“Selagi Ada Kesempatan”

“Selagi Ada Kesempatan”

Renungan Harian Anak, Selasa 30 November 2021

Bahan Bacaan 2 Timotius 4:1-8

Selamat pagi adik-adik semua. Bagaimana kabarnya hari ini. Yuk sama-sama kita belajar Firman Tuhan pada hari ini. Jangan lupa dibaca yah ayat renungannya hari ini, berdoa minta Roh Kudus memberikan pengetahuan untuk membantu kita memahami Firman Tuhan pada hari ini.

Adik-adik pasti tau dong dengan Game Flappy Bird. Game yang sangat populer ini pasti pernah dimainkan oleh kita semua. Game unik yang melatih reflek dan konsentrasi ini pernah berada pada puncak kejayaannya selama beberapa tahun. Namun dibalik itu semua, ada satu hal yang disesali oleh si pembuat game, Dong Nguyen. Saat awal kemunculannya, game Flappy Bird sangat meledak dan populer. Seharusnya, ini membuat senang Dong Nguyen, pencipta game Flappy Bird. Namun, nyatanya ia justru menerima komentar negatif yang penuh kebencian dari warganet. Bahkan, ia juga menerima ancaman pembunuhan. Ngeri!

Saat merilisnya, Nguyen mengaku Flappy Bird dirancang hanya untuk mengisi waktu luang, dimainkan selama beberapa menit di waktu santai. Namun akhirnya, game tersebut justru semakin populer dan adiktif atau banyak membuat orang kecanduan dengan game ini. Nguyen merasa ada yang salah dan berbahaya dengan kondisi itu.

“Awalnya Flappy Bird didesain hanya untuk dimainkan beberapa menit di waktu santai, tapi game ini malah membuat kecanduan para pemainnya. Aku rasa hal itu akan menimbulkan masalah. Untuk menyelesaikannya, yang terbaik adalah dengan menarik (Flappy Bird) dari toko aplikasi. Untuk selamanya,” ungkap Nguyen.

Pada 10 Februari 2014, Dong Nguyen menarik game ini dari AppStore dan Google Playstore, tutur laman Mental Floss. Ini dilakukan bukan karena ancaman yang ia terima, tetapi ia menyesal bahwa Flappy Bird menjadi game yang sangat adiktif dan mengikat banyak orang. Setelah game ini dihapus, muncul banyak game sejenis yang meniru konsepnya. Dia pun akhirnya menyelesaikan permasalahan yang dia rasa perlu dituntas walau harus menarik sesuatu yang sangat menguntungkan bagi dia. Namun hal itu harus dilakukan agar tidak ada penyesalan lainnya yang akan datang.

Adik-adik hal yang paling dirindukan oleh seseorang yang melakukan kesalahan adalah kesempatan kedua agar dapat memperbaiki kesalahan tersebut. Akan tetapi, hal ini sulit terwujud karena kesempatan tidak selalu datang untuk kedua kalinya.

Dalam surat 2 Timotius 4, Rasul Paulus menasihati Timotius dengan serius agar Timotius memberitakan firman dalam segala waktu dan keadaan. Hal ini karena akan ada masa di mana orang-orang tidak mau lagi menerima ajaran yang sehat, melainkan ajaran guru-guru palsu yang hanya untuk memuaskan keinginan mereka. Selama masih ada orang yang mau mendengarkan kebenaran Allah, Timotius harus menguasai diri dalam segala hal, sabar menderita, melakukan pemberitaan Injil, dan menunaikan tugas-tugas pelayanannya.

Adik-adik Kehidupan ini digambarkan seperti sebuah pertandingan. Pemenangnya bukan siapa yang duluan sampai di garis finis, tetapi siapa yang mengakhiri pertandingan dengan baik, dalam arti telah mengerjakan tiap kesempatan yang Allah berikan kepadanya dengan baik. Paulus sendiri telah mencapai akhir dan ia berhasil memelihara imannya. Kini selama Timotius masih hidup, ia harus memaksimalkan kesempatan, agar ia dapat menyelesaikan pertandingan kehidupan dengan baik, dan meraih mahkota kebenaran.

Adik-adik kita harus menyadari bahwa Hidup manusia begitu singkat. Namun, dalam waktu yang singkat tersebut, Tuhan memberikan kesempatan kepada manusia, baik kesempatan untuk bertobat maupun kesempatan untuk melayani-Nya. Terkadang kesempatan itu hanya datang satu kali dan harus segera dimanfaatkan, karena akan ada saatnya ketika kita akhirnya bertindak, tetapi momen tersebut sudah lewat.

Ayo adik-adik hidup ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan bagi kita, dalam segala keadaan dalam semua waktu baik senang ataupun susah, kita harus memakai kesempatan untuk melakukan apa yang benar agar kita tidak menyesal dikemudian hari.

Ayat hafalan

Galatia 6:10 (TB)  Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar menggunakan setiap kesempatan yang diberikan, untuk berbuat apa yang benar dan tidak menyesalinya dikemudian hari

MEK – KCP

Tenang ditengah Badai

Tenang ditengah Badai

Renungan Harian, Selasa 30 November 2021

Markus 4:35-41,

“Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”

Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.

Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Jika kita mau menjawab secara jujur, mungkin kita pun akan takut bila mengalami hal serupa yang dialami para murid Tuhan Yesus, karena kita tidak percaya ataupun berjalan tanpa mengandalkan Allah. Hari-hari ini misalnya, hampir serupa, ada banyak ketakutan yang kita rasakan melalui pandemi. Namun, bergantunglah pada iman kita serta Pribadi Tuhan Yesus Kristus. Meski tidak mudah, namun belajarlah, supaya memperoleh sesuatu yang berharga serta penting dari-Nya. Dan bukannya pada rasa takut itu sendiri maupun pribadi-pribadi yang lainnya.

Para murid mengalami suatu angin taufan yang besar. Mungkin saat-saat ini, kita pun mengalaminya. Namun, firman Tuhan yang kita terima janganlah biarkan berlalu sia-sia. Tuhan mengasihi kita karena Alkitab menyatakannya. Sayangnya, sering kali kita bertumpu pada pribadi maupun hal-hal yang lain. Karena itu, berubahlah. Dalam cara melayani, beribadah, memuji dan menyembah Dia. Alamilah perubahan yang luarbiasa didalam Tuhan. Jangan lagi kita main-main ketika datang ke hadiratNya. Tetapi marilah kita mempersiapkan hati kita untuk DIA.

Jika ingin hidup dalam suatu ketenangan, meski di tengah persoalan ataupun badai hidup yang melanda, ada hal hal yang perlu kita bangun sebagai komitmen dalam setiap kehidupan kita. Apa saja??

MILIKI PENGALAMAN PRIBADI BERSAMA TUHAN

Hidup ini sedang menjelang akhir zaman. Banyak hal mungkin berusaha menggoncang, namun kita berada dalam perlindungan dan naungan Tuhan yang luarbiasa. Allah yang telah mengundang, mengajak serta menyelamatkan kita pun menantang kita untuk memiliki pengalaman yang personal dengan-Nya. Tuhan Yesus sangat ingin berperkara dengan kita masing-masing. Dan asal ada Dia dalam setiap kehidupan kita, maka aman serta tenanglah hidup kita. Jika Dia menyerahkan segenap nyawa-Nya bagi kita, apa lagi yang tidak akan diserahkan-Nya bagi kita ? Maka, bersyukurlah kita memiliki Allah yang seperti Dia. Karena itu, masalah apa pun yang kita alami, anggaplah sebagai pengalaman pribadi untuk lebih dekat dengan Tuhan.

Mengutamakan hadiratNya

Markus 4:36, Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu perahu lain juga menyertai Dia.

Milikilah waktu yang spesial, khusus serta terbaik bersama Tuhan. Sebab, ada waktunya bagi kita untuk sekadar berduaan bersama Tuhan, berbincang-bincang secara manis dan apa adanya dengan Dia. Jika Allah saja memberi kita 24 jam dalam sehari, masakah kita tidak rela menyediakan waktu sedikit pun bagi Dia. Jika kita saja sebagai anak Tuhan bersedia menghabiskan berjam-jam untuk melakukan hal lainnya, mengapa kita enggan menghabiskan waktu sejam atau dua jam saja bersama-Nya. Maka, hampirilah Dia secara pribadi, pisahkan diri dari urusan-urusan dunia, karena kekuatan kita yang sejati asalnya dari Tuhan, dan Dialah yang akan menganugerahkan kemenangan demi kemenangan.

Arti kata ’sela’ dalam firman Tuhan seperti Mazmur pun ialah istirahat, bukan sekadar secara fisik seperti tidur, melainkan lebih pada menikmati Allah serta hadirat-Nya.

Apa pun badai besar yang kita hadapi, tidak akan terlalu penting ataupun berarti apabila kita menyadari sepenuhnya bahwa kita mempunyai Allah yang besar dalam hidup kita, Tuhan Yesus Kristus. Ingatlah akan kebaikan-kebaikan-Nya. Tuhan kita hidup, besar serta berkuasa.

TUHAN Yesus memberkati

YG

Lawanlah dengan Segera

Lawanlah dengan Segera

Renungan Harian Youth, Selasa 30 November 2021

Syalom … selamat pagi rekan-rekan youth semuanya, kiranya berkat Tuhan melimpah didalam kehidupan kita semuanya.

Rekan-rekan jika kita harus menyadari bahwa kita semuanya memiliki musuh yang selalu berusaha untuk menjatuhkan kita. Tanpa kewaspadaan ini kita bisa jadi tidak sadar bahwa kita sudah dalam keadaan yang kalah. Lawan itu adalah iblis, iblis berkarya supaya kita tidak menikmati bagian hidup sebagai orang percaya, seperti apa yang Tuhan Yesus nyatakan bahwa Iblis itu seperti pencuri yang akan mencuri segala sesuatu dalam kehidupan kita, dia akan membunuh dan akan membawa kita kepada kebinasaan.

Masalah itu tidak usah diundang, seringkali datang dengan sendirinya. Jika kita tidak waspada dengan memberikan respon yang tepat maka iblis bisa jadi mengambil kesempatan untuk mencuri banyak hal dalam kehidupan kita. Iblis ingin agar kita terus menerus merasa tertekan dan bersedih, seringkali iblis mendakwa kita dan membuat kita merasa tidak diampuni. Dakwaan ini dipakai oleh iblis untuk  mencuri sukacita kita. Karena iblis tahu bahwa “SUKACITA TUHAN” adalah “kekuatan” kita melawanya (Nehemia 8:10.). Bahkan Iblis ingin melemahkan kita dan membuat kita tidak mampu melakukan apapun, kecuali menerima saja semua serangan yang dilancarkannya terhadap kita dan kita menyerah.

Jangan Main-main dengan Iblis, karena jika kita tidak waspada dan menjadi lengah maka dengan mudah kita akan kehilangan hal-hal yang benar dalam kehidupan kita. Karena itu hal yang harus dilakukan adalah membereskannya dengan segera, jika tidak maka kita akan tenggelam lebih dalam lagi kedalam jebakan iblis. Rekan-rekan jika kita tahu kebenaran dan tidak melakukannya, maka artinya kita “main-main dengan si jahat.” Kita sedang memberikan tempat bagi iblis untuk berpijak dan menguasai kehidupan kita. Begitu dia mendapat pijakan kakinya, iblis bisa menjadi semakin kokoh menguasai dan mengikat kehidupan kita.

Iblis progresif dan agresif dalam serangannya terhadap kita, dan kita juga harus melawannya dengan agresif.

Yuk kita belajar dari Nasehat Rasul Petrus dalam 1 Petrus 5:6-9

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Iblis digambarkan seperti Singa yang mengaum dan siap untuk menerkam kita ketika kita lemah, dia mencari-cari kesempatan yang tepat untuk menjatuhkan kita.

Dari ayat diatas kita belajar bahwa iblis menyerang kita dengan 2 hal yaitu kesombongan dan kekuatiran, kedua hal ini dapat dipakai oleh iblis supaya kita gagal bertumbuh didalam iman yang kokoh untuk bisa menang melawan iblis. Apa yang harus kita bangun dalam diri kita

1. Bangunlah Kerendahan Hati

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. (Ayat 5)

Kerendahan hati akan menangkal kesombongan dalam diri kita, sikap ini adalah kesadaran bahwa hidup kita adalah anugerah Tuhan. Segala hal yang kita miliki hari ini adalah anugerah Tuhan dan untuk melakukan segala sesuatu kita perlu pertolongan Tuhan. Sikap hati ini akan menjaga kita untuk terus terkoneksi dengan Tuhan karena kita sadar bahwa tidak ada hal yang bisa kita lakukan diluar Tuhan.

2. Berserah kepada Tuhan

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Ayat 7

Berserah bukanlah memiliki makna yang negatif dan tidak melakukan apa-apa, namun sebaliknya berserah adalah sebuah kekuatan untuk kita percaya akan pemeliharaan Allah dalam kehidupan kita. Dalam segala situasi dalam kehidupan kita berserahlah, waktu kita marah, kecewa, sakit hati, kuatir ayo belajarlah untuk berserah dan memohon kekuatan kepada Tuhan untuk mampu kuat.

3. Lawanlah dengan Iman yang teguh

Jangan menjadi lemah tetapi kita harus melawannya, kita harus membangun kesadaran untuk terus melawan iblis. Tentunya bukan dengan kekuatan kita, semakin kita mengandalkan kekuatan dan kemampuan kita semakin besar kemungkinan kita untuk gagal dan masuk dalam jebakan iblis. Namun semakin kita lawan dengan senjata rohani yaitu DOA dan FIRMAN TUHAN, disana nyata bahwa kita melawannya bukan dengan kekuatan kita tetapi dengan anugerah dan kekuatan dari Tuhan.

Jadi rekan-rekan semuanya, jangan lengah dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis (Efesus  4:27), lawanlah semua tipu dayanya dengan segera.

Jika ada hal yang tidak tepat segera lawan dan kalahkan dengan melakukan apa yang benar.

Dan percayalah janji Tuhan

Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. (I Petrus 5:10)

Komitmenku hari ini

Jika ada godaan iblis dalam hidupku, aku harus segera bertindak dan melawannya. Aku tidak mau memberikan pijakan bagi iblis dalam hatiku.

YNP – MLE

“Tuhan Memberikan Didikan”

“Tuhan Memberikan Didikan”

Renungan Harian Anak, Senin 29 November 2021

Hello adik-adik semuanya, bagaimana kabar adik-adik? Semoga semuanya dalam keadaan yang sehat dan baik ya. Semoga adik-adik semuanya tetap semangat untuk sekolah ya, ada adik-adik yang sudah onsite disekolah jangan lupa laksanakan protokol Kesehatan ya … atau ada adik-adik yang masih belajar dari rumah, tetap semangat semuanya ya.

Adik-adik, apa sih fungsinya guru? Ya tugas utamanya adalah mendidik dan mengajari kita tentang pelajaran-pelajaran yang menambahkan pengetahuan buat adik-adik semuanya. Ada hal-hal baik yang guru lakukan untuk mendidik kita, mengajar kita. Tapi, bukan hanya guru yang mendidik kita, ada juga orang tua, keluarga kita dan juga orang-orang yang ada disekitar kita. Namun adik-adik, kita tahu bahwa Allah juga mendidik kita, supaya kita menjadi anak-anak yang semakin dewasa dan bertumbuh didalam Tuhan.

Apakah adik-adik pernah marah ketika kita dididik? Mungkin semuanya pernah karena didikan itu pasti tidak mudah, kita harus berjuang dengan sunguh-sungguh untuk mau belajar. Nah, di Alkitab, ada seorang yang dididik Tuhan dengan cara yang aneh dan luar biasa berbeda, tapi isi pelajarannya sangaat… sangat penting! Pelajarannya dilakukan bukan mencatat di ruang kelas, tapi dialami dalam kehidupannya Wah, pasti menarik. Apa ya, pelajarannya? Ini yang dipelajari dari BENCI menjadi SAYANG. Dari tadinya dianggap musuh, sebel, kesal, tidak peduli, benci, diajar Tuhan supaya menjadi peduli, mau menolong, sayang.

Bagaimana caranya belajar: Suatu kali, Allah berfirman kepada Yunus agar Yunus pergi ke kota Niniwe. Itulah tugas dari Tuhan untuk dilakukan Yunus. Niniwe adalah kota dipenuhi orang yang jahat dan berlaku kejam. Orang di Niniwe suka berbuat hal-hal yang tidak benar tetapi Tuhan sayang dan Tuhan mau supaya mereka bertobat. Nah, disuruhlah Yunus untuk mengingatkan orang Niniwe supaya bertobat. Apakah Yunus bersedia? Tidakkk… Mengapa? Karena Yunus sebel kepada orang-orang di Niniwe, Yunus ingin agar mereka dihukum Tuhan saja, tidak usah diampuni. Yunus pun pergi jauh, yaitu ke Tarsis naik kapal. Namun Tuhan tidak membiarkan Yunus kabur karena Tuhan ingin Yunus belajar sayang kepada Niniwe dan mau menolong Niniwe. Di dalam kapal yang ditumpangi Yunus Tuhan mengirimkan badai kencang. Wah… karena badai, kapal mereka terombang-ambing, ombak besar menerpa mereka, semuanya terguncang, berdiri pun sulit, kapal bahkan hampir hancur. Semua orang ketakutan, mereka berdoa keras-keras. Lho… tunggu, di tengah badai ternyata Yunus tidur! Enak saja, semua sedang sibuk menyelamatkan kapal, Yunus malah tidur.

Orang-orang di kapal pun menanyai Yunus, lalu mereka mengundi siapa penyebab badai itu. Akhirnya, orang-orang di kapal tahu bahwa Yunus sedang kabur ke Tarsis, padahal Tuhan menyuruh Yunus ke Niniwe. Yunus pun diangkat oleh orang-orang di kapal, dan dilemparkan ke laut. Yunus hampir tenggelam terombang-ambing di tengah laut. Nafasnya megap-megap karena dihantam gelombang. Itulah akibatnya, jika berusaha kabur dan tidak mau belajar dari tugas yang Tuhan kasih. Lalu, Tuhan mengirim seekor ikan besaarrr untuk menyelamatkan Yunus dan ikan itu menelan Yunus. Di dalam perut ikan, Yunus sadar bahwa dia kabur dari tugasnya dan ia pun menyesal. Yunus mau melaksanakan tugas dari Tuhan. Ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat. Lalu, Yunus melanjutkan perjalanannya ke Niniwe, sesuai tugas dari Tuhan. Yunus belajar untuk sayang kepada kota Niniwe.

Adik-adik, Tuhan mendidik Yunus supaya dia sayang kepada kota Niniwe. Pelajaran itu berguna untuk Yunus, supaya Yunus tidak menyimpan kebencian tetapi dapat menyayangi. Tuhan juga mendidik kita setiap hari. Kadang-kadang, kita tidak suka pada satu pelajaran, tetapi pelajaran itu berguna untuk kita. Mungkin, kita belum tahu gunanya sekarang, tapi yakinlah jika kamu belajar sebaik mungkin, maka kamu akan senang nantinya.

Jadi, tetaplah menuruti apa yang diajarkan kepadamu meskipun kamu gak suka pada pelajaran itu. Ambillah waktu untuk berpikir sebelum mengabaikan nasehat atau perintah yang baik. TUHAN akan menolong kita untuk melakukannya. 

Ayat Hafalan

Ayub 5:17 Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.

Komitmenku hari ini

Aku mau menjadi anak yang mau untuk belajar dalam DIDIKAN TUHAN, Didikan akan mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain, karena didikan akan membentuk karakter hidup yang benar di dalam Tuhan.

SF281121 – SP

LET’S RACE WITH GOD

LET’S RACE WITH GOD

Renungan Harian Youth, Senin, 29 November 2021

Syalom rekan-rekan Youth semuanya, puji Tuhan semoga rekan-rekan semuanya dalam keadaan baik.  Kiranya kita selalu ada dalam lindungan Tuhan, dan hidup kita senantiasa memuliakan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Nggak kerasa ya, tenyata tahun 2021 sudah mau habis.  Banyak sekali cerita-cerita yang kita lewati di tahun kedua pandemi  ini.  Rasanya campur aduk yaa, mulai dari kisah sedih, haru, bahagia semuanya melebur menjadi satu.  Dan tentu, kalau kita sudah ada di titik ini, pasti yang ada hanyalah ucapan syukur kepada Tuhan yang menyertai hidup kita. Kalo mau di flashback nih, hal apa aja ya yang udah kita lakuin selama tahun ini atau mungkin hal apa aja yang udah terjadi dalam hidup kita sepanjang tahun ini?  Selalu ada hikmah atau pelajaran berharga yang bisa kita simpulkan dari berbagai kisah hidup kita, dan semuanya selalu mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Tuhan.

Kolose 3:23, Apa pun juga yang kita perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia

LIFE DOESN’T GET EASIER, YOU JUST GET STRONGER

Kalimat ini mungkin dirasakan oleh teman – teman yang hari – hari ini sedang diperhadapkan oleh sebuah “proses” dari tuhan. Sebenarnya kita hanya perlu untuk memilih jalan bersama dengan Tuhan sambil melihat apa saja yang akan Tuhan buat dalam penyertaan-Nya yang Ia janjikan kepada kita.  Tapi tidak semuanya harus kita biarkan Tuhan yang bekerja, karena kita juga punya bagian yang harus kita kerjain dan kalo kitanya yang gak mampu, baru kita minta Tuhan yang ambil alih apa yang kita gak mampu kerjain.

Namanya juga hidup, kalo diibaratin kayak roda nih, brarti akan selalu berputar, kadang diatas kadang juga dibawah. Entah kalian lagi ada di posisi yang mana, tapi yang namanya urip itu harus selalu urup, artinya itu hidup ini harus selalu menyala.  Hasil dari proses kita berjalan bahkan berlari bersama dengan Tuhan, dampaknya adalah  kita hidup bisa memberi manfaat buat orang lain di sekitar kita dan semakin besar manfaat yang bisa kita kasih tentunya akan semakin baik dong.

Matius 5:48,  karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

Tuhan gak pernah berjanji bahwa langit akan selalu biru, jalan akan selalu mulus, tidak akan ada panas dan hujan maupun dan kemudahan-kemudahan yang bisa Tuhan sediakan secepatnya untuk kita. Tapi Mungkin, Ada Dari Kalian Lagi Ngerasa Fight Sendiri, Kayak Saking Banyak Nya Beban Hidup Sampe Bingung Mau Cerita Ke Siapa Dan Merasa Kayak Sendirian Menghadapi Semua Ini.

Matius 11:28, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Kita Harus selalu yakin  Bahwa Kita Nggak Akan Pernah Ditinggalkan Sendirian, Karena Tuhan Nggak Pernah Tinggal Jauh Dari Kita.

THE STRONGEST PEOPLE AREN’T ALWAYS THE ONES WHO WIN, BUT THE ONES WHO DON’T GIVE UP WHEN THEY LOSE.

Kalian tau kan bahwa bahwa banyak orang yang sayang sama kalian, mereka adalah support system yang akan selalu ada buat kita entah disaat suka maupun duka. Bahkan nih, bukannya kita punya support system utama dalam hidup ini, dan itu dijanjikan oleh Tuhan Yesus sebelum Ia naik sorga.

Yohanes 14:16, Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

Jaminan ini adalah sebuah kepastian yang bertujuan supaya kita selalu memandang kepada Tuhan dan focus pada mahkota kehidupan yang Tuhan janjikan bagi kita.  Kita akan tampil menjadi pribadi yang benar-benar mengalami Tuhan dan merasakan secara langsung uluran tangan Tuhan yang bekerja dan mengertai kita.

Ayub pernah bilang bahwa “hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang engkau”. Jangan sampe kita menyia – nyiakan anugrah yang sudah Tuhan kasik buat kita.

SO, LET’S RACE WITH GOD 

Komitmen kita: 

Aku mau bersinar bagi Tuhan; meyakini bahwa Tuhan menyertai aku senantiasa dalam segala kondisi kehidupanku dan selalu bersyukur bahwa Tuhan adalah Support System yang paling berkuasa yang aku miliki.

Amin
Tuhan Yesus Memberkati

ER 271121-LP