Renungan Harian Anak, Selasa 9 Juni 2020

Ayat : Kejadian 4 : 1-16

Halo. Shalom adik-adik. Bagaimana kabarnya hari ini ? jangan bosan ya adik-adik. Harus tetap semanagt, karena kita semua menjalani nya Bersama-sama. Tetap belajar dan lakukan hal-hal yang positif selama dirumah yaa. Ayo tetap semangat !

Adik-adik, siapa yang disini pernah berbohong kepada orang tua ? Wah, pasti sebagian besar kalian pernah berbohong ya. Mungkin ada yang pernah berbohong saat ditanya mama siapa yang merusakkan mainan. Bilangnya kakak yang merusakkan padahal kalian sendiri, hayoo. Atau bahkan ada yang berbohong saat pinjam HP mama bilangnya untuk membaca renungan, ternyata malah main game. Aduh-aduh itu tidak boleh ya adik-adik. Berbohong itu dosa lhoo..

Adik-adik saat ini, kejujuran menjadi sebuah nilai yang terasa begitu sulit dilakukan. Karena itu sering muncul pernyataan “betapa sulitnya menjadi orang jujur.”  Mampukah kita semua terus bersikap jujur di antara orang-orang yang tidak jujur? Adik-adik jelas ini membutuhkan usaha dan perjuangan. Pada waktu adik-adik berusaha menjadi orang jujur, tidak jarang orang lain malah membenci kita, pernah ga waktu adik-adik belajar jujur sama teman-temanmu malah dimarahi dan dianggap sok hebat dll. Ayo adik-adik kita harus berusaha menjadikan kejujuran sebagai sikap hidupnya.

Di dalam ayat bacaan yang kita baca hari ini, ada seorang yang dihukum Tuhan karena ia berbohong kepada Tuhan. Namanya adalah Kain. Pasti adik-adik ada yang sudah pernah membaca kisah ini ya. Suatu hari, karena kemarahan Kain kepada Habel adiknya, Kain berbuat jahat kepada Habel. Karena kejahatan Kain, sampai-sampai Habel meninggal.

Tuhan tau apa yang telah diperbuat oleh Kain, tapi Tuhan sengaja bertanya kepada Kain “Hai Kain, dimana adikmu Habel?”. Kain menjawab Tuhan “ Wah aku tidak tahu Tuhan.” Menurut adik-adik , Kain berkata bohong atau jujur? Yaa, Kain berkata bohong kepada Tuhan. Padahal sebenarnya Kain tau dimana Habel. Tuhan tidak senang dengan kebohongan Kain, sehingga Tuhan menghukum Kain. Sebagai seorang petani, Kain sangat kesulitan dalam pekerjaannya dan ia diusir dari tempat tinggalnya.

Adik-adik kita ga boleh suka bohong karena kita semua adalah anak Tuhan Yesus dan bukanlah anak setan si jahat itu,

karena Alkitab mengatakan

Yoh 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Nah.. adik-adik sebagai anak Tuhan harus berkata jujur, tidak boleh bohong. Jujur adalah salah satu ciri anak Tuhan yang hebat. Karena itu, yuk jadi anak-anak hebat. Tuhan sangat sayang pada anak yang jujur. Mari kita katakan sama-sama “Aku anak jujur…!!”.

Ayat hafalan :

Amsal 16 : 13, Bibir yang dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya.

Komitmenku :

Ya Tuhan, aku mau untuk selalu berkata jujur. Aku mau belajar untuk tidak berbohong lagi kepada siapapun. Amin.

GCT – SP