Renungan Harian Anak, 26 April 2020

Bahan Bacaaan : Kejadian 2:18-25

Adik-adik, siapa di antara Adik-adik yang bisa hidup sendirian? Makan sendiri, tidur sendiri, belajar sendiri, cuci baju sendiri, beresin tempat tidur sendiri, masak makanannya sendiri, cari uang sendiri buat sekolah…, kalau sakit, ya obati sendiri, tidak ada yang membawa ke dokter dan tidak ada yang membawakan makanan. Jadi waktu sakit tetap masak sendiri, cuci baju sendiri??

Tentu tidak ada yang bisa sendirian, kita membutuhkan orang lain.

Ayo sekarang kita coba melihat dan membayangkan pada waktu manusia diciptakan pertama kali oleh Tuhan.

Tuhan tidak membiarkan Adam sendirian sekalipun dia ditemani banyak binatang. Waktu Adam jalan-jalan di taman Eden, dia rupanya melihat monyet yang sedang main bergelantungan di pohon dengan teman sesama monyet. Mereka tertawa lebar sekali sambil makan pisang.
Waktu dia jalan lagi dan melihat ke dalam kolam, dia berpikir,

“Wah menyenangkan sekali ikan itu berkejar-kejaran. Mereka berenang bersama, mencari makan bersama.” Tetapi saya mau berkejar-kejaran dengan siapa? Mau bicara dengan siapa?

Dia melihat lagi ke langit, ada burung pipit mereka saling bersahut-sahutan, saling bercerita. Kemudian burung pipit itu terbang bersama Wah, senangnya jika punya teman, ya.

Setelah melihat binatang-binatang itu, Adam duduk di bawah pohon rindang. Tapi waktu dia duduk, dia melihat 2 ekor unta. Mereka minum air bersama, lalu Adam berpikir lagi, kalau unta itu menyimpan airnya bersama dan mereka bisa mengadakan perjalanan jauh bersama, betapa senangnya aku kalau Tuhan memberi aku teman dan bisa berjalan bersama, makan minum bersama, juga berkejar-kejaran bersama.

Lalu apa yang terjadi? Tuhan tahu bahwa Adam perlu teman. Lalu Tuhan berbicara pada Adam,

“Saya tahu kalau kau merasa tidak enak sendirian. Memang tidak baik kamu seorang diri saja, karena kamu tidak bisa menunjukkan sayangmu, tidak bisa berbagi, tidak bisa bermain bersama. Jadi Aku akan memberikan kamu teman. Teman yang bisa menolongmu, dan kamu juga bisa menolong dia.”

“Coba Adam, pilih mana yang kau suka?” kemudian muncul seekor macan. Apa kau mau ia menjadi temanmu?”

O…, tidak, tidak, Tuhan. Aku tidak mau dia menjadi temanku. Dia bisa menemaniku, tapi aku tidak bisa bercakap-cakap dengan dia. Dia juga tidak bisa menyuapi aku dan tidak bisa minum dari gelas yang sama denganku. Tapi karena dia lincah dan ganas, kuberi nama dia Macan.”

“Coba kalau yang ini?” kemudia muncul seekor babi

Ah, Tuhan, aku tidak mau. Dia jarang mandi dan tidak suka bermain air. Aku ingin temanku itu sama dengan aku, bisa bermain air bersama, bisa berenang bersama, bisa juga makan bersama. Binatang itu kunamakan Babi. Tapi tolong berikan yang lain, Tuhan. Aku perlu teman yang sama denganku.”

Ternyata ga ada yang cocok jadi sahabatnya Adam. Nah, Adik-adik, kemudian  Tuhan membuat adam tidur nyenyak. Ketika Adam tidur, Tuhan mengambil salah satu rusuk Adam dan dibangun-Nyalah seorang perempuan. Hebat, ya, Tuhan kita, la tahu apa yang dibutuhkan Adam.

Maka pada waktu Adam bangun, apa yang dia lihat?

“Nah, ini Tuhan, ini dia temanku. Dia sama denganku. Tangannya kakinya, rambutnya, wajahnya. Dia kuberi nama perempuan, la sama kulitnya denganku, ia memiliki gigi yang sama, hidung yang sama, mata yang sama. Nah, ini baru teman. Terima kasih, Tuhan. Engkau memberiku teman.”

Adik-adik mau hidup tanpa teman? Tidak enak. Adam pernah merasakannya.

Untuk itu, jadilah teman yang baik. Jangan sampai kita tidak punya teman. Kalau ada teman yang memerlukan pertolongan, “Aduh, saya jatuh.” Tolonglah dia. Jadilah teman yang baik, seperti Adam dan Hawa. Terima kasih, Tuhan, Tuhan memberi aku teman. Siapa di sini yang punya teman?

Nah, Adik-adik, tentu senang sekali ya kalau kita bisa berteman dengan banyak orang.

Kalau kita punya kasih, pastilah tidak akan ada yang permusuhan, yang ada perdamaian. Mari kita jadi teman yang baik untuk siapapun juga, yang siap menolong saat teman kita susah, dan ikut berbagi saat kita mendapat banyak berkat. Pasti Tuhan senang kalau kita hidup dalam kebersamaan.

Ayo kita baca ayat kita hari ini

Amsal 17:17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Komitmen ku hari ini

Tuhan Yesus Engkau  memberikanku teman agar kami saling membantu dan saling menolong, aku mau belajar untuk saling mengasihi.

SSM – YC