PLAN C

PLAN C

Renungan Harian Youth, Kamis 23 September 2021

Syalom rekan-rekan Youth … salam sehat dan semangat buat rekan-rekan semuanya

Perencanaan adalah langkah untuk menetapkan lebih dahulu seperangkat kegiatan demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.  Sejak mud akita harus memiliki perencanaan dalam kehidupan, jangan menjalani hidup ini tanpa perencanaan.

“Dengan gagal mempersiapkan, kamu bersiap untuk gagal.” – Benjamin Franklin

Setiap kita tentunya ingin memiliki keberhasilan dalam seluruh aspek kehidupan kita, karena itu kita bersekolah, memperlengkapi diri dengan jenjang Pendidikan, membangun bisnis dll. Bahkan mungkin diantara kita sudah memiliki rencana yang tidak hanya satu bisa PLAN A atau PLAN B dan bahkan lebih.

Rasul Yakobus memberikan gambaran yang gamblang tentang perencanaan

Yakobus 4:13-15 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

Rasul Yakobus memberikan nasehat bahwa Keberhasilan sejati dari sudut pandang Tuhan hanya bisa dicapai kalau kita mengikuti rencana-Nya diatas setiap perencanaan yang kita miliki.

Inilah PLAN C yaitu PLAN “CHRIST”, yang terutama dalam kehidupan kita adalah mengerjakan rencana Tuhan diatas PLAN A dan PLAN B yang kita miliki

Kata “menghendaki” dalam ayat diatas ditulis dengan kata “Thelo” (yunani) yang diterjemahkan dengan kata “will” (KJV) memiliki beberapa arti yaitu

1) Kemauan
2) Ada dalam pikiran
3) Berniat

Dan ketiganya berhubungan dengan subyeknya yaitu dengan TUHAN sendiri, dengan kata lain

kehendak Tuhan adalah tentang kemauan Tuhan, Pikiran Tuhan dan niat atau rencana dari Tuhan sendiri.

Permasalahannya adalah seringkali kita bertanya bagaimana saya mengerti kehendak Tuhan? Ini adalah permasalahan yang seringkali membuat anak muda mengambil sisi ekstrim lain yaitu “takut merencanakan dan akhirnya tidak merencanakan sama sekali” dengan dalih belum menemukan kehendak Tuhan.

Rasul Yakobus memberikan nilai kebenaran yang harus kita terapkan,

1)  DOAKAN SETIAP RENCANAMU

“Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Ayat 15b

Doa ini sepertinya adalah hal yang sederhana, namun makna yang mendalam dari doa ini adalah penyerahan. Dalam semua Tindakan kita, jaga sikap hati dan kesadaran bahwa kehendak Tuhan adalah hal yang utama dalam perencanaan kita. Naikanlah doa sederhana ini dengan penuh kesadaran dan kerinduan untuk kita melakukan apa yang benar.

Jangan kaget atau takut dengan penundaan atau mungkin plan yang tidak berhasil karena, bisa jadi itu adalah jawaban dari doa kita karena rencana itu bukan kehendak Tuhan

2. JANGAN SOMBONG

Yak 4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.

Kesombongan ini berwujud mengandalkan kekuatan diri kita sendiri, seolah-olah kita mampu dengan semua kemampuan, keahlian dan pengalaman diri kita sendiri. Walaupun memiliki keahlian dan pengalaman jangan lupa juga miliki kerendahan hati dan  kesadaran bahwa kita perlu pertolongan Tuhan

3. LAKUKAN YANG TERBAIK

Yak 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Ini prinsip yang terpenting yaitu lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan SEKARANG. Terkadang kita tidak perlu menunggu “kejelasan” tentang sesuatu hal. Tidak salah kita merencanakan dengan jelas, menjadi salah jika itu membuat kita diam dan tidak melakukan apapun. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah DO THE BEST, lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan sekarang.

Melakukan yang terbaik itu digambarkan seperti sedang mempersiapkan dan mengumpulkan serpihan-serpihan kehendak dan rencana yang terbaik dari Tuhan,

Jika waktunya Tuhan tiba maka serpihan itu akan tersusun menjadi sebuah karya yang indah dalam kehidupan kita.

Memperhatikan penjelasan firman Tuhan diatas, maka betapa pentingnya membuat PLAN C dalam setiap Perencanaan hidup kita. Pastikan ada PLAN C dalam semua perencanaan kita, sehingga semua hal yang kita lakukan tidak akan menjadi sia-sia namun memberikan hasil yang memuaskan hati kita karena semuanya berkenan kepada Tuhan.

Serahkanlah pekerjaanmu kepada TUHAN, maka pekerjaan itu akan berhasil.” (Ams 16:1,3) – (FAYH)

Komitmenku hari ini

Melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan adalah hal yang MUTLAK harus ada dalam kehidupanku, karena kebahagiaan yang terbesar dalam kehidupanku adalah ketika aku bisa menjalankan kehendak Tuhan dalam hidupku

Tuhan memberkati & Tetap Semangat!

YNP – SCW

“JANGAN TERLAMBAT BERBAGI SYUKUR”

“JANGAN TERLAMBAT BERBAGI SYUKUR”

Renungan Harian Anak, Kamis 23 September 2021

Bacaan : Mazmur 105:1, 1 Tawarikh 16:8,34

Shalom adik -adik Elohim kids yang dikasihi Tuhan. Selamat pagi…tetap sehat dan semangat ya ! Pagi ini siap ya…belajar Firman Tuhan, renungan hari ini judulnya : “Jangan terlambat berbagi syukur !” Apa maksudnya berbagi syukur, bukankah setiap hari kita selalu mengucap syukur ?

Nah….adik-adik kita dengar dulu satu kisah ya : Ada seorang kakek yang kaya raya, kakek ini orang yang rajin….pekerja keras…sehingga semua usahanya sukses. Namun suatu hari si kakek jatuh sakit, sehingga harus masuk rumah sakit !

Sakitnya cukup parah…si kakek harus di oksigen, berhari-hari di rawat di rumah sakit. Sampai suatu hari stok oksigen di rumah sakit terlambat datang, tanpa oksigen, si kakek jadi sesak napas dan sangat menderita. Keluarga si kakek mencari kemana-mana, telpon saudara.., teman-temannya gak ada stok. Singkat cerita tiba-tiba ada orang yang tidak di kenal datang meminjamkan tabung oksigen, sehingga si kakek bisa tertolong dan berangsur-angsur sembuh.

Suatu pagi seorang perawat memberitahu kalau besok pagi…kakek sudah boleh pulang, wah tentunya senang ya…! Tapi si kakek nampak sedih dan menangis, kenapa…kakek menangis tanya perawat dengan heran ?  Bukannya senang… bisa bertemu keluarga di rumah ? Kakek menjawab : saya sedih karena sudah terlambat berbagi syukur kepada orang lain. Sepanjang hidup saya, saya hanya bersyukur buat apa yang Tuhan beri buat diri saya sendiri.

Nah…adik-adik kita setiap hari bersyukur buat kasih Tuhan, buat nafas yang Tuhan beri dengan gratis ! Buat kesehatan yang Tuhan beri dan….banyak lagi berkat-berkat yang Tuhan beri.

Di kitab 1 Tawarikh 16 : 8 dikatakan :“Bersyukurlah kepada Tuhan, panggilah namaNya, perkenalkanlah perbuatanNya diantara bangsa-bangsa”

Adik-adik Tuhan mau kita menceritakan perbuatanNya, kebaikanNya kepada orang lain, sehingga orang lainpun bisa bersyukur kepada Tuhan !

Dan di ayat 1 Tawarikh 16 : 34 dikatakan :“Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik ! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya” Inilah janji Tuhan yang akan selalu setia mengasihi kita sampai selama-lamanya, oleh sebab itu kita patut selalu bersyukur. Tapi…tidak hanya bersyukur, Tuhan mau bagikan rasa syukur kita pada orang lain. Saat kita menolong orang di sekitar kita, bisa orang tua, saudara atau teman kita, yang membuat mereka juga bersyukur kepada Tuhan dan mengenal perbuatan-perbuatanNya yang ajaib.

Adik-adik ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat orang lain juga bersyukur kepada Tuhan.

Misalnya seperti Menghibur teman kita yang sedang sedih, atau mendoakan saudara kita yang sedang sakit, saat sekarang ini ‘kan tidak harus mengunjungi…kita bisa telpon atau video call. Kalau kita punya berkat makanan bisa kita bagikan, buat orang – orang disekitar kita yang kesulitan. Apapun yang membantu orang lain…membuat orang lain bahagia, pasti Tuhan berkenan.

Nah…adik  adik sebagai ayat hafalan :

Mazmur 105 : 1 “Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah namaNya, perkenalkanlah perbuatanNya diantara bangsa – bangsa !”

Komitmen kita hari ini

Tuhan beri aku kemampuan untuk berbagi syukur, supaya banyak orang mengenal Engkau dan menikmati pertolongan-pertolonganMu yang ajaib dan mereka juga boleh mengucap syukur karena kasih setiamu untuk selama-lamanya. Amin.

SD – RS

Kekecewaan

Kekecewaan

Renungan Harian, 23 September 2021.

Bacaan: Rom 8:36-39

Seringkali kita mendengarkan pertanyaan seperti ini: ”Mengapa begitu banyak orang jahat hidup sehat sampai tua, sementara orang yang baik banyak mengalami tragedi dalam hidupnya, bahkan meninggal begitu cepat. Mengapa sepertinya Tuhan itu tidak adil?”

Kita seringkali menghubungkan penderitaan dengan masalah dosa dan kejahatan. Seolah-olah, kalau ada yang menderita maka semuanya itu karena dosanya besar. Sehingga kalua ada orang yang lahir buta, maka kita bertanya, siapa yang berdosa? Orang tuanya atau kakenya? Atau kalau ada yang penrikahannya hancur, kita juga bertanya, siapa yang berdosa? Suami atau sitri? Atau mereka berdua telah berbuat dosa, sampai bercerai?. Dan seandainya, kita tahu bahwa mereka berdua adalah orang-orang baik, kita lantas menganggap Tuhan tidaklah adil dengan membiarkan mereka menderita. Padahal penderitaan tidak selalu berhubungan dengan perbuatan dosa.

Nampaknya semua orang mengalami kesusahannya tersendiri dalam dunia ini. Lalu bagaimana kita menghadapi kesusahan atau penderitaan tersebut? Ingatlah bahwa Tuhan hadir dalam keadaan seperti itu. Ingatlah mengenai orang yang buta sejak lahirnya dalam Yoh 9. Siapa yang berdosa? Orang tuanya, anak ini? Bukan. Tuhan hendak menunjukkan pekerjaanNya.

Untuk bisa memahami adanya pekerjaan Tuhan dalam setiap kekecewaan, kepedihan dan penderitaan kita, maka libatkanlah beberapa hal dalam penderitaan kita

Libatkanlah hati dengan benar

Tuhan adalah pembentuk hati kita. Pada saat kita mengalami masalah, maka ada tiga hal yang akan terjadi atas hati kita. Hati kita akan kasar dan tidak peka. Kita akan marah kepada Tuhan. ATAU HATI kita akan hancur dibawah beban kekecewaan. Kita akan menjadi gila. ATAU HATI kita akan menjadi lembut disaat penderitaan menimpamu.

ni sebabnya mengapa Alkitab menyebut raja Daud sebagai orang yang berkenan dihati Tuhan. Sebutan ini bukan karena Daud hidup sempurna, tetapi karena Tuhan daapt menjangkaunya di tengah-tengah kelalaian dan tragedi hidupnya. Ketika dia harus mengungsi, lari dari anaknya Absalom, karena Absalom memberontak, Daud tidaklah marah kepada Tuhan. Dia menerima semua itu di dalam ketaatan kepada Tuhan.

Kepedihan dan kekecewaan kita adalah bagian dari rancangan Tuhan untuk membentuk hati kita.

Kepedihan, kesusahan, masalah yang kita terus menerus tanggung akan terus menerus membentuk kita. Pada saat ada kesusahan atau apapun itu, berdoalah agar kehendak Tuhan yang jadi dalam hidup kita dan bersedia menjalaninya. Kita akan dapat melihat Tuhan dalam kesusahan-kesusahan tersebut.

Libatkanlah iman

Nuh sedang dalam masalah besar ketika membuat kapal. Seluruh kapalnya lengkap, namun hanya tidak ada kemudia dan tidak ada layar. Dia akan mengarungi lautan yang luas tanpa tahu Bahteranya akan kemana, akan membentur apa? Nuh menjalani masalahnya dengan IMAN. Jika kita kehilangan iman, maka kita akan kehilangan hal yang paling berat. Kehilangan imana dalah hal yang sangat mengerikan, karena harapan kita a dirampas dan kasih saudara menjadi terancam. Hidup yang sekedar percaya adalah hidup yang diberkati.

Libatkanlah salib

Seluruh penderitaan dunia bertemu diatas kayu salib. Kristus menanggung hukuman dosa kita dan menerima penderitaan terbesar yakni ditinggalkan oleh Allah Bapa. Dia melakukan semua ini karena kasihNya kepada kita.

Setiap kali berada dalam penderitaan ingatlah akan salib Kristus. Kalau Allah sudah menderita diatas salib demi kita, maka janganlah takut menghadapi penderitaan apapun.

Penderitaan itu TIDAK AKAN MEMISAHKAN kita DARI KASIH KRISTUS (Rom 8:36-39).

Diatas salib itulah kita melihat gembala kita yang agung mati menggantikan kita agar kita dapat mengalami hidup yang berlimpah, yang kekal walaupun kita berada di dalam bahaya sekalipun. Tuhan Yesus adalah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Supaya kita memiliki hidup dalam kelimpahan.(Yoh 10:10-11).

Tuhan Memberkati.

CM