Renungan Harian Umum, Senin 04 Januari 2021

WAHYU 3: 7-13

Dunia memiliki konsep bagaimana kita menjadi orang-orang yang sukses, kapandaian mungkin menjadi hal yang penting namun dalam perkembanggannya ada yang namanya “KECERDASAN SPIRITUAL”. IQ hanya menyumbang 20% terhadap kesuksesan seseorang. Kecerdasan intelektual (IQ) adalah syarat minimum kompetensi, sementara untuk mencapai puncak, kecerdasan spiritual (SQ) lebih berperan.

KECERDASAN SPIRITUAL Adalah kemampuan manusia untuk memahami tujuan hidupnya dan memaknai setiap peristiwa sesuai dengan nilai yang lebih tinggi karena kesadarannya akan kekuatan yang ada di atas dirinya

Sekilas mengenai Kota Filadelfia ini, terletak tepat di titik silang perbatasan tiga wilayah: Misia, Lidia, dan Frigia. Terletak di daerah labil yang kerapkali mengalami gempa bumi.Pada tahun 17 TM, luluh lantak akibat gempa bumi. Filadelfia dibangun kembali dengan pertolongan Kaisar Tiberius. Nama modern dari kota Filadelfia adalah: Alasehir Keadaan Gereja di Filadelfia pada Abad I, meraka adalah Jemaat Minoritas dan Penganut agama Yahudi jauh lebih banyak dan mereka tampaknya menunjukkan sikap yang bermusuhan terhadap jemaat Kristen.

Pada bagian Awal Kristus menyatakan jati diri-Nya

Wahyu 3:7 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Yang Kudus dan Yang Benar  ~  gelar ini menunjuk kepada keilahian Kristus (Yesus Kristus adalah Allah sendiri)
Pemegang Kunci Daud ~ menunjuk kepada kekuasaan dan kedaulatannya atas keselamatan dan penghakiman umat manusia

3 KUNCI KESUKSESAN KECERDASAN SPIRITUAL

KUNCI PERTAMA – BERGANTUNG SEPENUHNYA KEPADA TUHAN

Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun (3:8)

Teruslah Bergantung pada kekuasaan Tuhan bukan pada kekuatan kita dan Milikilah ketaatan penuh kepada Firman Tuhan. Bergantung sepenuhnya kepada Tuhan terwujud dengan Ketaatan kita kepada kebenaran Firman Tuhan. Sebaliknya ketika hanya mengandalkan kekuatan diri maka yang ada adalah tidak hidup dalam kebenaran Firman Tuhan.

KUNCI KEDUA – TIDAK MENJADI SOMBONG

Lihatlah, … mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian (3: 9a)

Orang Yahudi memiliki DOA yang bernama “Sedur” (Doa orang Yahudi di pagi hari)

“Blessed are you, Hashem, King of the Universe, for not having made me a Gentile; slave; woman.“
Diberkatilah Engkau, Allah, Raja Alam Semesta, yang tidak menciptakan ku sebagai Orang bukan Yahudi, Seorang Budak, Seorang Wanita

Sedur

Mari kita belajar untuk Jangan merasa diri lebih superior dari yang lain (sombong rohani) dan  Jangan hanya menyebut diri Kristen, tapi nyatakanlah perkataan, sikap, dan perbuatan sebagai pengikut Kristus (Kristen). Ingatlah bahwa Kesombongan rohani adalah sesuatu yang tidak berkenan di hadapan Allah. Merasa diri sebagai umat pilihan Allah namun tidak diikuti dengan tindakan nyata yang sesuai dengan identitas tersebut sama saja dengan menipu diri sendiri

Kunci Ketiga – JANGAN TAKUT DAN PUTUS ASA

Sesungguhnya (terjemahan harifiahnya: Lihatlah ) Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau (3: 9b)

Jangan takut akan fitnah, direndahkan, dikucilkan, atau dijelekkan. Apabila kita berjalan benar, Tuhan akan memunculkan kebenaran kita, Jangan putus asa, Tuhan selalu menghargai kesungguhan kita.  Jangan menjadi orang pahit menghadapi masa sulit dalam hidup, sebaliknya bersyukurlah.

LH