Hati yang Teruji

Hati yang Teruji

Renungan Harian Youth, Rabu 13 Oktober 2021

Syalom rekan-rekan youth …

Ada orang yang susah kalau melihat orang senang ~ tetapi senang jika melihat orang lain susah. Sikap ini seringkali kita sebut orang yang sirik, iri hati dan hatinya tidak bersih dihadapan Allah.

Tuhan selalu memberikan ruang untuk membentuk dan memurnikan hati kita. Didalam sebuah situasi dalam kehidupan kita. Perlu kita sadari bahwa manusia tidak akan pernah tahu kebusukan dan sikap hati yang salah, hal apakah yang ada didalam hati kita sampai kepada kejadian yang merendahkan, dikhinati, terdesak, tidak diperhitungkan dan disaat itulah kita bisa melihat diri kita sendiri. Bagaimana sikap hati kita dalam meresponi sebuah masalah.

Dan hal ini membawa kita harus juga berfikir dan jangan terburu-buru untuk menghakimi orang lain, Tuhan tidak pernah salah menempatkan orang-orang yang ada disekitar kita.

Karena Tuhan terus membangun kehidupan kita untuk semakin dimurnikan.

Amsal 16:2-3 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Amsal diatas memberikan hikmat bagi kita semua bahwa TUHAN MENGUJI HATI. Ketika Tuhan mengijinkan banyak hal terjadi dalam kehidupan kita, ingatlah Tuhan selalu memiliki rencana. TUHAN Menguji HATI, melalui situasi yang terjadi dan orang-orang disekitar kita untuk mengukur sikap dan kemurnian hati kita yang sebenarnya.

Sikap hati yang benar dihadapan Tuhan menjadi nilai yang jauh lebih penting dibandingkan dengan pencapaian dan kesuksesan

Mari kita melihat kehidupan SAUL dan DAUD, ketika Tuhan memurnikan hati … ada respon yang berbeda.

Respon Saul terhadap Ketaatan ditengah kemendesakan karena serangan orang Filistin (1 Samuel 13) membuat Saul ditolak oleh Tuhan, karena dia tidak dengar-dengaran dengan perintah Tuhan dan kebenaran. Bahkan nantinya kita bisa melihat Respon Saul salah pada saat melihat Daud lebih menerima pujian daripada dia (1 Samuel 18:6-7), padahal sebenarnya Tuhan memilki sebuah proses untuk membentuk hati Saul dan Daud. Keduanya sedang “dibentuk” oleh Allah – dari kisah ini kita bisa melihat bahwa Saul memiliki kedengkian didalam hatinya. Sebaliknya Respon Daud ~ ketika Dia memiliki kesempatan untuk membalas Saul, tetapi Daud tetap menjaga hatinya benar dihadapan Allah. Daud tetap memiliki integritas yang benar terhadap firman Allah.

Ketika menghadapi segala keadaan – lihatlah respon didalam pikiran dan hati kita. Karena Emas yang baik adalah emas yang dimurnikan bukanlah bongkahan batu yang penuh dengan kotoran.

Pemurnian atau pembersihan didalam kehidupan kita tidak hanya sekali tetapi Tuhan akan terus memurnikan kehidupan kita

Ibrani 10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Ketika hidup kita semakin murni dan dibersihkan maka kehidupan kita akan menghasilkan buah-buah rohani yang berkenan dihadapan Allah. Hati yang murni dan bersih selalu menghasilkan hal-hal yang indah, dalam sikap, perkataan dan tingkah laku.

Yohanes 15:2-3 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Ayat diatas jelas menyatakan sebuah proses yang Tuhan akan kerjakan dalam kehidupan kita, Tuhan mau supaya kita semakin berbuah dan caranya adalah proses pembersihan. Terkadang proses ini tidak menyenangkan, melalui banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita kebenarannya adalah Tuhan sedang membentuk kita supaya kita semakin serupa dengan kehendak-Nya.

Ketika ada hal negatif terjadi dalam kehidupan kita, jangan jadikan hal-hal tersebut untuk menjatuhkan kita tetapi sebaliknya jadikan  itu kesempatan untuk bertumbuh dan semakin dimurnikan. Jika ada hal kotor dan salah yang Tuhan ingatkan untuk kita lepaskan, mari lepaskanlah.

Rekan-rekan ingatlah … jangan pernah menyerah dengan proses yang ada, tetaplah bertahan karena ada tangan kasih Tuhan yang tetap memegang kehidupan kita.

Jalani proses yang ada dan lihatlah keindahan demi keindahan yang sedang Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita.

Tuhan Yesus memberkati

YNP – YDK

“Berawal dari Pikiran”

“Berawal dari Pikiran”

Renungan Harian Anak, Rabu 13 Oktober 2021

Bacaan Daniel 1

Selamat pagi adik-adik semua. Bagaimana kabarnya hari ini. Yuk sama-sama kita belajar Firman Tuhan pada hari ini. Jangan lupa dibaca yah ayat renungannya hari ini, berdoa minta Roh Kudus memberikan pengetahuan untuk membantu kita memahami Firman Tuhan pada hari ini.

Adik-adik ada sebuah kisah kehidupan seseorang yang Bernama Edwin C Barnes

Edwin C. Barnes hanya dipandang sebagai orang kecil. Penampilannya seperti seorang gelandangan. Derajatnya sangat jauh di bawah Ilmuwan yang terkenal yaitu Thomas A. Edison. Tetapi Siapa sangka bahwa Edwin dapat menjadi rekan dari Thomas Edison! Bagaimana hal itu terjadi? Semua itu bermula dari pikiran dan impiannya.

Bapak Edwin memiliki keingingan yang kuat untuk dan mau berusaha dengan sebaik mungkin supaya dia dapat berprestasi dengan baik supaya dia memiliki kesempatan mewujudkan impiannya. Kesempatan itu akhirnya datang. Bapak Thomas Edison baru saja menyempurnakan sebuah alat baru, yang sekarang ini dikenal sebagai mesin dikte Edison.

Pada waktu itu para tenaga penjualnya tidak begitu semangat dan antusias terhadap mesin itu, mereka yakin mesin itu tak akan laku terjual tanpa upaya yang sangat keras. Barnes melihat kesempatannya. Kesempatan itu muncul diam-diam, tersembunyi dibalik sebuah mesin yang tampak aneh, yang tidak memikat siapa pun kecuali oleh Edwin Barnes dan sang penemu. Barnes tahu dia bisa menjual mesin dikte Edison, dan itulah yang dikatakannya kepada Edison. Edison memutuskan untuk memberinya kesempatan. Dan Barnes memang berhasil menjual mesin itu. Penjualannya bahkan begitu sukses sehingga Edison memberinya sebuah kontrak untuk mendistribusikan dan memasarkan mesin itu keseluruh Amerika. Dari kesepakatan bisnis itu Barnes menjadi kaya raya, namun dia melakukan sesuatu yang jauh lebh besar. Dia membuktikan bahwa setiap kita bisa meraih setiap impian.

Dari kisah diatas, di Alkitab juga punya tokoh Alkitab yang berani melangkah dengan pemikiran mereka yang benar. Daniel, Hananya, Misael dan Azarya mendapat kesempatan hidup enak: menikmati makanan dan anggur raja. Namun Daniel berketetapan tidak menajiskan dirinya dengan semua itu. Mereka yakin tanpa menyantap makanan dan meminum anggur raja, mereka tetap sehat. Terbukti, mereka tampak lebih sehat dibanding dengan yang memakan santapan raja. Bahkan Alkitab menceritakan mereka juga jauh lebih berhikmat dibandingan orang yang lain

Daniel 1:19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.

Daniel – Hananya – Misael – Azarya

Daniel dan ketiga temannya berani untuk memilih melakukan apa yang benar, namun tindakan mereka bukan tanpa dasar. Mereka melakukannya karena ketetapan hati untuk menolak segala macam bentuk pelanggaran terhadap ketetapan Allah. Mereka memilih untuk karena pikirannya dipenuhi dengan prinsip kebenaran Allah maka mereka bertindak demikian.

Adik-adik semuanya ayo jangan takut untuk bemimpi dan memiliki cita-cita, apapun yang adik-adik impikan tidak ada yang terlalu tinggi. Pikirkanlah hal-hal besar yang bisa Tuhan berikan dalam kehidupan adik-adik semuanya. Jadilah anak yang rajin dan tetap semangat, jangan sia-siakan waktu-waktu yang adik-adik miliki untuk hal-hal yang tidak berguna.

Yang membedakan orang-orang berhasil dengan orang-orang gagal dalam mencapai kesuksesan adalah pikiran mereka, pikirkanlah hal-hal yang hebat dan jangan takut untuk berimmpi, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil

Ayat hapalan

Amsal 14:8 (TB)  Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya.

Komitmenku hari ini

Aku mau berani untuk memiliki pikiran dan impian yang besar, karena aku percaya Tuhan memiliki rencana yang luar biasa buat masa depanku

MEK – GCT

Pemberian Cuma-cuma

Pemberian Cuma-cuma

Renungan Harian, Rabu 13 Agustus 2021.

Bacaan : 1Korintus 12:4-11

1 Korintus 12:4, Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan

Dalam salah satu penjelajahannya, Christopher Columbus menemukan sebuah pohon yang sangat aneh. Pohon ini memiliki buah bulat yang membal seperti bola. Nama Indiannya adalah caoutchouc-”kayu yang menangis”. Pohon ini diberi nama demikian karena mengeluarkan getah yang menyerupai air mata. Akhirnya, para penemu pohon tersebut menemukan bahwa getah ini bisa dipanen dan dibiarkan mengeras untuk menghapus (rub out) tulisan pensil. Dari sinilah didapatkan nama “rubber” (karet).

Pada tahun 1830-an ditemukan bahwa karet tahan terhadap suhu yang sangat rendah apabila kandungan belerangnya dibersihkan. Oleh karena itu, ketika mobil ditemukan, permintaan karet menjadi tinggi. Di kemudian hari ditemukan bahwa getah pohon karet ini dapat digunakan untuk membuat sarung tangan bedah bagi para dokter. Ada begitu banyak kegunaan dari pohon karet yang masih harus ditemukan.

Demikian pula halnya ketika kita merenungkan karunia rohani yang diajarkan di dalam Alkitab, kita barangkali akan menemukan bahwa kita diberikan secara cuma-cuma karunia tersebut. Barangkali kita akan dapat menemukan bahwa kita memiliki kemampuan lain yang sebelumnya tidak kita ketahui. Apa pun karunia rohani Anda, semuanya itu berasal dari Tuhan (1 Korintus 12:4-6).

Jangan pernah membandingkan tiap karunia yang Tuhan berikan karena sudah sesuai kapasitas masing-masing.

Apapun karunia yang anda miliki, pergunakan untuk saling melengkapi orang lain sesama tubuh Kristus.

Pergunakan karunia itu untuk sama-sama membangun tubuh Kristus sehingga akan ada pertumbuhan.

Terdapat berbagai macam karunia tetapi kita semua dibangun diatas dasar yang sama yaitu, Kristus.

Tuhan Memberkati

TC