Renungan Harian, Rabu 13 Mei 2020

Apa yang harus kita lakukan, ketika kita tidak tahu apa yang Harus kita lakukan

Bacaan : 2 Tawarikh 20

Dalam kitab 2 Tawarikh pasal 20 ini kita melihat sebuah kisah yang dramastis ketika situasi mencekam karena bangsa Israel yang dikepung oleh serangan dua bangsa besar yaitu Moab dan Amon serta pasukan Meunim diubahkan menjadi kemenangan Besar dan demonstrasi kuasa Allah yang memberikan kemenangan.

Namun jika kita membaca pada awal kisah ini seluruh bangsa Israel mengalami ketakutan (ay 3) bahkan di ayat 12 mereka berkata

“ kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini yg datang menyerang kami, kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi kami tertuju kepada-Mu”

Dalam kondisi terdesak dan terjepit dan membayangkan kehancuran sudah didepan mata dan juga tidak tahu apa yang harus dilakukan? Dalam kondisi ketakutan inilah yosafat mengambil tindakan yang akhirnya membalik keadaannya ada 4 hal yg dilakukan yosafat dalam menghadapi hal ini :

1. Berdoa

“Yosafat menjadi takut lalu mengambil keputusan untuk mencari tuhan , ia Menyerukan kpd seluruh yehuda supaya berdoa dan berpuasa”

perhatikan ayat 3 yaitu berdoa dan memohon kepada Tuhan merupakan tindakan yang tidak mungkin salah, kita berdoa karena menyadari ketidak mampuan kita, sebab itu Yosafat dengan sungguh mengambil tekad dan menetapkan hati untuk sungguh-sungguh mencari Tuhan sebagai kebutuhan vitalnya.

2. Fokus kepada Tuhan 

“kami tidak tahu yang harus kami lakukan , tetapi Mata kami tertuju kepadamu” ayat 12b

Ketika kita menghadapi masa2 sulit seperti saat ini fokuskan mata hati kita kepada Tuhan, bukan kepada permasalahan yang ada disekitar kita.

Mengarahkan hati kita kepada pribadi Tuhan yang Besar, jauh lebih besar dari setiap persoalan dan permasalahan yang dihadapi.

3. Menantikan Tuhan

“Sementara itu seluruh Yehuda berdiri dihadapan Tuhan” ayat 13

dalam suasana terdesak dikejar oleh deadline, bukan berarti kita harus buru-buru bertindak dan ceroboh , kurang dari 13 hari lagi bangsa-bangsa itu akan sampai untuk menyerang Yosafat, dalam kondisi kritis dan terdesak Yosafat menanti jawaban dan tuntunan Tuhan.

Saudara percayalah bahwa Allah itu menjawab doa dan Allah mendengar seruan dan tangisan kita, Dia menjawab setiap doa kita tepat pada waktunya.

4. Menyembah dan Memuji Tuhan

Ayat 18-19 Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem pun sujud di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya. Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan puji-pujian bagi TUHAN, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring.

Disini Yosafat sangat tahu rahasia dari kuasa pujian dan penyembahan . Karena hal yang luar biasa dapat Tuhan lakukan ketika bangsa Israel memuji dan menyembah-Nyaya, maka tuhan mengacaukan para musuh2nya karena ada kuasa dalam pujian.

Jadi saudara2 mari belajar dari Raja Yosafat bagaimana kita harus mengatasi masa-masa sulit, ketika kita ada dalam situasi tidak tahu apa yang harus dilakukan … hal terutama saat ini yaitu datang kepada Tuhan, kiranya Firman ini boleh menjadi kekuatan bagi kita semua.

Tuhan Yesus Memberkati

EW