Jangan_sombong

Renungan Harian Anak, Rabu 09 September 2020

Syalom adik-adik semuanya … sudah semangat dengar renungan hari ini kan …. Sebelumnya kakak punya cerita buat perhatikan ya …

Suatu hari di kelas 4-B SD SUKACITA sedang melakukan pemilihan ketua tim untuk lomba disekolah. Guru mereka memilih 2 anak yang akan menjadi kandidat ketua kelas, yaitu Sera dan Acep. Masing-masing diberi waktu untuk meyakinkan teman-temannya agar mereka terpilih dan cocok menjadi ketua serta membawa kelas 4-B menjadi juara umum.

“Pilih aku jadi ketua team, teman-teman. Aku sudah banyak melakukan hal-hal yang mungkin tidak banyak yang bisa lakukan. Aku mahir bermain sepak bola, bulutangkis, basket, ping-pong, lomba lari dan semua lomba yang diberikan semua aku bisa lakukan. Kalian ikuti saja perintahlu, jangan banyak membantah, dan juga jangan protes kalau aku akan mengeluarkan siapa saja yang menghalangi kita untuk menang” ujar Sera dengan penuh keyakinan.  Sera memang terkenal bisa semua olahraga, namun beberapa dari teman-temannya tidak senang kepadanya karena dia anak yang sombong. Dan benar saja, semua kesombongannya keluar ketika ia berpidato singkat didepan teman-temannya.

“Teman-teman, mari kita bersama-sama berusaha sekuat tenaga kita untuk memenangkan semua pertandingan yang ada. Kita harus kompak dalam bekerjasama, saling percaya, dan yang terpenting kita harus sportif kepada lawan kita. Menang ataupun kalah setidaknya kita sudah mencobanya bukan. Yang terpenting kita melakukan semuanya bersama-sama dan merasakan senang bersama-sama.” Kata Acep yang benar-benar memberi semangat kepada teman-temannya agar bisa bermain maksimal dan tidak memaksakan kekuatannya sendiri namun dengan kekuatan bersama. Menurut Acep jika semua dilakukan bersama-sama tidak ada yang mustahil dilakukan bahkan untuk memenangkan lomba disekolah.

Waktunya untuk memilih ! Anak-anak kelas 4-B mulai memilih masing-masing kandidat kesukaannya. Ada yang sudah pasti untuk memilih, ada juga yang masih bingung untuk memilih siapa. Keduanya memang orang yang hebat, tapi siapakah diantara Sera dan Acep yang akan terpilih untuk membawa teamnya menjadi juara. Tiba waktunya untuk menghitung suara. Dari semuanya setelah hasilnya dikmpulkan dan akhirnya Acep lah yang keluar menjadi ketua team kelas 4-B. Namun Sera tidak setuju dengan hal tersebut dan protes. “Kenapa malah Acep yang menang, harusnya kan aku. Kalian liat sendiri kan prestasi yang kupunya. Apa kalian tidak menyesal memilihnya sebagai ketua?” protes Sera. “Begini Sera, teman-temanmu ingin agar kamu menjadi pemain ahli yang bisa membawa kemenangan bukan menjadi orang yang harus mengatur semua sesuka hatimu. Acep adalah pemimpin yang baik karena dia tidak mementingkan dirinya sendiri. Dia ingin agar kemenangan yang diraih nanti adalah kemenangan bersama. Itulah yang membuat Acep terpilih menjadi ketua team.” Kata Guru mereka yang menasihati Sera agar mau menerima kemenangan Acep. Akhirnya Sera ngambek dan tidak mau mengikuti lomba tersebut.

Nah, adik-adik, dari cerita ini kita belajar bahwa kesombongan itu sangat tidak disenangi oleh banyak orang bukan? Sera yang walaupun bisa melakukan banyak hal tidak terpilih menjadi ketua karena dia hanya ingin kehendaknya sendiri yang terjadi. Berbeda dengan Acep yang rendah hati dan mau adanya kerjasama terjadi dalam teamnya agar kemenangan tersebut bisa dirasakan bersama-sama.

Didalam Alkitab kisah ini juga ada lho. Sosok yang mejadi sombong dan akhirnya terbuang. Sosok itu adalah SAUL, raja dari Israel.

Diceritakan didalam 1 Sam 16 :1-13

 Tuhan ingin Samuel menemui orang yang telah ditentukan menjadi raja menggantikan Saul. Dipasal sebelumnya, karena Saul tidak taat kepada perintah Allah dan menjadi sombong, maka Tuhan tidak berkenan lagi kepadanya dan Saul ditolak sebagai raja Israel.  

Nabi Samuel pun perintahkan oleh Tuhan untuk pergi ke rumah Isai, karena Tuhan telah memilih seorang dari anak Isai untuk menjadi raja. Setelah meminta Isai untuk memperlihatkan anaknya, belum ada yang sesuai dengan maunya Tuhan. Bahkan Samuel mengira bahwa Eliab adalah orang yang akan Tuhan pilih tapi Tuhan berkata bahwa bukan rupa dan penampilan bagus yang dipilih tapi TUHAN MELIHAT HATI atau ketulusan seseorang. Samuel telah melihat semua anak Isai yang ada dirumah namun tidak ada yang sesuai dengan maunya Tuhan. Lalu Isai menyuruh anaknya untuk menjemput seorang anak yang sedang menjaga kambing domba. Anak yamg dari ladang inilah yang dipilih oleh Tuhan menjadi raja menggantikan Saul yaitu DAUD. Daud akhirnya diurapi dan menjadi raja baru bagi bangsa Israel.

Daud_diurapoi_oleh_samuel

Dari pelajaran dan kisah diatas, kita tidak boleh menjadi orang yang sombong. Apa pun yang kita punya baik kemampuan, uang, dan hal-hal lainnya jangan kita pamerkan dan coba membandingkan dengan apa yang dipunyai oleh orang lain.

Dari kesombongan itu ada bercabang menjadi banyak dosa-dosa yang lainnya. Karena orang sombong itu mengandalkan kekuatannya sendiri. Seperti Saul tadi yang berawal dari kesombongam, diapun menjadi orang yang tidak mengandalkan dan tidak taat pada Tuhan, keras kepala dan susah dinasehati. Mari menjadi anak Tuhan yang tidak sombong, rendah hati dan mau taat pada Tuhan, supaya berkat Tuhan melimpah bagi hidup kita.

Ayat hafalan kita hari ini

1 Samuel 16:7b  Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Komitmenku hari ini :

Aku mau belajar untuk tidak menjadi anak yang sombong, semua apa yang aku miliki adalah berkat Tuhan, dan ingat bahwa Tuhan benci kepada orang yang sombong.

MEK- GCT