“Kesetiaan Allah”

“Kesetiaan Allah”

Renungan Harian Anak, Senin 25 Oktober 2021

Ulangan 32

Hallo, syalom adik-adik Elohim Kids… kita semua beryukur boleh memasuki minggu yang baru ini … adik-adik semua pasti sudah masuk sekolah ya walaupun masih online atau ada adik-adik yang sudah onsite adik-adik harus belajar dengan baik dan semangat ya … kakak ingatkan tetap jaga dan patuh dengan protokol Kesehatan karena virus covid masih ada disekitar kita.

Hari ini Kembali kita akan bersama-sama merenungkan kesetiaan Allah, seperti apa yang adik-adik sudah pelajari kemarin di Sunday Funday … ayo kita mau terus mengingat kesetiaan Allah dalam kehidupan kita semuanya, dan bersyukurlah kita memiliki Allah yang setia.

Adik-adik Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan setia yaitu berpegang teguh pada janji, pendirian, taat, bagaimanapun berat tugas yang harus dijalankannya, ia tetap memenuhi janjinya. Dengan kata lain setia yaitu menunjukan komitmen atau memegang teguh pendirian baik dalam keadaan senang ataupun susah, tidak mudah berubah.

Adik-adik, pada waktu bangsa Israel keluar dari tanah Mesir di bawah pimpinan Musa, banyak sekali tantangan dan hambatan yang dialami oleh bangsa Israel. Mereka harus melakukan perjalanan yang cukup jauh bahkan empat puluh tahun lamanya sebelum akhirnya tiba di tanah Kanaan. Namun ketika Tuhan telah membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan di tanah Mesir menuju tanah Kanaan, bangsa Israel justru hidup dalam ketidaksetiaan kepada Tuhan. Alkitab menceritakan bahwa bangsa Israel pada saat susah, yang ada hanya sungut-sungut dan saling menyalahkan satu dengan yang lain. Mereka menyalahkan Musa karena dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab atas apa yang mereka alami saat itu dan yang menyedihkan adalah mereka akhirnya meragukan kesetiaan Tuhan. Mereka lebih senang tinggal di tanah Mesir meski diperbudak daripada harus mengembara di padang gurun.

Firman Tuhan menyebutkan bahwa bangsa Israel telah berlaku bebal, tidak lagi hidup seturut dengan kehendak Tuhan. Mereka bahkan menyembah ilah-ilah lain dan itu menyedihkan hati. Oleh karena itu, Musa perlu mengingatkan bangsa Israel agar mereka sadar bahwa Tuhan tetap setia dan mengingat janji-Nya, Segala sesuatu yang mereka alami justru adalah bukti dari kesetiaan Tuhan yang memelihara dan melindungi seperti induk rajawali terhadap anak-anaknya.

Dalam Nyanyian Musa di ulangan 32, Allah menjaga umatnya digambarkan dengan 2 hal

1. Seperti Biji Mata-Nya

Adik-adik, Mata adalah bagian tubuh yang sangat penting, karena itu mata dijaga begitu istimewa. Ada air mata yang akan membasahi mata supaya lensanya tidak tergores apa pun, kalau kotoran masuk akan dikeluarkan oleh air mata. Lalu ada kelopak mata yang akan berkedip kalau mata dalam bahaya, ada alis dan bulu mata yang menjaga supaya kotoran dari luar tidak langsung masuk. Wah, luar biasa penjagaannya berlapis-lapis, demikian juga Tuhan menjagai umat-Nya. Tuhan mengasihi umat-Nya seperti biji mata- Nya.

2. Seperti burung rajawali yang dengan kekuatan sayapnya menjaga kita anak-anaknya.

Tuhan menjagai kita seperti Rajawali yang melindungi anak-anakNya yang menaungi dengan sayap kekuatanNya. Melatih kita untuk tetap kuat menembus badai yang ada dengan kemenangan. Memelihara anak-anaknya dengan sangat baik sehingga tidak kekurangan.

Adik-adik kita sungguh bangga menjadi anak-anakNya Tuhan Yesus, walaupun seringkali kita gagal untuk taat dan setia kepada Tuhan … Tuhan masih tetap mengasihi dan menjagai kita, bahkan dia tetap memulihkan kehidupan kita sehingga kita semakin serupa dengan kehendak-Nya. Oleh karena itu, Adik-adik harus berjanji untuk tidak membuat hati Tuhan sedih. Tetaplah rajin berdoa, dengar renungan bahkan Ibadah walaupun masih online dan memuji nama Tuhan seperti Musa.

Ayat Hafalan

Mazmur 89:2 Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun.

Komitmenku hari ini

Aku bersyukur atas kesetiaan Tuhan bagi hidupku, aku juga mau menjadi anak yang Setia kepada Tuhan selamanya.

SF 241021 – SP

Menang Mengatasi Masalah dengan 5 M

Menang Mengatasi Masalah dengan 5 M

Renungan Harian, Senin 25 Oktober 2021

Syalom bapak ibu semuanya, dalam menjalani kehidupan sebagai orang percaya, tentunya dalam memandang dan menghadapi masalah kita harus memiliki cara pandang yang tepat bukan saja dengan pemikiran kita sendiri atau bahkan dengan cara dunia ini.

Mari kita akan merenungkan Kembali bagaimana kita dapat menang atas masalah dengan 5 M yaitu MA-MI-MU-ME-MO

1.  MA – MASALAH

Selama kita hidup didunia ini, masalah adalah bagian hidup kita. Ketika masalah datang dalam hidup kita, hal yang selalu terpikir adalah hal yang negatif.  Pertanyaan yang selalu muncul “dimana Allah” ? Hal ini dapat membuat Tuhan sedih, karena kita mempertanyakan Allah. “Kita harus belajar untuk menjadi orang yang tidak cepat untuk mengeksekusi segala sesuatu, yang tidak terlalu cepat mengambil keputusan, karena kita tidak tahu akhirnya seperti apa”

Masalah adalah bagian kehidupan kita, namun menang atas masalah akan menjadi sukacita dan kemenangan kita didalam Tuhan

2. MI – MISI

Tuhan punya misi dalam setiap masalah kita. Jangan hanya mengeluh tentang masalah yang ada, namun kita harus tetap percaya bahwa Tuhan memiliki MISI atau tujuan dari setiap tantangan yang kita hadapi

Contohnya dalam kisah perjamuan di Kana. Yohanes 2:11, Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Tujuan setiap permasalahan yang ada adalah agar kita dapat semakin percaya kepada Tuhan Yesus.

“Setiap persoalan yang kita alami, berujung kepada misi, berujung kepada hal hal yang membuat jiwa-jiwa percaya kepada Tuhan”. Pada akhirnya masalah ini berujung kepada misi dan tujuan Allah yang lebih besar? Yaitu banyak orang percaya “karena mereka melihat MUJIZAT”

3. MU – MUJIZAT

Masalah adalah sarana untuk menyatakan kemuliaan Allah, bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup. Masalah yang terjadi dihidup kita, Tuhan pakai untuk menyatakan siapa Diri-Nya. Tuhan tidak pernah membuat masalah, tetapi karena kita memang masih hidup dalam dunia, dimana iblis masih punya kuasa dibumi ini, sehingga yang namanya masalah pasti terjadi, tujuan iblis agar kita mempertanyakan kuasa Tuhan.

Iblis boleh lakukan segala macam cara untuk menjatuhkan kita, tetapi Tuhan punya seribu satu macam cara untuk membuat masalah yang ada dihidup kita mendatangkan misi, melalui mujizat. Iblis bisa melakukan mujizat, tetapi terbatas, sedangkan Tuhan bisa melakukan mujizat, tetapi unlimited atau tidak terbatas.

Setiap masalah yang datang dalam hidup kita, mari kita berpikir bahwa Tuhan mempunyai misi untuk hidup kita dan dunia ini.

Yohanes 20:30-31, Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Kita harus bangga kepada Tuhan kita, karena apapun yang dikerjakan oleh iblis, perangkap apapun yang dilakukan oleh iblis,  apapun yang dilakukan orang lain untuk membuat masalah, tetapi Allah sanggup memakai masalah ini menjadi sarana penyataan kemuliaan Allah.

Bagaimana supaya agar masalah itu menjadi MUJIZAT?? Kita harus Menang dalam proses ini.

4. ME – MENANG

Bagaimana caranya untuk menang atas masalah? Harus ada kerjasama, artinya ada bagian yang harus kita lakukan.  Iblis datang pertama untuk memikat kita, setelah itu mengikat kita, dan setelah itu dia akan menyikat kita menghabisi kita. Sebaliknya ketika kita datang kepada Tuhan, ketika kita menyerahkan setiap permasalahan yang ada, maka disanalah kita akan melihat Mujizat dan Pertolongan Tuhan. Pada waktu kita mempercayakan masalah kita kepada Tuhan, maka kita akan melihat perkara perkara ajaib yang luarbiasa. Setiap kali ada masalah datang dihidup kita, ingat selalu bahwa Tuhan punya misi untuk hidup kita.

KETAATAN ADALAH KUNCI UNTUK MENGALAMI MUJIZAT

5. MO – MONGGO

Kita harus menjadi orang yang menjadikan masalah sebagai target misi kita. Monggo artinya kita mempersilahkan Tuhan untuk memakai kehidupan kita sebagai alat kemuliaanNya. Setiap persoalan yang kita alami, jangan pertanyaan kuasa Tuhan, karena yang terpenting adalah sikap kita, setiap persoalan yang terjadi dihidup kita, mari kita jadikan itu menjadi ladang misi buat Tuhan.

Mari memandang Masalah dengan kaca mata yang berbeda. Biarlah kemenangan itu bukan saja untuk kemenangan atas masalah kita, namun diatas semuanya kita mengijinkan TUhan untuk memakai kehidupan kita bagi alat kemuliaan Tuhan dan membuat banyak orang percaya kepada-Nya

Tuhan Yesus memberkati

Rangkuman Khotbah

Pdt. Ibu Ester Budiono

Menanti dengan Kekuatan Tuhan

Menanti dengan Kekuatan Tuhan

Renungan Harian Youth, Senin 18 Januari 2021

Syalom  rekan-rekan youth,salam sehat selalu, Gimana kabarnya?  Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan kuasa Tuhan Yesus Kristus!

Rekan-rekan Hampir setiap orang akan merasa tidak sabar dan bosan saat harus menunggu, apalagi menunggu dalam waktu yang lama. Contohnya Kita sering kesal saat harus antri di depan ATM, ketika kita buru-buru ternyata orang di depan kita begitu lama berada di dalam. Jika di depan ATM saja sudah repot, apalagi ketika kita harus menunggu giliran dilayani di bank. Antrian bisa jauh lebih panjang dan prosesnya jauh lebih lama. Bahkan di restoran pun kita sekarang sering harus mengantri terlebih dahulu. Orang yang menunggu sesuatu yang tidak jelas, akan lebih merasa gelisah. Bukan karena durasi waktunya, melainkan karena dia tidak mendapat kepastian.

Kita sudah hampir tiba di penghujung tahun 2021 dengan berbagai hal yang terjadi dibelakang kita. Banyak hal mulai dari hal-hal menyenangkan, hal yang menyedihkan sampai dengan hal yang kita tidak pernah bayangkan akan terjadi sebelumnya. Kita mungkin sepakat kalau tahun 2021 adalah tahun yang berat, menguras energi, membiasakan diri untuk hal yang tidak biasa kita lakukan, bahkan mungkin ada yang kehilangan orang yang kita kasihi di tahun ini. Banyak hal yang tidak sesuai dengan rencana kita, bahkan juga kita tidak tau apakah kita mampu mendapatkan suatu hal atau keinginan kita jika kondisi yang terjadi akan terus menerus seperti ini.

Menunggu, jadi satu kata yang benar-benar mungkin hari-hari ini kita alami. Menunggu kapan pandemi ini berakhir, menunggu kapan Tuhan menjawab doa kita.

Menunggu menjadi satu hal yang membosankan ditengah karakter kita sebagai anak muda yang sangat identik dengan yang namanya instan atau cepat.

Ada Tiga alasan mengapa Tuhan terkadang sengaja membuat kita menunggu:

MENUNGGU MENUNJUKKAN ISI HATI KITA YANG SESUNGGUHNYA

Waktu menunggu seringkali menunjukkan isi hati yang sesungguhnya. Maka itu Tuhan seringkali sengaja membuat kita menunggu—Dia seringkali ingin menunjukkan isi hati kita terlebih dahulu dan membenarkannya sesuai dengan kasih karuniaNya. Dalam menunggu kadang terungkap setiap motivasi hati kita dan juga kepercayaan kita kepada Tuhan. Waktu menunggu seringkali menunjukkan isi hati yang sesungguhnya. Maka itu

Tuhan seringkali sengaja membuat kita menunggu—Dia seringkali ingin menunjukkan isi hati kita terlebih dahulu dan membenarkannya sesuai dengan kasih karuniaNya.

Ketika tiba pada sebuah masa penantian disanalah kadang kita bisa melihat lebih jelas isi hati kita, untuk tetap mau ikut proses Tuhan atau memilih jalur cepat yang lebih menyenangkan tetapi sesuatu yang tidak benar.

MENUNGGU MELATIH KESABARAN KITA

Bagaimana cara kita belajar untuk sabar? Apakah ketika semuanya berjalan dengan mulus tanpa hambatan? Tentu saja tidak! Kesabaran kita hanya dapat dilatih ketika kita sedang berada di keadaan-keadaan yang membutuhkan kesabaran dalam penantian.  Jika kamu saat ini sedang berada di sebuah musim menunggu, saran yang dapat saya berikan adalah untuk tidak mengeluh terus. Lebih baik kamu menggunakan kesempatan yang ada untuk belajar bersabar. Tentu ini bukanlah suatu hal yang mudah, maka itu teruslah meminta pimpinan Tuhan di dalam musim menunggumu sehingga Dia mengajarkanmu kesabaran yang kamu butuhkan tersebut. Percayalah,

kesabaran adalah suatu hal yang sangat penting yang dapat membantu kita memiliki kehidupan yang kuat.

MENUNGGU MENYADARKAN KITA BAHWA KITA MEMBUTUHKAN TUHAN

Di Alkitab, Tuhan seringkali membuat umat-umatNya menunggu. Tuhan membuat Abraham dan Sarah menunggu akan kelahiran anak mereka, Tuhan membuat Yusuf menunggu pembebasannya dari dalam penjara, dan Tuhan membuat Yosua menunggu akan runtuhnya tembok Yeriko. Namun kita belajar bahwa setiap musim menunggu yang Tuhan berikan tidaklah Tuhan berikan hanya untuk iseng; melainkan, Tuhan memberikannya agar umat-umatNya sadar bahwa mereka membutuhkan kuasa Tuhan di dalam hidup mereka.

Tuhan tidak pernah berjanji bahwa hidup bersamanya akan lancar, tetapi Tuhan berjanji bahwa Dia akan selalu menyertai kita di dalam kita menghadapi setiap hambatan hidup kita. Jika kita membaca Alkitab, kita akan menemukan bahwa umat-umat Tuhan yang telah melewati musim menunggu bersama Tuhan, berakhir dengan sebuah relationship yang lebih kuat lagi dengan Tuhan.

Didalam masa Penantian, kita harus bergerak aktif gali potensi jangan duduk diam seolah-olah menanti waktu akan datang tanpa mempersiapkan diri dengan baik. DI dalam masa menunggu ini, percayalah bukan suatu masa atau musim yang sia-sia. Tapi adalah masa dimana kita gaboleh berdiam diri, kita harus peka dengan setiap kesempatan untuk menghasilkan buah-buah yang baik. Kita harus punya semangat, passion dan iman yang semakin baik. Sehingga ketika waktu Tuhan datang, kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dengan kualitas diri yang semakin baik dan siap.

“Just because your dream is delayed, doesn’t mean it’s denied. As a Christian, we’re not only trusting in God’s power, but we’re also trusting in God’s calendar.”
– Hanya karena mimpimu tertunda, bukan berarti itu dibatalkan. Sebagai seorang Kristen, kita tidak hanya percaya kepada kuasa Tuhan, tetapi kita juga percaya pada agenda Tuhan. ”

Jika kita ingin hasil yang terbaik yang berasal dari Tuhan, kita juga harus siap melewati prosesnya. Tidak ada hal luar biasa yang muncul oleh karena proses yang biasa-biasa saja. Hal luar biasa hanya akan muncul setelah melewati proses yang tidak kalah luar biasanya. Maka itu, marilah kita menjadi pengikut-pengikut Tuhan yang setia menunggu dan menjalani proses Tuhan.

Kolose 1:9-12, “Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.”

Komitmenku hari ini

Dalam Masa Penantian, aku harus terus berusaha menjadi anak muda yang semakin positif dengan membangun dan mempersiapkan hidupku, sehingga ketika Pintu itu terbuka aku siap melakukan yang terbaik

ER251021 – LP