Renungan Harian Anak, 27 Mei 2020

Syalom adik adik sekolah minggu semuanya… Apa kabarnya hari ini? Semoga sehat dan dalam lindungan Tuhan selalu ya. Hayooo…. kita akan dengarkan renungan Firman Tuhan hari ini.

Kakak ada sebuah cerita tentang sebuah perhiasan. Disimak baik baik ya…

Di sebuah toko perhiasan, tinggallah banyak perhiasan mahal di etalase. Ada emas, perak, berlian, permata, dan juga mutiara. Tentu saja perhiasan-perhiasan itu sangat berharga dan mahal harganya. Si penjual perhiasan itu selalu menjaga dan merawat perhiasan-perhiasan itu dengan baik, sebab sangat mahal harganya. Suatu hari emas dengan bangga mengatakan bahwa diantara para perhiasan, dialah yang paling sering dibeli orang. Permata dan berlian tidak terima dengan kata-kata emas.

Hahaha…..tapi kalau ditambah kami, orang akan berani mambayar lebih mahal.” Kata permata dan berlian.
Ah…warna kalian terlalu gebyar. Warnaku dong, melambangkan kesucian.” Kata mutiara putih tak mau kalah.
Sementara mutiara hitam hanya terdiam…..ia merasa warnanya memang paling buruk di antara para perhiasan. Lagian ia selalu disembunyikan oleh si penjual perhiasan. Mungkin ia tidak laku, atau memalukan untuk dijual.

Tiba-tiba pintu toko terbuka, rupanya sang penjual perhiasan akan mulai menjual perhiasan-perhiasan itu. Para perhiasan sibuk berdandan dan bergaya supaya menarik para pembeli. Orang-orang berdatangan melihat dan menanyakan harga perhiasan, hingga tiba seorang yang kelihatan sangat kaya.melihat para perhiasan di etalase.
“ Berlian itu tampak cantik, permata itu juga mewah.” Kata orang itu
“ Ya akan lebih cantik di leher nyonya.” Kata si penjual
“ Tapi saya sudah punya di rumah. Saya mau perhiasan yang jarang dimiliki orang.” Kata nyonya kaya itu memberitahu keinginannya kepada si penjual perhiasan
“ Saya tahu apa yang nyonya maksud, sebentar, saya masih menyimpan sesuatu yang hanya saya tunjukkan pada orang yang sanggup membayarnya saja.” Jawab si penjual perhiasan
“Saya akan menjual semua perhiasan saya yang lain jika saya tak sanggup membayar perhiasan yang sangat berharga itu.” Nyonya itu tak mau kalah.

Lalu penjual perhiasan itu mengambil si mutiara hitam keluar dari tempat ia disembunyikan. Nyonya kaya itu tampak sangat kagum melihat mutiara hitam.
“ Oh….anggun sekali, saya belum punya yang seperti ini.” Nyonya kaya itu tampak berbinar. Ia lalu mengeluarkan semua uangnya demi mutiara hitam itu.

Hayo jujur siapa yang pernah merasa dirinya nggak berharga? Merasa seperti si mutiara hitam kalo dia sangat memalukan, gak pantas untuk dimiliki setiap orang.

Nah adik-adik, kadang kita merasa bahwa itu Tuhan tidak adil. Kita bertanya-tanya, mengapa teman saya cantik, saya tidak; mengapa teman saya kaya, saya tidak; mengapa teman saya berkulit putih, saya hitam; dan berbagai kalimat dengan awalan kata tanya “mengapa” yang tujuannya mempertanyakan kepada Tuhan bahwa orang lain lebih dari kita.

Ingatlah bahwa setiap adik-adik itu berharga dimata Tuhan, kita semua sama dihadapan Tuhan dan Tuhan mengasihi kita semuanya.

Tuhan memberikan banyak kelebihan loh buat kita semuanya, karena itu adik-adik ga perlu membanding-banding diri sama orang lain, sebaliknya belajarlah untuk bersyukur atas kebaikan Tuhan dalam kehidupan adik-adik semuanya.

Karena Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan tujuan yang baik. Kita tidak pernah tahu rencana indah yang Tuhan rancangkan untuk kita. Karena itu kita harus bersyukurlah atas apa yang kita miliki.

Sebab manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling berharga. Kalau Dia memberi keindahan pada bunga-bunga, burung-burung, kita jauh lebih berharga dari itu semua.

Ayo kita baca ayat ini :

Matius 10:31 …  Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Komitmenku hari ini :

Tuhan, aku mau belajar untuk bersyukur untuk hidup indah yang Tuhan beri ini. Terimakasih karena Tuhan telah menjadikan aku sebagai anak yang sangat berharga, dan aku mau memakainya untuk memuliakan Tuhan.

YG – GCT