Renungan Harian Anak, Selasa 23 Juni 2020

Halo adik adik semua… Apa kabarnya hari ini???

Nah ada sebuah cerita tentang Sisi dan Coki

Sudah tiga hari Sisi dan Coki tidak saling menegur. Setiap bertemu keduanya memalingkan muka. Ini terjadi sejak mereka berebut buku bacaan punya Mirna. Tiga hari yang lalu, Mirna membawa sebuah buku bacaan yang sangat menarik. Semua teman Mirna ingin meminjamnya. Ketika tiba giliran Sisi, Coki merebutnya sehingga mereka berdua tarik menarik memperebutkan buku itu. Karena takut bukunya rusak, Mirna mengambilnya dan menyimpannya di dalam tas. Sisi tidak jadi membaca buku itu, demikian juga Coki. Hari ini ibu guru mengumumkan tentang sebuah perlombaan antar kelas. Tiap kelas harus mengirimkan wakilnya dua orang, untuk mengikuti lomba menyanyi dan bermain musik. Setelah diadakan rapat kelas, dengan berbagai pertimbangan, dan rapat kelas memutuskan Sisi dan Coki menjadi wakil. Sisi memiliki suara yang sangat merdu, sedangkan Coki pandai bermain gitar.

Sisi merasa bingung, ia masih marah kepada Coki. Kalau berlatih dalam keadaan saling marah pasti tidak nyaman. Sementara itu kalau menang Sisi pasti akan jadi terkenal di sekolah. Sisi mulai berfikir, “Demi menjadi artis sekolah, aku harus berbaikan dengan Coki. Berarti aku harus minta maaf kepada Coki.” Demikian juga dengan Coki, hadiah yang akan didapatkan apabila mereka menang sangat menarik. “Demi hadiah aku harus  berbaikan dengan Sisi.” Kata Coki dalam hati. Ia sangat yakin akan memenangkan perlombaan itu. Suara Sisi sangat merdu, dan permainan gitar Coki belum tertandingi di sekolah mereka. Keesokan harinya mereka bertemu dan berbaikan. Mereka berlatih bersama demi mendapat hadiah dan menjadi terkenal. Hari yang dinantikanpun tiba, Sisi dan Coki mengikuti perlombaan. Tetapi … betapa sedih hati mereka berdua ketika mendengar pengumuman pemenang bahwa mereka tidak memenangkan perlombaan itu. Sisi dan Coki saling menyalahkan dan mereka marahan lagi.

Nah adik-adik, apa yang dilakukan Sisi dan Coki sama seperti peribahasa “ada udang di balik batu” . Artinya, ada keinginan lain dibalik kebaikan yang mereka lakukan. Sisi tidak tulus ketika mereka saling memaafkan. Mereka masing-masing punya tujuan lain. “demi mendapat hadiah dan menjadi terkenal”,

Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan demikian kepada kita. Tuhan mengampuni dosa kita bukan karena ingin mendapat hadiah, atau pujian dari kita. Tuhan mengampuni kita semata-mata karena Ia mengasihi kita.

Ayo kita baca didalam Yohanes 3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sangat jelas kan adik adik, bahwa Tuhan Yesus tidak pernah punya sikap untuk mengambil keuntungan saat Dia ingin melakukan kebaikan kepada kita. Ia tidak memiliki tujuan lain selain ingin kita terbebas dari hukuman akibat dosa. Karena kasih-Nya yang begitu besar sehingga Ia rela datang ke dunia untuk menebus dosa kita. Tidak ada “udang di balik batu” dari keselamatan yang Tuhan berikan. Hanya karena kasih-Nya kepada kita.

Kenapa sih Tuhan lakukan itu sama kita adik adik?? Karena kita ini Ciptaan Tuhan yang paling berharga, dan Alkitab juga menyebutkan bahwa kita ini ada anak-anak Allah, makanya Tuhan Yesus rela turun kedunia untuk menebus kita dari belenggu dosa.

Didalam kitab Galatia 3:13 menuliskan bahwa;

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Firman Tuhan bilang, bahkan Tuhan Yesus dijadikan kutuk atas dosa dosa kita adik adik. Nah adik adik… mari pagi ini kita belajar mengampuni dan mengasihi dengan hati yang tulus, sama seperti Tuhan Yesus juga yang sudah mengampuni dan mengasihi kita dengan tulus. Ingat ya dalam kasih kita jangan sampai ada motivasi lain harus belajar dengan tulus … sehingga “tidak ada udang dibalik batu”

Ayo kita baca ayat hafalan kita hari ini:

1 Petrus 4:8  Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Komitmenku :

Tuhan aku mau menjadi anak yang suka mengampuni dan mengasihi dengan Tulus. Ajar aku untuk bisa melakukannya, supaya namaMu dipermuliakan.

YG – SP