Renungan Harian Anak, Kamis 22 Oktober 2020

Markus 4:35-41

Syallom ..Good Morning adik adik elohim Kids yang di kasihi Tuhan….semua dalam keadaan baik dan sehat yaaa..

Adik adik dulu waktu kakak masih kecil,kakak punya kebiasaan yang bisa dibilang kebiasaan yang ga baik, itu dikarenakan karena kakak takut gelap. Kebiasaan kakak jika kakak pulang main dari rumah nenek dan mau pulang ke rumah, kakak akan selalu berteriak dulu ke ibu Kakak “ buuuu…ibu… aku mau pulang…” dan Nenek kakak tidak boleh pergi dulu sebelum  ibu kakak  terlihat dari jauh, padahal jarak rumah nenek dan rumah ibu kakak sangat dekat, sekitar 10 m saja…tapi jalannya sangat gelap….ketika Ibu kakak sudah terlihat dari jauh kakak akan lari sambil berteriak  ” tungguin ya nekkk..jangan pergi dulu” hal ini kakak lakukan setiap kali kakak pulang dari rumah nenek. Suatu hari kakak pergi ke sekolah minggu dan kakak mendengarkan cerita tentang Tuhan Yesus yang meredakan angin Ribut..dan kakak belajar untuk tidak menjadi takut lagi…adik adik ingat cerita Ini???

Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang sebuah perahu yang sedang dipakai berlayar di sebuah danau. Dalam perahu itu ada Tuhan Yesus dan murid-murid. Ketika perahu mulai berlayar, Tuhan Yesus kemudian pergi ke bagian belakang perahu dan tidur di atas tikar yang ada disitu. Wah, pasti Tuhan Yesus sudah mengantuk ya. Saat perahu sedang berlayar, tiba-tiba angin yang sangat keras bertiup, ombaknya juga sangat besar sehingga air masuk ke dalam perahu. Murid-murid mulai bingung, mereka biasa berlayar jadi mereka tahu kalau gelombang besar seperti ini mereka bisa tenggelam. Mereka menjadi takut, tapi ketika mereka melihat ke belakang perahu, Tuhan Yesus masih saja tidur. Merekapun membangunkan Tuhan Yesus dan berkata, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

Melihat mereka begitu takut, Tuhan Yesus bangun dan berdiri kemudian berkata kepada danau itu, “Diam! Tenanglah!” maka angin yang bertiup kencang dan danau yang bergelombang itu menjadi tenang. Dan murid-murid….. mereka hanya bisa terheran-heran karena dengan berkata saja Tuhan Yesus dapat menenangkan badai. Lalu Tuhan Yesus bekata kepada murid-murid, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”. Murid-murid hanya bisa saling memandang, bukankah dari tadi mereka bersama dengan Tuhan Yesus? Seharusnya mereka tidak takut, mereka tinggal minta tolong saja kepada Tuhan Yesus, pasti Tuhan Yesus tolong.

Tuhan Yesus sedih kalo adik-adik masih memiliki ketakutan, seperti waktu Tuhan mengingatkan murid-murid Tuhan Yesus untuk tidak boleh takut. Dari pada takut lebih baik adik-adik memilih percaya pada penyertaan Tuhan.

Hari ini kita belajar kalau ada yang membuat adik-adik takut, adik-adik harus memohon melalui doa, pasti adik-adik mendapat pertolongan dari Tuhan Yesus dan tidak menjadi takut lagi. Ayo adik-adik kita belajar untuk tidak takut … apa yang adik-adik takutkan sekarang, belajar untuk percaya sama Tuhan. Tuhan Yesus selalu ada Bersama dengan adik-adik, untuk menemani dan menyertai adik-adik semuanya.

Ayat Hafalan: 

Mazmur 23:4a, Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku

Komitmen ku hari ini:

Aku mau berserah dan berdoa karena aku percaya bahwa Tuhan Yesus selalu menyertaiku dalam segala keadaan dan berkata “Aku tidak Takut”

YC – RS