Renungan Harian Sabtu, 26 Desember 2020

Lukas 1:26-28, Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

Dalam injil Lukas … Kisah mengenai Panggilan Maria sebagai pembuka penggenapan janji Allah mengenai kehadiran Mesias. Maria adalah keturunan suku Lewi dan Yusuf adalah dari suku Yehuda. Bahkan kota Maria adalah Nasaret adalah Kota yang dikenal sebagai kota yang dikenal tidak baik dan buruk. Maria sebenarnya mengalami tekanan hidup yang tidak mudah, ada banyak kesulitan dan kekhawatiran yang dihadapinya.

Namun berita yang tercatat dalam Injil Lukas … datanglah Firman Tuhan kepada Maria “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

Ada hal yang lebih sulit untuk dibangun ditengah situasi sekarang ini

1. BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN KEBAHAGIAAN DAN KESEJAHTERAAN
2. BERPIJAK KEPADA KASIH KARUNIA
3. MEYAKINI PENYERTAAN TUHAN DALAM KEHIDUPAN KITA

Keadaan ini menjadi pergumulan kita semuanya, Berita “Syalom” dari Malaikat Allah – adalah berita Kedamaian, ditengah semua situasi yang menakutkan dan mengkhawatirkan, terimalah berita DAMAI SEJAHTERA yang dari pada Allah sendiri bagi kehidupan kita. Inilah berita Natal yang sejati, berita kedamaian dan sukacita dan Tuhan rindu semuanya melimpah dalam kehidupan kita.

Ditengah semua situasi yang sulit ini – Tuhan menyatakan BERBAHAGIALAH, kenapa? Karena ada KASIH KARUNIA dan PENYERTAAN TUHAN dalam kehidupan kita.

Meskipun ditengah situasi yang sulit dan kenyataan pahit yang kita alami… Firman Tuhan datang bagi kita semuanya BERBAHAGIALAH bukan karena keadaan yang baik tetapi berbahagia berdasarkan KASIH KARUNIA dan PENYERTAAN TUHAN

Yohanes 1:16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;

Kasih Karunia yang akan memampukan kita untuk menikmati kebahagiaan yang sejati, ada kelimpahan kasih karunia yang bertambah-tambah dan berlimbah-limpah dalam kehidupan kita. Kasih karunia inilah yang akan memelihara kehidupan kita untuk tetap berbahagia dalam segala kondisi.

Kiranya Roh Kudus akan menolong setiap kita untuk memahami Anugerah yang berlimpah dalam kehidupan kita semuanya, sehingga kita bisa menikmati kebahagiaan yang sudah Tuhan siapkan bagi kehidupan kita.

Tanda kasih karunia Allah adalah kesadaran akan penyertaan Allah.

Keluaran 33:16 Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?”

Penyertaan Tuhan menjadi pembeda dalam kehidupan orang percaya, keadaan dan kesulitan yang kita alami bisa sama namun penyertaan Tuhanlah yang akan tetap membuat kita hidup dalam kebahagiaan yang sejati.

Ketika Maria menghadapi berita ini,Dia pun mengalami ketakutan namun ada Firman Tuhan.

Lukas 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Ini adalah kebenaran yang akan memampukan kita untuk meyakini penyertaan Tuhan, bahwa segala sesuatu adalah Mungkin bagi Allah. Ketika kita berjumpa dengan segala kemustahilan percayalah bagi Tuhan segala sesuatu adalah mungkin

Roma 5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Pdt. Stefanus Suwarno

Ibadah Ucapan Syukur dan Perjamuan Kudus
GPdI Elohim Batu
25 Desember 2020

Tuhan Yesus Memberkati
Link Youtube :