“Dalam Kendali Tuhan “

“Dalam Kendali Tuhan “

Renungan Harian Anak, Kamis 21 Oktober 2021

Mazmur 37:23-24, TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;  apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Halo adik adik Elohim Kids. Gimana kabar adik adik yang ada dirumah hari ini? Semoga semuanya sehat selalu ya…

Suatu hari Glen sedang kesal, karena papa mama memberitahukan bahwa mereka sekeluarga akan pindah ke luar kota mengikuti papa yang ditugaskan di kota lain. “Aku ga mau pindah ke luar Kota. Di sini udah enak. Bisa main sama tetangga dan sebentar lagi kan sekolah akan masuk, aku udah cocok sama teman-temandi sekolah, udah nunggu-nunggu kapan bisa bertemu dengan mereka. Kalau pindah kota, aku harus berkenalan lagi dengan teman baru. Terus rumah barunya enak ga? Ada tetangga untuk main ga?” Wah, banyak sekali yang dipikirkan oleh Glen!

Adik adik kadang-kadang ketika kita menghadapi perubahan terasa sangat menakutkan. Karena seperti Glen, dia tidak bisa membayangkan seperti apa kota barunya dan apa yang akan terjadi disana. Adik adik, sebenarnya yang penting dalam menghadapi perubahan adalah kita bisa Melihat KEBAIKAN yang Tuhan sedang kerjakan dalam perubahan itu.

Tapi, gimana caranya melihat kebaikan  kalau kita saja tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dalam perubahan itu?

Caranya adalah dengan PERCAYA kepada pribadi yang mendatangkan atau Mengizinkan perubahan itu.

Misalnya kalau Glen percaya bahwa papa mama sayang sama Glen dan selalu merencanakan yang terbaik untuk keluarga, Maka hati Glen bisa jadi lebih tenang. Gak mungkin kan papa mama memutuskan untuk pindah keluar kota kalau bukan untuk kebaikan sekeluarga?

Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.  Adik adik percayalah bahwa hidup kita ada dalam kendali Tuhan. Kalau kita percaya bahwa Tuhan selalu merencanakan hal yang baik untuk kita, hati kita akan lebih tenang dan bisa bersukacita terhadap perubahan bahkan perubahan yang tidak enak sekalipun.

Adik adik, ingatkan kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego? Ketika mereka disuruh untuk menyembah patung emas yang didirikan oleh raja Nebukadnesar, mereka tidak mau menyembahnya.

Daniel 3:17-18, Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Mereka percaya, bahwa Tuhan yang memegang kendali hidup mereka, sehingga mereka bertiga tidak pernah takut, sekalipun ada ancaman yang sangat berbahaya didepan mata mereka. Tuhan itu bisa digambarkan seperti kapten dalam sebuah kapal. Dia adalah kapten yang sangat jagoan dan tahu kemana harus berlayar.  Buat kita, laut itu sangat luas. Kita bingung arah mana yang harus diambil, belum lagi kalau bertemu dengan badai dan gunung es. Kalau Dia yang pegang kendali, hidup kita akan aman adik adik. Kalau pun di depan nanti ada badai dan gunung es, Tuhan pasti tahu bagaimana cara menolong kita.

Kapal adalah seperti hidup kita, kita mau tidak menjadikan Yesus sebagai Kapten kapal kita dan percaya kepada pimpinan-Nya? Percaya deh, tidak ada kapten yang lebih hebat dari Tuhan Yesus. Jadi untuk itu adik adik, yuk mulai hari ini kita harus benar benar percaya kepada Tuhan, bahwa apapun yang terjadi dihidup kita, Tuhan yang memegang kendali hidup kita, karena Dia tahu apa yang terbaik buat kita.

Ayat hafalan :

Amsal 3:5, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri”

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus, mulai hari ini, aku percaya bahwa Engkau yang memegang kendali seluruh kehidupanku, aku tidak akan takut lagi terhadap apapun Tuhan, karena aku percaya, ada Engkau yang selalu bersama sama dengan aku.

Tuhan Yesus memberkati selalu

YG – RS

“Membangun”

“Membangun”

Renungan Harian, Kamis 21 Oktober 2021

1 Korintus 3:10, “Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.”

Shalom… selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih didalam Tuhan Yesus Kristus.  Kata membangun dalam bahasa Inggris memakai kata Build.  Kata build merupakan kata kerja transitif.  Dalam Merriam Webster Dictionary memiliki arti: 1) to develop according to a systematic plan, by a definite process, or on a particular base. (untuk berkembang menurut rencana yang sistematis, dengan proses yang pasti, atau atas dasar tertentu); 2) increase, enlarge (meningkat, memperbesar). Dalam arti sederhana kata build memiliki arti berkembang secara sistematis lewat proses tertentu menuju tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam membangun sesuatu, kita tidak boleh membangun dengan asal-asalan.  Kita harus membangun dengan tujuan yang jelas dan dengan cara membangun yang benar dan baik.  Mari kita belajar hal membangun dengan langkah-langkah yang sistematis.

Apa yang akan anda bangun?

Hal ini menyatakan apa rencana bapak, ibu dan saudara ketika membangun sesuatu.  Kita tidak bisa asal-asalan dalam membangun sesuatu.  Sekalipun keuangan kita mencukupi, namun kita harus menetapkan dulu apa yang akan kita bangun.

Setelah menetapkan apa yang akan kita bangun, kemudian barulah kita menyusun anggaran dalam pembangunan.  Hal yang tak kalah penting dalam membangun adalah di mana lokasi kita membangun.  Yesus pernah memberi perumpamaan hal membangun di atas pasir dan batu karang.  Tentu saja di mana kita membangun akan menentukan cara membangunnya dan hasil pembangunannya.  Hal penting lain yang harus kita perhatikan juga adalah kualitas bahan bangunan yang akan dipakai, karena hal tersebut juga menentukan kekuatan bangunan yang kita bangun tersebut.

Mengapa anda membangun?  

Hal ini menyatakan apa alasan dan tujuan bapak, ibu dan saudara membangun.  Mari kita ajukan pertanyaan kepada diri kita masing-masing apa yang menjadi alasan kita membangun sesuatu.  Kemudian dengan jujur kita mulai memperhatikan pembangunan tersebut, untuk kepentingan siapa kita membangun?  Kepentingan diri sendiri atau kepentingan bersama.  Selanjutnya sebagai orang percaya kita juga harus menanyakan apa motivasi kita dalam membangun. Kitab Roma   Untuk kemuliaan diri sendiri atau untuk kemuliaan Tuhan? Sudahkah bapak, ibu dan saudara menemukan alasan dan tujuan membangun? 

Bagaimana cara anda membangun?

Hal ini menyatakan apa yang menjadi strategi dan cara bapak, ibu dan saudara dalam membangun.  Dalam membangun hal yang sederhana sekalipun kita harus tetap memperhatikan strategi dan cara membangunnya.  Kita tidak dapat hidup sendirian, kita juga tidak dapat membangun sendirian, kita harus menetapkan dengan siapa kita membangun sesuatu.  Kita membutuhkan dukungan orang lain.  Dalam membangun sesuatu kita harus mengumpulkan orang-orang yang berkompeten di bidangnya masing-masing untuk mendukung pembangunan yang sudah kita tetapkan. Kemudian berapa lama rencana pembangunan juga harus ditetapkan, sebab waktu sangat berharga bagi kita semua.

Sudahkah bapak, ibu dan saudara mengatur strategi dan cara dalam membangun sesuatu? Marilah kita membangun dengan rencana, alasan, tujuan dan strategi yang benar.

Tuhan kita adalah pribadi yang memiliki rencana, tujuan, alasan dan strategi yang benar dalam segala yang DIA perbuat.  Sebagai orang percaya kitapun harus demikian dan motivasi dalam membangun segala sesuatu adalah untuk kemuliaan TUHAN.  Amin. 

Tuhan Yesus memberkati.

DS

Ketundukan Pada Otoritas

Ketundukan Pada Otoritas

Renungan harian Youth, Kamis 21 Oktober 2021

Syalom sobat Youth, semoga semua dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Tuhan. Hari ini kita akan bersama merenungkan kebenaran Firman Tuhan mengenai “Ketundukan kepada Otoritas

Ketundukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti perihal (keadaan) tunduk; ketaatan; kepatuhan. Ketundukan menjadi bagian yang penting dalam kehidupan kita, terlebih sebagai murid Kristus, Alkitab memberikan petunjuk bagaimana kita harus hidup dengan roh penundukan diri kepada otoritas yang ada diatas kita.

Janganlah kita menabrakkan antara ketundukan dengan kebebasan karena kedua hal ini memiliki porsi dan tempat yang berbeda. Jika kita melihat situasi yang ada disekitar kita ketika seseorang kehilangan penundukan diri maka yang ada adalah sifat melawan dan memberontak.  Memberontak berarti tidak tunduk pada otoritas, di mana hal ini pasti akan menimbulkan konflik, baik itu konflik antar sesama anggota dalam sebuah keluarga, organisasi, masyarakat, atau bahkan suatu negara.

Seringkali dengan alasan kebebasan berpendapat menjadi alasan untuk membenarkan Tindakan melawan otoritas, padahal jika kita mau untuk terbuka dengan kebenaran maka fakta yang ada pemberontakan terjadi karena Ada ego yang tinggi, dan kesombongan yang merasa diri lebih baik dan merasa lebih mampu dari pemimpinnya.

Alkitab memberikan sebuah peringatan yang penting mengenai hal ini, yuk kita perhatikan beberapa ayat berikut

I Petrus  2:13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,

I Petrus  2:18 Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.

Ibrani 13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Ayat-ayat diatas sudah dengan jelas menyatakan mengenai hal penundukan diri kepada otoritas yang ada.

Kata “Tunduklah” dalam Bahasa Yunani digunakan kata “Hupeiko” yang secara literal berarti untuk tidak melawan lagi, tetapi untuk memberi jalan, berserah dan menyerahkan diri. Dengan kata lain

penundukan diri adalah sebuah proses untuk kita mempercayakan diri kita untuk dibentuk dibawah pimpinan seseorang.

Rekan-rekan dimanapun kita berada pasti ada orang-orang yang Tuhan tempatkan sebagai otoritas diatas kita, dalam keluarga ada orang tua, di sekolah ada guru, di tempat kerja ada Bos, di masyarakat ada perangkat desa, dalam pemerintahan terkecil hingga pusat ada pemegang otoritas dan juga dalam gereja ada para pemimpin rohani atau gembala sidang. Ada bagitu banyak perpecahan dalam tubuh Kristus karena alasan ketundukan diri ini.

Percalah bahwa Tuhan tidak pernah salah menempatkan orang-orang yang ada diatas kita, jangan memiliki roh pemberontakan, namun milikilah sikap seorang pekerja yang baik. Jangan melawan mereka karena hanya akan membawa kerugian kepada kita, tetaplah setia untuk melakukan tanggung jawab kita dengan baik, ingatlah bahwa setiap kita yang setia kepada perkara-perkara kecil akan diberikan promosi dan kepercayaan untuk perkara-perkara yang lebih besar.

Tanpa penundukan diri, maka kita tidak akan menjadi pribadi yang berkualitas, melainkan pecundang atau pembuat masalah dalam komunitas.

Ada beberapa tips praktis untuk bekerjasama dengan pemimpin kita dan hal ini berlaku dimanapun kita berada

1. Mengolah Emosi Kita, Jangan mudah untuk marah dan kecewa, setiap emosi yang negatif harus dikelola. Segeralah memaafkan dan jangan menumpuk dendam

2. Mencari Kesamaan, jangan membesarkan perbedaan namun sebaliknya temukanlah kesamaan supaya kita  bisa menemui titik kerja sama yang saling membangun

3. Teruslah bersikap baik, sikap yang baik pasti membawa kesenangan bagi banyak orang termasuk pimpinan. Kembangkanlah nilai-nilai yang baik maka kebaikan itu akan membawa dampak bagi orang lain termasuk pimpinan kita

4. Menuntaskan Tugas dan Tanggung Jawab. Ini menjadi nilai yang penting bagi kita semuanya. Kerjakanlah semua Tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada kita.

5. Memberi Lebih dari yang diharapkan,  ketika kita mau untuk berjuang dan memberikan lebih dari apa yang diharapkan maka akan ada nilai postif yang diberikan kepada kita

Yuk rekan-rekan Youth, sedini mungkin kita belajar untuk memiliki ketundukan diri kepada otoritas diatas kita, karena melalui merekalah Tuhan akan membentuk kehidupan kita dan akan memberkati kehidupan kita.

Jangan lupa untuk terus mendoakan semua pemimpin kita baik dalam keluarga, gereja, sekolah, perusahaan bahkan sampai kepada pemerintahan kiranya hikmat dan kebijaksanaan dari Tuhan ada dalam kehidupan mereka.

Tetap Semangat dan Tuhan Yesus memberkati.

YNP – SCW