Jangan Takut!! Tuhan Pasti Menolong

Jangan Takut!! Tuhan Pasti Menolong

Renungan Harian Anak, Selasa 12 Oktober 2021

Matius 14:22-33

Shallom…adik-adik Elohim kids!! Sudah siap dengar firman Tuhan hari ini?

Nah..adik-adik pernah mendengar cerita Tuhan Yesus yang tertidur dalam perahu saat angin ribut di tengah danau? Hari ini kita akan mendengar cerita tentang murid-murid yang sedang berlayar sendirian di danau, tetapi Tuhan Yesus tidak ikut bersama dengan mereka. Suatu waktu, setelah mengajar dan memberi makan banyak orang dan hari sudah mulai malam, Tuhan Yesus menyuruh murid-murid pergi ke seberang danau dengan perahu. Tuhan Yesus tidak ikut, karena mau berdoa dulu. Ketika perahu yang dipakai murid-murid mulai menjauh dari pantai, ada angin bertiup dan gelombang mulai terasa membuat perahu mereka terombang-ambing. Murid-murid mulai takut, jangan sampai perahu yang mereka tumpangi tenggelam karena dihantam gelombang. Saat mereka masih takut karena gelombang itu, tiba-tiba dari kegelapan malam itu, seperti ada sesuatu yang melayang-layang di atas air. Dan semakin lama semakin dekat. Ada yang berteriak sambil menunjuk, “Itu hantu” dan ketika yang lain juga melihat, mereka juga berteriak ketakutan. Tapi, tiba-tiba ada suara terdengar, rupanya suara itu dari orang yang mereka kira hantu itu berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Oh, rupanya itu Tuhan Yesus, bukan hantu, mereka mengenal suara-Nya. Dan mereka melihat ternyata Tuhan Yesus sedang berjalan di atas air. Mendengar itu Petrus langsung berdiri dan meminta supaya boleh berjalan di atas air menuju Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkata, “Datanglah!”, sehingga Petrus cepat-cepat loncat dari perahu dan berjalan menuju Tuhan Yesus. Namun saat sedang berjalan menuju Tuhan Yesus, Petrus merasakan ada angin bertiup dan ia mulai takut, jangan sampai saya akan tenggelam. Karena takut, ternyata ia perlahan-lahan mulai tenggelam sehingga Petrus berteriak kepada Tuhan Yesus, “Tuhan, tolonglah saya!”. Melihat itu, Tuhan Yesus segera mengulurkan tangan-Nya untuk mengangkat Petrus, kemudian bersama dengan Petrus, Tuhan Yesus naik ke atas perahu untuk melanjutkan perjalanan. Saat mereka sudah di atas perahu itu, angin dan gelombang juga menjadi reda dan tenang sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan dengan aman. Adik-adik tahu mengapa Petrus yang sudah bisa berjalan di atas air, tiba-tiba tenggelam ?

Sebenarnya tidak apa-apa kalau angin bertiup, karena sebelum Tuhan Yesus datang juga angin sudah bertiup, tetapi karena Petrus takut dan kurang percaya. Padahal Tuhan Yesus ada di depannya, seharusnya Petrus percaya bahwa jika Tuhan yang menyuruhnya pasti dia bisa. Namun karena kurang percaya itu, ia mulai tenggelam.

Demikian juga adik-adik harusnya percaya bahwa apa yang Tuhan Yesus perintahkan itu pasti bisa adik-adik lakukan. Tuhan Yesus tahu adik-adik bisa melakukannya dan Tuhan Yesus juga akan menolong jika adik-adik merasa sulit untuk melakukannya. Jika Tuhan Yesus menyuruh adik-adik untuk rajin berdoa, pasti adik-adik bisa melakukannya, juga kalau Tuhan Yesus menyuruh adik-adik berbuat baik kepada saudara dan teman pasti adik-adik bisa melakukannya.

Ayat hafalan :

Matius 14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah!Aku ini, jangan takut!”

Komitmen :

Tuhan…aku mau menyerahkan kekuatiranku kepada Tuhan dan berjalan dalam kehendak Tuhan tanpa keraguan.

-NJ-KCP

Tempat ter-PW

Tempat ter-PW

Renungan Harian Youth, Selasa 12 Oktober 2021

Ayat Pendukung         : Matius 11: 25—30

Syalom rekan-rekan Youth yang diberkati oleh Tuhan, kiranya berkat Tuhan berlimpah dalam kehidupan kita.

Rekan-rekan pasti tidak asing dengan istilah “PW” atau posisi wenak. PW adalah idaman bagi semua orang, apalagi di masa-masa sekarang ini. Ketika banyak orang mulai bosen, galau pasti bakalan nyari tempat  yang PW yang digunakan untuk menghabiskan waktu atau sekadar ikutan trend yang ada atau scrolling di medsos. Nah, sadar nggak sih kita kalau ternyata tempat PW itu memang bisa mengembalikan mood kita, tapi sayangnya itu cuma sementara. Ada nih yang sukanya rebahan dikamar dan itu jadi tempat PW nya, atau memilih nongkrong di café, atau yang lain. Lantas? Ya kita harus nyari tempat PW yang sifatnya permanen. Di mana? Jawabannya hanya ada di lututmu.

Ya… sebagai anak Tuhan, adakah kita menyadari dan mengalami bahwa tempat ter-PW adalah ketika kita datang kepada Tuhan. Ketika kamu mau berlutut merendahkan diri kepada Tuhan, maka ketenangan akan memelukmu erat dirimu. Ya, DIA adalah Allah yang memberikanmu ketenangan permanen, dalam hadirat Tuhan adalah tempat ter-PW yang permanen.

Apa syaratnya? Yuk baca Matius 11: 28-30.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Kita belajar bersama untuk menikmati lingkupan hadirat Tuhan

Gunakan lutut kita untuk datang pada Tuhan,

Ayat 28.. “Marilah kepada-Ku” .. ini adalah undangan Tuhan yang harus kita responi, yaitu datang dan bertelut dihadapan Tuhan. Tanpa kita mau mersponinya dan bertelut dihadapan Tuhan maka kita tidak akan menikmati kelegaan yang sejati

Tunduk dan taat pada otoritas Tuhan

Ayat 29 .. “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku” … sikap hati untuk berserah kepada otoritas dan kehendak Tuhan akan memberikan kelegaan dalam hati kita. Tidak ada kelegaan yang sejati selain ketika kita berserah kepada Tuhan

Miliki sikap yang lemah lembut dan rendah hati

Ayat, 29 … belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Kelemahlembutan akan akan membuat kita memiliki hati yang bersedia untuk diubahkan oleh Tuhan, kerendahan hati akan menuntun kita menyadari bahwa hanya Tuhanlah yang menjadi sumber kekuatan dalam kehidupan kita.

Rekan-rekan Youth, dunia menawarkan semua kenikmatannya dan menjanjikan kepuasan dan kenikmatan yang semu dan bersifat sementara. Tidak pernah ada kepuasan yang sejati, dunia memberikan kenikmatan dan sukacita yang memang menyenangkan, tetapi hanya sementara, setelah selesai dan kita Kembali kepada kehidupan kita adakah kita, maka kita akan Kembali kepada semua kepenatan yang ada.

Tetapi sebaliknya ketika kita masuk dalam hadirat Tuhan  dan ketika kita keluar dari ruang do akita, yang ada adalah sukacita, kelegaan dan kekuatan untuk kita menjalani kehidupan kita. Jadi rekan-rekan youth semuanya, jangan pernah kehilangan bagian terbaik, tempat ter PW dalam kehidupan kita adalah ada dalam hadirat Tuhan.

Selamat menikmati tempat terPW yang sudah Tuhan sediakan bagi kita semuanya

Komitmenku hari ini    :

Kalau ada sesuatu yang membuatku tidak tenang hari ini, aku harus datang padaMu, menikmati ketenangan dan sumber kekuatan dalam kehidupanku

GE – MLE

Ekspektasi Dan Realita

Ekspektasi Dan Realita

Renungan Harian, Selasa 12 Oktober 2021

Yesaya 55 : 8 – 9, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

Ekspektasi adalah bayangan yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, dan biasanya bertolak belakang dengan Realita.

Kebanyakan orang yang memiliki ekspektasi adalah orang-orang yang perfeksionis, mereka cenderung menginginkan segala sesuatu berjalan sesuai dengan apa yang mereka harapkan, kadangkala menuntut orang lain untuk melakukan yang sama, menuntut untuk melakukan segala sesuatu dengan sempurna.

Reaksi yang timbul pada saat ekspektasi tidak terpenuhi sudah pasti sedih, kecewa, atau marah. Tidak ada salahnya kita memiliki ekspektasi tetapi jika itu hanya memenuhi keinginan kita dan di luar kehendak Tuhan maka Tuhan akan mengijinkan sesuatu terjadi tidak seperti yang kita harapkan.

Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa rancangan dan jalan Tuhan jauh lebih baik di atas segala rancangan dan jalan-jalan kita. Rancangan dan jalan yang kita pikir baik kadangkala tidak sama bahkan bertolak belakang dengan rancangan dan jalan-jalan-Nya Tuhan.

Kadangkala Tuhan mengijinkan beberapa hal terjadi di luar ekspektasi kita, hal ini menunjukkan bahwa Dia yang pegang kendali dan berdaulat penuh.

Hal yang perlu kita ingat, ketika ekspektasi kita tidak sesuai dengan yang kita harapkan :

Tuhan tidak pernah salah

Roma 8 : 28, Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.“

Segala sesuatu yang terjadi baik suka maupun duka akan mendatangkan kebaikan supaya rencana Allah akan digenapi dalam hidup kita. Tuhan tidak pernah salah, segala sesuatu Dia ijinkan karena ada alasan dan tujuan yang luar biasa didalamnya.

Jangan berhenti berharap

Roma 4 : 18, “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Pada saat Abraham menerima janji Tuhan belum terlihat penggenapannya dan bertolak belakang dengan realita yang ada. Namun, dikatakan bahwa sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham tetap berharap dan percaya sampai pada akhirnya semua digenapi. Jangan pernah berhenti berharap.

Mujizat masih ada

Matius 15 : 31,”Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.”

Ibrani 13 : 8,”Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil dan tidak mungkin, mujizat-Nya disediakan bagi setiap kita. Dahulu Tuhan Yesus melakukan mujizat bagi banyak orang, sekarang pun Dia akan tetap melakukannya bagi setiap kita. Dia adalah Tuhan yang tetap sama, dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Jangan pernah kecewa dan menyerah ketika ekspektasi tidak sesuai dengan realita yang terjadi. “Jika realita tidak sesuai dengan ekspektasi, percayalah bahwa realita membawa kita kepada kemuliaan Tuhan”

Tuhan Yesus Memberkati

YG