Renungan Harian Sabtu, 24 Oktober 2020

Kita telah berbulan-bulan hidup dalam masa pandemi. Apalagi jika melihat data-data update tentang penyebaran pandemi ini di media massa. Ya …  gelisah, was-was, takut, ragu bisa menghampiri kita sewaktu-waktu ….. jika melihat kenyataan didepan mata kita

Ada sebuah tuliasan yang berbunyi:

Sejak engkau datang, kami mengurung diri dalam rumah. Mengunci pintu dan jendela, menutup lubang angin, menutup segala yang terbuka dari rasa takut. Padahal kami tak tahu, engkau ada di luar atau di dalam tubuh kami.
Engkau mengusir kami dari Jalan-jalan, mal, pasar,kantor-kantor, sekolah, kampus-kampus, bahkan dari rumah ibadah kami. Padahal kami selalu tak mampu untuk keluar dari keramaian dalam kepala kami.
Engkau datang seperti bala tentara dalam operasi senyap. Menembaki ribuan orang di seluruh dunia dengan peluru kecemasan, padahal kami hanya orang biasa yang tak punya senjata, yang selalu percaya bahwa perang hanya untuk para tentara.
Hari ini, kami memang akhirnya mengunci diri dalam rumah, tapi kami tidak sedang menyerah. Peluru-peluru sedang kami siapkan dari doa-doa yang setiap saat kami panjatkan. Kami punya iman yang setiap waktu menyala dalam kegelapan.

Beberapa waktu lalu sempat viral di medsos, yaitu tulisan “ANDRA TUTTO BENE” yang artinya “Semua baik-baik saja”. Dimulai dari kisah seorang ibu di Puglia tenggara sekitar kota Bari (Italia). Yang kemudian menyebar ke seluruh Italia dimana keluarga ibu ini mengalami musiabah kematian. Bukan hal mudah ketika mengalami hal yang berat dan kemudian terucap “semua akan baik-baik saja” (Andra tutto bene)

PERCAYALAH SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA, karena :

Yesus menjanjikan Penghibur (Yohanes 14:15-18)

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu  Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu

Ayat diatas terdapat dalam bagian perikop tentang Yesus menjanjikan Penghibur. Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu, Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.  Aku datang kembali kepadamu memberikan kedamaian.

Salam damai sejahtera memiliki beberapa arti:

  • Syalom adalah sehat walafiat, utuh, keadaan baik.
  • Eirene mempunyai arti rohani yang berarti : Selamat, persahabatan: jangan kuatir: damai, kesejahteraan, kemujuran, tenteram, keselamatan: damai sejahtera:

Inilah yang Tuhan berikan bagi kehidupan kita semua anak-anakNya, ada kedamaian ilahi yang Tuhan berikan bagi kita semuanya. Kuncinya adalah …

Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku
(ayat 15)

Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya   akan nama Yesus Kristus,  Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. (1Yohanes 3:23)

Hidup didalam Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama akan membawa kedamaian dalam kehidupan kita.

Mari kita tengok cara hidup jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:41-47. Jemaat mula-mula memiliki gaya hidup saling mengasihi, saling berbagi, menguatkan satu sama lainnya. saling menjagai, kompak maka dikatakan tidak ada diantara mereka yg sampai kekurangan dan mereka disukai semua orang.

Dalam kedamaian yang daripada Tuhan kita akan menikmati “Andra Tutto Bene” bahwa dalam segala situasi dan keadaan percayalah jaminan Tuhan bahwa “Semua Akan Baik-baik Saja”

TC