Renungan Harian Anak, Jumat 27 November 2020

Bacaan Alkitab : Keluaran 9:13-35

Siapa diantara adik-adik semua yang tau dengan karakter Boboiboy? Pasti pada tau semua kan. Boboiboy adalah kartun anak dari Malaysia yang menceritakan tentang petualangan seorang anak yang memiliki kekuatan unik yang didapatkan dari jam tangannya. Boboiboy dan teman-temannya yang juga mendapat kekuatan bersama-sama melindungi bumi dari serangan alien yang bernama Adudu yang berusaha mencuri cokelat terutama cokelat yang dijual oleh kakeknya Boboiboy.

Menariknya lagi dengan kekuatan yang didapat Boboiboy dia bisa mengendalikan berbagai macam elemen seperti angin, tanah dan listrik. Seiring jalannya cerita, Boboiboy juga dapat mengendalikan lebih banyak lagi elemen seperti api, air dan masih banyak lagi. Terkadang banyak musuh kuat yang mampu mengancam keselamatan orang-orang haris dihadapi oleh Boboiboy dan kawan-kawannya. Mereka juga beberapa kali kewalahan dan harus merancang ulanh rencana untuk bisa menang. Dengan keahliannya dalam menggunakan kekuatan dan juga mengendalikan berbagai macam elemen yang dikuasai Boboiboy dan teman-temannya mampu menggagalkan rencana jahat dari musuh serta menyelamatkan orang-orang dari kejahatan-kejahatan. Pasti banyak yah dari adik-adik yang ingin jadi Boboiboy kan…..hehehe. Pasti ada yang mau jadi Boboiboy Halilintar yang gerakannya sangat cepat atau Boboiboy Topan yang ada papan luncur terbangnya dan bisa membuat angin besar atau mungkin Boboiboy Gempa dengan kekuatan Golem Tanahnya. Kakak jamin deh pasti pada rebutan mau jadi Boboiboy yang mana kan?

Kalau Boboiboy itu hanya sebuah cerita yang dibuat oleh orang untuk menghibur, di Alkitab dan sejarah menuliskan tentang kejadian yang sama dimana pengendalian elemen digunakan untuk menghukum seseorang yang sangat keras hati. YAP! Tuhan menggunakan elemen Es dan petir lho untuk menghukum Firaun karena kekerasan hatinya.

Sebelumnya secara silih berganti, tulah-tulah di Mesir memperlihatkan bahwa berbagai macam elemen mentaati perintah Tuhan untuk menghukum bangsa Mesir akibat kekerasan hati dari Firaun. Setelah berkali-kali diperingatkan dan hukuman terus diberikan namun tidak bisa meluluhkan hati Firaun. Maka dari itu, Tuhan memberitahu Musa jika Firaun tetap mengeraskan hatinya maka Tuhan akan menghukumnya lagi dengan cara Tuhan sendiri. Hingga akhirnya muncullah “Tulah Ketujuh : Hujan Es”. Hujan es yang disertai oleh petir ini terjadi di seluruh Mesir dan menghancurkan segalanya. Dengan kondisi cuaca dongi yang ekstrem yang menjatuhkan bongkahan es mengakibatkan banyaknya kerugian bagi orang Mesir. Kerusakan yang diberikan sangat dahsyat bahkan dikatakan kejadian ini belum pernah terjadi.  Namun tanah Gosyen, tempat tinggal bangsa Israel tidak mengalam hujan es seperti yang terjadi di Mesir.

Kisah Firaun yang mengeraskan hati menjadi peringatan bagi kita, jika kita tahu bahwa Allah itu benar dan berkuasa, tetapi kita tak kunjung meninggalkan dosa maka kita patut waspada. Mengetahui tentang Allah dan mengalami kuasa-Nya ternyata tidak serta merta membuat Firaun membuka mata dan hatinya untuk segera bertobat. Bahkan mengalami sendiri penyataan kuat kuasa tangan Allah tidak membuat Firaun beranjak dari kedegilannya. Ia tetap mengeraskan hati dan tidak mau berubah sikap.

Jangan keraskan hati kalian yah seperti Firaun yang tidak dengar-dengaran dan terus menerus mempertahankan kemauannya. Karena kekerasan hati mampu merusak banyak hal, seperti pertemanan kita, huhungan dengan keluarga kita maupun kegiatan kita sehari-hari dan banyak hal-hal baik yang terlewatkan. Mari bersama-sama kakak mengajak untuk membuka diri kita, jangan jadi anak yang rewel, turuti nasihat orang tua, minta Tuhan untuk mengubah hati kita menjadi baru, mau menerima keadaan dan  mendapatkan pertobatan yang sungguh-sungguh agar banyak hal-hal baik yang tidak telewatkan serta bisa menyenangkan orang-orang disekitar kita maupun Tuhan.

Ayat Hafalan hari ini

Ibrani 3:15, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”

Komitmenku hari ini

Aku mau membuang hati yang keras dan memiliki hati yang lembut, mau untuk berubah sesuai Firman Tuhan dan menyenangkan hati Tuhan

MEK – YC