“DIRHAM YANG HILANG”

“DIRHAM YANG HILANG”

Renungan Harian Anak, Rabu 06 Oktober 2021

BACAAN AYAT : Lukas 15 : 8 – 10

Syalom , Adik Adik yang manis . Bagaimana kabarnya hari ini ? Sudah siap untuk kembali mendengarkan firman Tuhan? Tetap setia dan semangat ya.

Adik adik, Seperti yang kita ketahui , kalau anting itu pasti harus 1 pasang ya Adik Adik, artinya satu pasang adalah dua buah anting yang sama persis ya , baru bisa dipakai ditelinga seorang wanita. Nah Kakak punya satu kesaksian dari seorang Ibu yang kehilangan 1 buah antingnya. Kejadiannya sudah beberapa tahun yang lalu, pada saat Ibu tersebut kehilangan 1 buah antingnya, akan tetapi sampai dengan saat ini , Ibu tersebut masih memikirkan 1 buah antingnya yang hilang.

Seperti yang terdapat dalam alkitab tentang perumpamaan dirham yang hilang, yang terdapat dalam kitab Lukas 15 : 8 – 10. Ayo kita sama sama buka alkitabnya ya.

Di Lukas 15 : 8-10  , isinya seperti ini :

Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham , dan jika ia kehilangan satu diantaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya , ia memanggil sahabat – sahabat  dan tetangga – tetangganya serta berkata. Bersukacitalah bersama – sama dengan aku , sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.Yesus berkata : Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat – malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.

Dirham disini adalah gambaran dari mata uang emas atau perak. Sesuatu yang sangat berharga, sama seperti hal nya satu orang jiwa yang bertobat. Seperti hal nya Ibu yang kehilangan satu buah antingnya, sampai dengan sekarang masih teringat akan antingnya yang hilang. Dan Ibu tersebut selalu berpikir, dimana ya antingku yang hilang itu. Kalaupun aku mencoba untuk mencari yang sama dengan anting yang dulu aku beli, tentu sudah tidak ada.

Dari perumpamaan tentang dirham yang hilang , Tuhan ingin menyatakan bahwa demikian juga kita manusia, teramat sangat berharga dimata Tuhan.

Bukti bahwa manusia berharga dimata Tuhan adalah karya Yesus dikayu salib , untuk menyelamatkan umat manusia. dan membawa manusia kembali berkumpul bersama dengan Bapa. Tuhan begitu rindu melihat anak – anak Nya kembali kepada Bapa. Bertobat dan berbalik kembali kepada Bapa.

Pertobatan satu orang jiwa , sangat berharga dimata Tuhan. Karena bagi Tuhan satu nyawa teramat sangat berharga. Kerinduan Tuhan adalah membawa kembali semua umat manusia untuk ada bersama dengan BAPA di Surga. Masuk kedalam kehidupan kekal bersama dengan BAPA. Darah Yesus dikayu salib sudah menebus setiap dosa umat manusia.

Kita sebagai umat manusia yang sudah ditebus , hendaklah memiliki sikap hati yang mau bertobat dari jalan-jalan kita yang salah. Sudah begitu besar kasih Allah kepada kita , dengan mengorbankan anak–Nya yang tunggal , yaitu Yesus Kristus, diutus menjadi manusia dan mati di kayu salib untuk menebus setiap dosa kita. Hiduplah selalu dengan sikap hati yang mau menyenangkan Tuhan senantiasa. Dan ingatlah , bahwa karya Yesus dikayu salib lah yang membuat kita semua bisa memiliki hidup yang kekal. Yuk hidup berkenan dihadapan Tuhan. Dengan menjadi anak yang menyenangkan hati Tuhan , dengar-dengaran dan melakukan firman Tuhan. Menjadi pelaku firman. Dan juga kita selalu mendoakan buat orang – orang disekeliling kita yang belum mengenal Tuhan, supaya Tuhan buka jalan untuk berita keselamatan boleh terbuka di hidup mereka. Hidup kita juga menjadi berkat dan teladan untuk orang-orang disekeliling kita, hidup kita juga memuliakan nama Tuhan. Ayo semangat Adik Adik semua…

Ayat Hafalan :

Lukas 15 : 10, Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat – malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.

Komitmen :

Tuhan , ajar aku untuk selalu memiliki hati yang penuh dengan belas kasihan untuk jiwa jiwa yang terhilang , dan mau berdoa untuk keselamatan bagi orang – orang disekelilingku. Ajar aku untuk selalu menyenangkan hati Mu, memuliakan Nama Mu. Dan mengerti isi hatiMu.

KL-GCT

Setia dalam Segala Hal

Setia dalam Segala Hal

Renungan Harian Youth, Rabu 06 Oktober 2021

“Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri. Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri yang akan kamu duduki.” Ulangan 5:32-33

Hallo rekan-rekan youth,salam sehat selalu, Gimana kabarnya?  Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan kuasa Tuhan Yesus Kristus!

Setia atau pun kesetiaan merupakan sesuatu hal yang harus kita miliki. Tidak hanya setia kepada pasangan, namun kita juga harus memiliki kesetiaan terhadap segala hal. Kita harus setia terhadap apa yang sudah kita mulai sehingga kita beroleh sesuatu yang sangat berharga yang tidak dapat digantikan dengan uang. Mungkin contoh yang paling relevan dengan kehidupan anak muda adalah setia mengiring Tuhan, dan juga pada pilihan-pilihan yang kamu putuskan di dalam hidup ini, seperti sekolah (konsisten belajar), bidang studi yang kalian pilih jika sedang berkuliah, ataupun mungkin secara tidak sengaja kalian yang sudah bekerja ditempatkan ditempat yang mungkin tidak berkaitan dengan keahlian yang kamu miliki.

Mengapa demikian teman-teman? Pada saat ini kesetiaan merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya sebab sudah banyak diantara kita yang kehilangan arti dari kesetiaan tersebut. Seringkali dalam mengerjakan sesuatu hal kesetiaan kita diuji.

Jika kita tetap menjaga kesetiaan itu agar tetap ada di dalam diri kita tentu kita dapat menyelesaikan apa yang sudah kita mulai.

Kesetiaan akan ada jika kita memiliki komitmen di dalam diri kita. Komitmen kuat yang kita miliki akan memampukan kita untuk memiliki kesetiaan sampai akhir hidup kita. Komitmen merupakan keputusan atau janji yang telah tertanam di dalam hati. Jika komitmen tersebut hilang, kita juga akan kehilangan kesetiaan yang kita miliki sebab komitmen lebih kuat dibandingkan sebuah janji. 

Mengapa dapat dikatakan demikian? 

Dapat dikatakan demikian karena komitmen lahir dari sikap hati yang teguh dan tulus, sedangkan janji adalah sebuah perkataan yang keluar dari dalam mulut.

Kesetiaan itu haruslah kita mulai dari dalam hal kecil. Jika pada saat ini kamu dipercayakan sebuah pelayanan dan kamu sudah berkomitmen pada pelayanan yang telah kamu jalani maka setialah pada pelayanan itu. Jika kamu dipercayakan sesuatu hal meskipun itu hal kecil setialah dengan apa yang sedang kamu kerjakan. Setia bukanlah hal mudah.

Kesetiaan harus diuji agar dapat meneguhkan hati kita.

Bahkan kesetiaan Yakub sempat diuji dimana 7 tahun pertama ia bekerja justru Laban mengingkari janjinya untuk memberikan Rahel. Namun, karena kesetiaan yang dimiliki oleh Yakub ia tidak mundur meskipun ia dikecewakan oleh seseorang yang ia percayai. Kesetiaan Yakub akhirnya membuahkan hasil. Ia pun dapat menikah dengan Rahel, wanita yang dikasihinya.

Jika pada saat ini kamu masih tidak setia dengan apa yang kamu lakukan bahkan dalam hal kecil, bagaimana Tuhan akan mempercayakan hal besar kepadamu? Kesetiaan yang kamu miliki merupakan bukti dari keteguhan hatimu. 

Bahkan Tuhan saja menginginkan kita anak-anakNya menjadi pribadi yang setia. Dalam Amsal 3:3 dikatakan demikian

Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.”

 Ukirlah kesetiaan itu di dalam hatimu.

Jika pada saat ini kamu merasa tidak dapat setia dengan satu hal yang telah kamu mulai baik dalam pendidikan, pekerjaan bahkan dalam suatu hubungan, maka berdoalah kepadaNya. Mintalah hikmat dan bimbinganNya. Tuhan Yesus memberkati.

Komitmen kita: 

aku mau di dalam hidupku, selagi masih muda, menjadi orang yang setia dengan kehidupan yang Tuhan percayakan dan ma uterus meneladani kehidupan Tuhan Yesus yang sudah lebih dahulu setia kepada janji-Nya kepada umat-umat-Nya.

Amin
Tuhan Yesus Memberkati

RM – YDK

Suporter Terdekat

Suporter Terdekat

Renungan Harian, Rabu 06 Oktober 2021

Bacaan : 2 Timotius 1:3-7

Nats : 2 Timotius 1:5, Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan aku yakin hidup juga di dalam dirimu

Andai kehidupan ini adalah sebuah arena pertandingan dan anak-anak dan generasi muda adalah pemainnya, maka orangtua adalah suporter yang terutama. Peran orangtua akan sangat memengaruhi hasil yang akan dicapai anak-anaknya kelak.

Pengalaman Patrick Hughes membuktikan hal itu. Sejak lahir, Patrick buta dan lumpuh, tetapi ia mempunyai prestasi yang sangat luar biasa: anggota band sekolah, pianis yang pernah menggelar konser di Kennedy Center, dan seorang artis rekaman. Ia juga mahasiswa dengan predikat terbaik dan menerima Disney’s Wide World of Sport Spirit Award 2006.

Faktor terpenting keberhasilan Patrick di tengah segala keterbatasannya adalah dukungan orangtua. Ibu dan kedua adik Patrick adalah suporter setianya dalam berbagai kesempatan. Ayahnya yang bekerja di perusahaan pengiriman, dengan sengaja mengambil kerja shift malam supaya pada siang hari ia dapat menjadi “mata” dan “kaki” buat Patrick di sekolah. Ketika Patrick menjadi anggota marching band berkursi roda pertama di universitasnya-sebagai peniup trompet-ayahnya turut serta dalam barisan; mendorong kursi rodanya, berputar mengikuti barisan, dan membentuk formasi.

Seperti Timotius. Pada usia muda ia telah menjadi pemimpin jemaat sekaligus rekan sekerja Paulus yang sangat diandalkan (2 Timotius 3:10-11). Semua itu tidak dapat dilepaskan dari penghayatan iman ibunya, Eunike, dan neneknya, Lois (ayat 5). Hal serupa juga terjadi dalam kehidupan rohani.

Penghayatan iman orangtua yang tercermin dalam sikap hidup sehari-hari, sangat besar pengaruhnya bagi pertumbuhan rohani anak-anak dan orang-orang disekitar kita.

Anak-anak atau generasi muda akan melihat bukti nyata dari perilaku, tutur kata bahkan saat orang tua mengambil keputusan ataupun sedang mengalami masa yang berat. Mereka akan menyaksikan firman yang selama ini mereka tahu dengan kehidupan sehari-hari didalam rumah. Jangan sampai anak-anak menjadi kecewa karena mereka tidak melihat dan merasakan kasih Kristus dalam rumah mereka.

Mari kita semua para supporter-suporter terdekat, Firman Tuhan hari ini boleh mengingatkan kita agar kembali menjadi inspirasi dan teladan bagi orang-orang disekitar kita.

Teruslah menjadi orang yang support (mendukung) mereka anak-anak dan generasi yang berikutnya agar terus bertumbuh dalam Kristus Yesus.

Tuhan Memberkati

TC