Renungan Harian, Rabu 02 September 2020

Efesus 5:15. Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

Ada banyak nasehat yang disampaikan Tuhan melalui rasul Paulus kepada jemaat Tuhan secara umum dan jemaat Efesus secara khusus pada waktu itu. Semua peringat itu dikaitakan dengan “antisipasi” terhadap keadaan jaman bagaimana kita hidup ~ “… hari-hari yang jahat…”

Surat ini dituliskan oleh Paulus pada abad pertama, yang sudah terjadi kejadaan yang jahat – bagaimanakah keadaan kita pada masa sekarang ini? Keadaan semakin jahat. Sehingga pesan ini relevan bagi kehidupan kekristenan pada masa kini.

LATAR BELAKANG: Ada banyak tantangan yang dihadapi oleh jemaat Efesus. Kota Efesus adalah kota yang maju dan menjadi kota dagang pada waktu itu, dan dikota ini ada kuil Dewi Artemis yang dipercaya sebagai dewi kesuburan yang memberikan rejeki bagi manusia, kota ini juga terjadi pencampuran berbagai jenis kebudayaan dan keagamaan. – hal ini jelas berdampak bagi keadaan Kekristenan pada saat itu, jemaat akan menghadapi tantangan pada saat itu. – sehingga Tuhan mengutus Paulus untuk menjadikan jemaat Efesus memiliki Antisipasi terhadap keadaan sekitar mereka yang ada.

Nasehat-nasehat Antisipasi dari Paulus:

1). Memperhatikan dengan seksama (lebih serius) bagaimana kita harus hidup.

Ada banyak tawaran dunia yang seringkali tidak seimbang dengan berita Firman Tuhan yang kita dengar, sehingga menuntut anak-anak Tuhan terus membangun antisipasi terhadap keadaan yang ada.

… jangan seperti orang bebal tetapi orang yang arif… (cerdas tetapi benar – cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati).

Tanpa antisipasi terhadap keadaan jaman dapat membuat kita lengah, maka dunia akan menghancurkan iman kita
#perhatikan dengan seksama bagaimana kamu hidup

2).  Pergunakanlah waktu yang ada (Ay 16)

Pergunakanlah ~ kemampuan untuk mengelola/pengaturan (managemen) terhadap seluruh aspek kehidupan kita. Kemampuan mengelola – menciptakan keseimbangan jasmani dan rohani.  Pengelolaan – “seluruh aspek kehidupan kita” ~ Waktu, uang, keluarga dll.

3).  Usahakanlah mengerti kehendak Tuhan. (Ay 17)

Ada perhatian secara khusus terhadap kaitan kerohanian – untuk mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam kehidupan kita. Usahakanlah … ~ ada sebuah usaha/tindakan untuk bisa mengerti (Berdoa, Merenungkan Firman Tuhan, memberikan tempat dalam hati kita bagi tuntunan Tuhan).

4).  Jangan mudah dimabukkan oleh “anggur”. (Ay 18)

Dimabukkan oleh “anggur” – gambaran kenikamtan dan dari kenyataan kehidupan – sehingga jangan pernah menyerah kepada keadaan dunia ini. – hal-hal ini akan membawa kita hidup dalam hawa nafsu manusia.

Sebaliknya hiduplah dalam Roh Kudus yang memberikan tuntunan bagi kehidupan kita mengatasi keadaan kehidupan yang ada disekitar kita.

Perhatikanlah bahwa Roh Kudus adalah kebutuhan kita sehari-hari – menuntun langkah segala aspek kehidupan kita, untuk kita bisa mengantisipasi kehidupan kita sehari-hari untuk kebutuhan yang konkret ~ Roh Kudus yang memberi kekuatan untuk kita bisa hidup dalam kehendak Allah. Sehingga – “setiap anak Tuhan harus –selalu- dipenuhkan oleh Roh Kudus terus menerus”.

YH