Renungan Harian, Rabu 06 Januari 2021

“Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. Lukas 9:54-55

Ada tradisi yang menarik di Inggris di tiap akhir tahun yang disebut “Boxing Day”.  Boxing day adalah hari dimana biasanya para bangsawan atau tuan tanah hingga pemilik modal memberikan hadiah kepada karyawan atau pekerja mereka yang telah bekerja lembur ketika Natal berlangsung.  Mereka memperigatinya pada tanggal 26 Desember dan menjadikan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional. Awalnya masyarakat di Inggris umumnya mengisi hari tersebut dengan banyak kegiatan, mulai dari berkumpul bersama keluarga, berbelanja atau mengadakan pertandingan olahraga.  Di era modern sekarang, banyak orang di Inggris yang mengisi “boxing day” dengan nonton bersama laga sepakbola Liga Inggris team kesayangan mereka.  Di Premier League, laga boxing day juga menjadi peristiwa yang penting karena biasanya menentukan peringkat paruh musim.   Ketika hari boxing day dimulai, tiap team-team premier league harus menjalani 3 pertandingan dalam 10 hari, dan pastinya ini sangat mengusras fisik dan mental pemain.  Ujian sesungguhnya terlihat di moment boxing day ini, faktanya team yang jadi pemimpin klasemen pada paruh waktu premier league berjalan, merekalah yang keluar sebagai pemenang kompetisi kasta tertinggi liga sepakbola di Inggris tersebut.  setiap pemain harus menyingkirkan agenda pribadi dan menjunjung tinggi agenda team. 

Dalam perjalanan Yesus dengan murid-murid-Nya, beberapa kali digambarkan bahwa prinsip/nilai murid-murid Yesus berbeda dengan Yesus sendiri. Saat peristiwa Yesus memberi makan  5000 orang diawali bahkan dari sikap murid-murid yang meminta agar seluruh orang banyak disuruh pulang, sementara Yesus justru memerintahkan mereka untuk memberi makan. Peristiwa lain juga ditunjukkan saat murid-murid Yesus menghalangi anak-anak yang datang mendekat, karena mengira Yesus terlalu repot. Namun Yesus justru meminta anak-anak itu dibiarkan mendekati diri-Nya dan bahkan Yesus memberkati anak-anak itu.

Firman Tuhan yang kita baca hari ini juga menggambarkan perbedaan sistem nilai murid-murid Yesus dengan Yesus sendiri.  Hal ini digambarkan dari sikap 2 murid Yesus yang bersikap dengan reaktif dan arogan saat mereka menghadapi penolakan orang Samaria ketika akan mempersiapkan misi Yesus di Yerusalem. Dalam rasa percaya diri yang besar karena kehadiran Yesus yang penuh kuasa, Yakobus dan Yohanes mengusulkan untuk menggunakan “KUASA” guna menghukum orang Samaria.

Mereka berpikir bahwa atas nama target pencapaian, pasti Yesus akan mengabulkan permohonan mereka. Namun ternyata mereka keliru, karena Yesus justru menegor dengan keras (menghardik), dalam Alkitab versi King James Version disebutkan dengan sangat jelas “Ye know not, what manner of spirit ye are of.“  Atau diterjemahkan secara bebas…” Hei..tahu tidak , kalian ini kerasukan roh apa!”   

Dari peristiwa diatas, kita belajar betapa pentingnya setiap orang percaya untuk menyelaraskan agenda pribadinya dengan agenda Tuhan.  Di tahun yang baru ini pasti dari setiap kita memiliki agenda pribadi masing-masing. 

Adalah keputusan yang sangat tepat apabila setiap kita menyelaraskan agenda pribadi kita dengan agenda Tuhan, percayalah bahwa agenda dan rancangan Tuhanlah yang terbaik. 

Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” [FAYH : “… masa depan yang penuh pengharapan.”

Serahkanlah masa depan kita kepada Tuhan, yang terbaik pastinya Tuhan akan berikan kepada kita. Roh Kudus yang akan menolong kita semuanya untuk mengikuti agendaNya Tuhan dalam kehidupan kita dan tidak mengutamakan agenda pribadi kita.

Amin … Tuhan Yesus memberkati

DYS