kita bergaul dengan orang yang tidak baik, sikap dan perilaku kita juga akan menjadi tidak baik. Pergaulan akan mengubah karakter hidup kita. Misalnya saja ketika kita bergaul dengan orang-orang yang merokok seiring berjalannya waktu kita pun akan ikut merokok karena terbiasa melihat sikap teman-teman kita. Oleh sebab itu, sering kali kita mendengar perkataan bahwa kita harus selektif dalam memilih teman.
Teman adalah seseorang yang selalu berbagi cerita dengan kita. Dimana pun dan kapan pun jika kita terbiasa dengan teman kita, kita akan mengikuti kebiasaanya.

Teman yang anda jumpai bagaikan sebuah tombol lift yang dapat membawa anda naik atau turun. Kemana anda melangkah itu akan ditentukan oleh anda sendiri dan oleh orang-orang yang ada di sekitar anda.


Banyak sekali pemuda dan pemudi yang pada saat ini salah memilih teman untuk bergaul sehingga malah membuatnya jatuh ke dalam dosa. Mungkin pada saat ini tidak sedikit diantara kaum muda yang jatuh ke dalam dosa seperti mabuk-mabukan, free sex atau menggunakan narkoba hanya karena salah untuk memilih teman. Mereka hanya memilih teman untuk bergaul demi mencari kesenangan atau dianggap keren.

Namun benarkan pergaulan yang seperti itu yang dicari?Banyak alasan yang menyebabkan para pemuda dan pemudi salah memilih teman untuk bergaul. Alasan-alasan tersebut antara lain:
1. Karena dirinya sendiri yang telah menentukan kriteria pergaulan yang diinginkan
Seseorang bisa salah memilih pergaulan karena ia telah menentukan kriteria teman seperti apa yang diinginkan. Bisa saja kriteria yang telah ditetapkan terlalu tinggi karena ingin dianggap sebagai seseorang yang gaul.

2. Terpengaruh oleh teman atau orang yang ada di sekitarnya
Teman yang kita miliki atau orang  yang ada di sekitar kita tanpa disadari akan mempengaruhi cara bergaul kita. Jika kita terpengaruh oleh teman yang tdak baik, maka tanpa disadari kita akan jatuh ke dalam pergaulan yang salah juga.


3. Karena pernah dikecewakan
Perasaan kecewa dan pernah dikecewakan merupakan salah satu hal yang memiliki peranan besar dalam menentukan suatu pergaulan. Terkadang kekecewaan yang dirasakan akan membawa seseorang berlari ke arah yang salah untuk menghilangkan perasaan kecewa tersebut.


4. Merasa hidupnya hampa dan tanpa tujuan
Perasaan hampa seperti tanpa tujuan akan membuat seseorang terus mencari jati dirinya. Itu juga akan membuat seseorang terus mencari teman-teman yang bisa menghilangkan kehampaan tersebut. Jika ia salah menemukan teman untuk bergaul untuk mengisi kehampaan itu, maka bisa dipastikan ia dapat jatuh ke dalam pergaulan yang salah.


5. Ingin keluar dari zona nyaman dan dianggap keren oleh orang lain
Perasaan ingin dianggap keren oleh orang lain membuat seseorang menjadi lupa diri. Ia akan terus berusaha mencari teman-teman yang dapat membuatnya terlihat lebih keren sekalipun itu merupakan pergaulan yang buruk.

I Korintus 15:33, Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.

Sangat penting bagi kita untuk memilih pergaulan. Pergaulan yang kita jalani saat ini dapat mengubah sikap dan membentuk karakter kita seiring berjalannya waktu. Jangan sampai kita salah memilih teman untuk bergaul sehingga kita jatuh ke dalam dosa.

Pilihlah pergaulan yang dapat membangun dan menuntunmu ke dalam kebaikan.

Komitmen Kita:

Aku mau terus memperhatikan Firman Tuhan dan mengutamakan kehadiran Tuhan pergaulanku supaya aku terhindar dari kebiasaan buruk yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

RM – MLE

“UCAPKANLAH SYUKUR”

“UCAPKANLAH SYUKUR”

Renungan Harian Anak, Selasa 14 September 2021

Ayat Bacaan : 1 Timotius 6:6-10

Selamat pagi Adik adik Elohim kids…..Bagaimana tidur semalam nyenyak ya??? Puji Tuhan…hari baru Tuhan sudah diberi buat kita semua…Sudah seharusnya kita ucapkan syukur kepada Tuhan sesuai dengan judul renungan kita pagi ini..Yux…sekarang …kita berdoa terlebih dahulu…..

Adik adik setiap kita diciptakan dengan sifat, karakter bahkan dengan keunikan masing masing, tetapi ada juga beberapa sifat yang sama dan salah satunya yaitu sifat sulit untuk merasa puas atau merasa kurang terus.

Contohnya kalau sudah punya satu Mainan masih mengingkan mainan yang dimiliki teman yang lain, contoh lainnya sudah diberi sebuhah hadiah masing-masing oleh mama papa tapi masih mau hadiah yang sama dengan yang di berikan kepada adik atau kakak kita. Apakah ada diantara adik-adik yang seperti ini??

Kita sering berfikir bahwa jika kita mempunyai semua yang kita inginkan maka kita akan Bahagia, Padahal sebenarnya setelah kita berhasil mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, akan ada hal lain lagi yang kita inginkan, dan begitu seterusnya. Tidak ada hal Di dunia ini yang bisa membuat kita puas, Hanya Tuhan Yesus sajalah yang bisa membuat kita merasa puas. Yuks kita belajar untuk memenuhi hati dan pikiran kita  untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan, maka pasti kita akan merasa puas.

Jika saat ini ada  yang membuat adik-adik kesal dikarenakan ada sesuatu yang adik-adik tidak bisa dapatkan, coba adik-adik renungkan kembali ada begitu banyak berkat-berkat Tuhan  yang bisa kita syukuri, patut kita berterima kasih kepada Tuhan.

Contohnya, kita masih di berikan kesehatan, nafas kehidupan, kita masih bisa bertemu dan melihat orang orang yang kita sayangi, kita bisa makan makanan favorit kita, kita masih bisa bermain dan belajar dan banyak hal lainnya yang Tuhan sudah berikan

1 Timotius 6:6-8 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

Ucapkanlah syukur buat semua yang sudah kita terima hari ini, dan rasakan sukacita dari Tuhan. Tanpa merasa cukup dengan semua yang kita lakukan maka kita akan lupa untuk bersyukur keapda Tuhan.

Ayat Hafalan:

Filipi 4:11, “kukatakan ini bukanlah karena kekurangan,sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.”

Komitmen ku hari ini:

Tuhan aku mau belajar bersyukur dan mencukupkan diri dengan apa yang ada padaku saat ini.

YC – KCP