Renungan Harian Youth, Kamis 10 September 2020

Bahan Bacaan : Yohanes 6 :25-26

Teman teman youth, pernah tidak suatu saat datang ke satu rumah makan atau warung yang menulis banyak menu pada daftar menu nya, tetapi saat kita mau order, banyak menu tidak tersedia dengan berbagai alasan, entah habis, entah sedang kosong, dan yang tersedia hanya tinggal satu menu yang bahkan bukan favorit kalian. Dan mungkin kita beberapa kali mengalaminya. Waktu datang dengan asumsi dan harapan akan menemukan beberapa jenis makanan atau camilan, tapi yang ada ketika mulai order, beberapa menu pesanan sedang habis, hanya tinggal 1 macam menu, dan sedihnya  itu bukan kesukaaan kita.
Kira-kita bagaimana Reaksi kita? Tentu saja akan kecewa. Karena dalam persepsi kita, di warung itu saya akan menemukan banyak makanan yang saya mau. Sebaliknya, saat kita datang ke penjual sate, kita tidak akan kecewa saat mendapatkan menu yang ada ya cuma sate saja. Tujuan dan keinginan saya sudah jelas, ya memang mau makan sate.  Berbeda dengan tujuan datang ke warung pertama, yang adalah memilih berbagai macam makanan.

Dari sedikit pengalaman diatas, ada sebuah kisah “Kekecewaan” yang tercatat dalam Injil Yohanes 6:25-26.

Sebelumnya dikisahkan mengenai mujizat Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang laki-laki, atau dikenal dengan mujizat 5 roti dan 2 ikan, membuat orang banyak berduyun duyun untuk mencari Tuhan.
Mungkin mereka adalah orang yang ikut dalam acara makan besar roti dan ikan sebelumnya. Mungkin banyak juga yang datang setelah mendengar tentang mujizat itu. Mereka pun ingin menikmati roti sampai kenyang, mendengarkan ajaran yang luar bisaa dan mendapat kesembuhan.

Namun, apa yang terjadi?

Setelah mereka menemukan Yesus, Yesus justru terang terangan menunjuk motivasi mereka,

Yohanes 6:26 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

Dengan popularitas di puncak, mestinya kesempatan itu dipakai Yesus untuk “memviralkan dirinya”, memberi apa yang orang banyak mau. Tapi selain menunjukkan motivasi mereka yang tidak murni, Yesus lalu bicara tentang roti hidup, yaitu diri-Nya sendiri. Orang orang yang datang mengira bisa “memilih banyak menu” , bisa makan kenyang, bisa sembuh, mendengar hikmat, dan sebagainya, kini harus menghadapi fakta bahwa menunya hanya satu, Yesus sendiri. Dan akibatnya adalah banyak mereka mengundurkan diri.

Teman teman, apa tujuan kita mengikut Yesus?

Apa yang kita kejar saat mengikuti Dia? Berkat? Kesembuhan? Jodoh? Kesuksesan? Bagaimana jika itu semua tidak akan kita dapatkan? Atau bahkan tidak bisa kita dapatkan? Akankah kita undur dariNya?

Bukan tanpa sebab Yesus berkata ” Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semua itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33).

Carilah Pribadi Tuhan bukan hanya berkat-Nya, Tuhan melihat sikap hati dan motivasi hati kita ketika datang mencari Dia.

Ketika hanya Yesus yang kita punya, percayalah kita punya segalanya, dan itu lebih dari cukup. Jika penderitaan tetap datang, masalah tetap ada, tapi kita punya Yesus, maka kita punya harapan. Baik untuk kehidupan sekarang, maupun di kekekalan. Tetaplah bertahan ketika hanya Yesus yang kita punya dalam hidup ini. Maka kita punya pengaharapan.

Komitmenku hari ini:

Aku mau mengikut Yesus bukan karena mujizat yang Ia buat, tapi karena Ia adalah Tuhan yang benar.

NV – SCW