Renungan Harian Anak, Senin 20 Juli 2020

Hallo adik-adik.. bagaimana kabar kalian, semoga sehat dan baik-baik semuanya ya … semangat untuk memasuki minggu yang baru

Pada hari ini kita mau merenungkan Firman Tuhan yang berjudul “Aku berguna”.

Beberapa waktu yang lalu ada sebuah film di layar kaca yang berjudul “Buku Harian Nayla” Ya, buku ini mengisahkan seorang gadis yang berusia 15 tahun, ia cantik, pintar, dan jago basket. Tetapi tak berapa lama ia mengalami sakit yaitu Ataksia. Penyakit ini membuat penderita tidak dapat berjalan, berbicara, menulis, dan makan lagi. Hal ini membuat ia berkecil hati, ia merasa tidak berguna. Disanalah Nayla bergumul dalam menghadapi penyakitnya dan berjuang untuk tetap kuat.

Adik-adik, kadang-kadang kalo kita melihat kelemahan, tidak mampu rasanya diri kita ini tidak berguna. Mungkin pernah membandingkan diri dengan temen-temen lain yang bisa jadi lebih hebat, bisa jadi kita merasa tidak bisa apa-apa … Ayo! Siapa yang pernah mengalami hal seperti ini, merasa diri tidak berguna. Ayo kita mau merenungkan Firman TUhan terlebih dahulu.

Dalam 1 Samuel 16:1-13 … Dikisahkan bagaimana Samuel diperintahkan Tuhan untuk kerumah bapak Isai, dan mengurapi Raja yang akan menggantikan Saul. Pada waktu itu semua anak-anak Isai berkumpul, mereka memiliki tubuh yang kekar karena mereka adalah prajurit. Namun Isai melupakan Daud, mungkin karena Daud masih kecil dan dikatakan bahwa Daud bekerja hanya menggembalakan dua atau tiga ekor domba. Namun setelah satu demi satu kakak Daud dihadapan Samuel, ternyata bukan mereka yang dipilih oleh Tuhan. Akhirnya Samuel memerintahkan Isai untuk memanggil Daud …

Walaupun Daud masih kecil tetapi Tuhan memilihnya, Samuel mengurapinya menjadi raja. Apa yang sepertinya dikatakan tidak berguna, tetapi Tuhan membalikkan semua. Dipandang sebelah mata, tetapi Tuhan memilihnya.  Bahkan Samuel sebagai Nabi Tuhan pun juga diperingatkan oleh Tuhan

1 Samuel 16:7 (TB)  Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Nah adik-adik, kita semua itu berguna loh … adik-adik tidak boleh merasa tidak bisa apa-apa. Yang harus adik-adik lakukan adalah membuang pikiran yang salah, adik-adik harus mau untuk belajar dengan baik. Bisa bertanggung jawab, contohnya sekarang adik-adik belajar dari rumah, walaupun bapak atau ibu guru tidak bisa langsung menemani adik-adik, kalian harus tanggung jawab ya belajar dengan sungguh-sungguh, mengerjakan PR dengan baik tidak asal-asalan.

Adik-adik juga harus mau untuk mengembangkan diri sesuai dengan kesenangan adik-adik, ada yang belajar bermain musik, olah raga, memasak, menggambar atau yang lainnya. Yang penting adik-adik harus mau untuk BELAJAR.

Seperti tadi dalam kisah Buku Harian Nayla. Nayla merasa tidak berguna, tetapi tulisan-tulisan yang ia tulis membuat banyak orang menjadi termotivasi untuk tidak menyerah dengan keadaan. Jadi, kita jangan pernah merasa diri tidak berguna, Tuhan sanggup memakai kekurangan kita menjadi alat kemuliaan Tuhan. So, jangan berkecil hati, terus lakukan yang terbaik dalam keadaan apapun.

Setuju semuanya ya … siap jadi anak yang berguna, baik bagi keluarga, sekolah, masyarakat bahkan buat bangsa dan negara, syaratnya satu yaitu mau untuk mengembangkan diri.

Tuhan senang dengan anak-anak yang mau belajar dan mengembangkan diri dan potensinya, karena Tuhan mau adik-adik memakai potensi/kemampuan yang sudah diberikan dalam diri adik-adik bisa berguna dan jadi berkat bagi orang lain.

Ayo kita baca ayat hafalan hari ini

1 Samuel 16:7b(TB)  “ Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Komitmenku hari ini :

Tuhan pakailah hidupku menjadi alat kemuliaan-Mu dalam keadaan apapun, aku mau terus belajar dan mengembangkan diri supaya aku berguna dan jadi berkat bagi sesama.

JGD – KCP