Renungan Harian Anak, Senin 21 September 2020

Kejadian 45:9-24

Heloo adik-adik Elohim kids … wah sudah hari Senin, hari yang baru di minggu ini… semuanya harus tetap semangat ya….

Kemarin di Sunday Funday kita sudah belajar bersama mengenai bagaimana kita mengasihi keluarga kita. Siapa disini adik-adik yang pernah dimarahi sama orang tua adik-adik? Pasti Sebagian besar pernah dimarahi … waktu adik-adik dimarahi siapa yang pernah jengkel atau marah sama orang tua atau saudara adik-adik?

Nah … adik-adik kita semua harus belajar prinsip kasih yang benar, sisi lain dari kasih adalah disiplin. Ketika adik-adik dimarahi pasti karena adik-adik membuat kesalahan, dan teguran itu akan menuntun adik-adik untuk belajar apa yang benar dan seharusnya. Tetapi percayalah bahwa semua dikerjakan karena orang tua adik-adik sangat mengasihi adik-adik semuanya, supaya adik-adik menjadi anak yang baik dikemudian hari.

Siapa yang pernah berpisah sama orang tua selama beberapa waktu, pasti adik-adik kangen sama orang tua kita, nah pagi ini Kita belajar bersama dari seorang pemuda bernama Yusuf, yang pernah terpisah dari Bapak yang sangat dikasihinya. Yusuf pernah dijual oleh kakaknya sebagai budak dan dibawa ke Mesir. Lalu ia pernah jadi pelayan, lalu dipenjara dan di kemudian hari menjadi orang penting di istana Firaun karena pandai memahami mimpi raja. Tetapi walaupun Yusuf waktu itu sudah menjadi orang penting di istana, tetapi dia tidak lupa bapanya dan saudara-saudaranya. Untung ketika kakak-kakaknya datang ke Mesir untuk membeli makanan, ia dapat bertemu mereka. Lalu ia menyuruh saudara-saudaranya menjemput bapanya dan dibawa ke Mesir, ia kangen sekali. Dan  “Yusuf sangat menyayangi bapanya. Oleh karena itu ia memohon kepada raja agar bapanya boleh tinggal di Mesir. Syukurlah raja setuju, sehingga Yusuf dapat berkumpul kembali dengan bapanya, wah… mengharukan sekali sebab sudah berpuluh tahun berpisah.”

Adik-adik, siapa yang sayang orang tua adik-adik? Kenapa sih Adik-adik harus sayang mereka? Karena mereka adalah orangtua yang dipercaya Tuhan untuk membimbing adik- adik agar adik-adik menjadi anak-anak yang baik. Tuhan mau kita mengasihi orang tua kita, seperti Yusuf mengasihi bapanya, tidak pernah melupakan kebaikan bapanya, memberikan kebutuhan bapanya, bahkan mengajaknya tinggal bersama di Mesir.

Bagaimana Adik-adik menunjukkan kasih Adik-adik kepada orang tua? Ya, dengan taat dan hormat, melakukan apa yang diperintahkan papa atau mama, tidak membantah dan mengomel kalau diingatkan. Ayo kita tunjukkan kasih kita pada orang tua kita.

Kedua orang tua kita sangat sayang kepada kita. Mereka bekerja keras agar Adik-adik dapat sekolah dan bertumbuh dengan baik. Mungkin ada di antara Adik-adik yang suka membuat sedih kedua orang tuanya? Hari ini mari Adik-adik berjanji untuk menjadi anak-anak yang mengasihi kedua orang tua Adik-adik. Bila kita telah mengecewakan mereka mari kita meminta maaf pada mereka. Bila kita merasa sulit untuk melakukannya, berdoalah dan minta kekuatan pada Tuhan.

Ayo meneladani kehidupan Yusuf, selalu mengingat kebaikan orang tua saat apa pun: saat sedih-gembira, saat kecewa-bangga, saat gagal-berhasil, saat miskin-kaya, saat sakit maupun sehat. Dan adik-adik harus belajar untuk memberikan yang terbaik untuk orang tua, sikap menghormati, taat pada orang tua, selalu mau menolong orang tua.

Ayat Hafalan:

Amsal 6:20 Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu.

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar mengasihi dan menghormati orang tuaku dengan menjadi anak yang taat dan dengar-dengaran. Tuhan berkati keluargaku selalu.

SF200920 – KCP