Renungan harian Anak, Senin 15 Februari 2021

Halllloooooo….selamat Pagi Adik-adik Elohim Kids, …wahh senangnya kakak bisa menyapa adik-adik Kembali pagi ini… sudah semangat semuanya ya setelah libur Panjang 3 hari kemarin.

Adik-adik minggu lalu kita semua sudah mendengarkan Firman Tuhan bahwa kita semuanya adalah anak-anak yang Istimewa. Seprti pujian yang sering kita nyanyikan “Kuistimewa karena aku milikNya, ku istimewa berharga dimata Nya” Siapapun dan bagaimanapun keadaan kita dengan segala kelebihan dan kekurangan kita, semua adik-adik adalah ISTIMEWA dihadapan Tuhan karena Tuhan Yesus sudah menebus setiap kita semuanya.

Kemarin di Sunday Funday kita mendengarkan kisah mengenai YEFTA masih ingat kan? Nah … Yefta adalah Anak dari Gilead, tapi ibu nya adalah perempuan yang tidak baik. Karena itulah yefta banyak dihina oleh saudara-saudaranya dan Penolakan keluarga besarnya membuat Yefta lari meninggalkan saudara-saudaranya dan tinggal di tanah Tob. la pun bergabung dengan gerombolan ‘preman’, petualang-petualang yang melakukan aksi pencurian dan perampokan-perampokan.

Ketika bani Amon menyerang orang Israel, para tua-tua Israel mendatangi Yefta yang terusir dari tempat asalnya oleh para saudaranya. Mereka meminta Yefta berperang melawan orang Amon yang telah memaklumkan perang melawan Israel. ‘Anak haram’ ini diminta menjadi pemimpin pasukan Gilead sebagai panglima. Yefta yang terbuang heran dengan tawaran tersebut, sebab bukankah ia dibenci dan sudah diusir dari kaumnya. Sehingga akhirnya Yefta bersedia memimpin peperangan tersebut. Sebelum pergi berperang, Yefta membawa segala perkaranya kepada Allah di Mizpa, karena ia sadar bahwa tanpa pertolongan Tuhan ia tidak akan berhasil.

Meskipun Yefta pernah mengalami hal yang kurang baik, dia tetap berani tampil beda menjadi pemimpin umat Israel. Yefta tidak malu dengan keadaan dirinya, karena ia tahu hal benar yang harus ia lakukan. Dulu dia lari dari keluarganya dan kemudian merampok. Tetapi saat keluarganya datang meminta dia kembali untuk berperang demi bangsanya, Yefta bersedia karena dia menyerahkan semuanya kepada pertolongan Tuhan.

Tuhan juga ingin kita belajar seperti Yefta, berani berubah dan tampil beda untuk hal yang baik. Tuhan mau kita meninggalkan kebiasaan yang buruk dan berubah menjadi anak Tuhan yang taat.

Yefta juga berubah, la berdoa minta Tuhan menolong dia untuk melakukan tugasnya dengan baik. Ayo, jangan ulangi kebiasaan lama yang buruk, beranilah berubah dan tampil beda. Pasti Tuhan senang dan mau menolong Adik-adik.

Ayat Hafalan

II Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang

Komitmenku hari ini

Aku berani berubah dan tampil beda untuk hal yang baik. Tuhan mau aku meninggalkan kebiasaan yang buruk dan berubah menjadi anak Tuhan yang taat.

SF140221 – KCP