Renungan Harian, Selasa 01 Desember 2020

Layar disebuah kapal layar berfungsi untuk menangkap angin dan menggerakkan kapal dan untuk menentukan arah kapal itu. Walaupun angin kencang bertiup ke selatan kapal itu tetap bergerak ke Barat, sesuai dengan arah layar ditangan seorang pelaut yang pandai. Pelaut memang tidak akan mampu mengubah arah angin, tetapi ia bisa tetap mengarahkan layar ke tempat tujuan. Perjalanan kehidupan kita seperti sebuah kapal layar yang sedang berlayar ke suatu tujuan.

Kadang badai kehidupan menerpa kita dan berusaha membelokkan arah kehidupan kita, tetapi jangan pernah menyerah. Iman dan pengharapan kita di dalam Tuhan Yesus membuat kita sampai ke tujuan.

Seperti Layar disebuah kapal yang dapat mengarahkan kepada Tujuan, demikianlah Iman dan pengharapan didalam Tuhan yang akan mengarahkan kita kepada Tujuan hidup kita

Jika kita belajar dari kehidupan Yusuf

Mazmur 105:16-22, Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak. Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya. Raja menyuruh melepaskannya, penguasa bangsa-bangsa membebaskannya. Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan kuasa atas segala harta kepunyaannya, untuk memberikan petunjuk kepada para pembesarnya sekehendak hatinya dan mengajarkan hikmat kepada para tua-tuanya.

Saudara-saudara jika kita mengingat perjalanan Yusuf, seorang anak muda yang yang mendapat visi dari Tuhan melalui mimpi. Tetapi pada kenyataannya hidupnya sangat berbeda, bahkan bisa dikatakan bertentangan dengan tujuan yang Tuhan nyatakan melalui mimpinya . Seperti Angin badai mencoba menjauhkan Yusuf dari janji-janji Tuhan, dia dibenci, dibuang kesumur, dijual sebagai budak,difitnah, dipenjara, bahkan dilupakan.  Namun seperti ayat yang sudah kita baca, Tuhan memakai cara ini untuk mengutus Yusuf ke Mesir.

Dalam menghadapi tantangan yang ada, tentunya Yusuf juga mengalami pergumulan yang sangat berat, namun Yusuf tetap  beriman teguh, bertahan dalam segala situasi dan tetap memfokuskan pandangan imannya pada janji-janji Tuhan.

Kita melihat bersama kehidupan Yusuf layarnya tetap terarah pada tujuan yang sudah Tuhan tetapkan, dan kita sadari bersama dengan sungguh-sungguh membutuhkan kekuatan dari Tuhan agar tetap taat kepada setiap rencana Tuhan.  Yusuf mempertahankan imannya sehingga tidak putus pengharapan.

Bahkan ketika Yusuf berjumpa dengan saudara-saudaranya kembali, yang dulunya membenci Yusuf dan berlaku jahat. Namun Yusuf sepakat dengan sebuah kebenaran bahwa semua yang terjadi ada dalam kendali Allah.

Kejadian 50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Jika Tuhan memakai masa-masa yang kelam dalam kehidupan Yusuf untuk mempersiapkan sebuah rencana yang sudah ditetapkannya. Dalam kehidupan kita tentunya ada kala dimana kita harus bergumul dengan segala kesulitan dan pergumulan, jangan berhenti tetaplah percaya ada tangan Tuhan yang terus memegang kehidupan kita setiap waktu.

Saudara-saudara yang terkasih walaupun tampaknya hidup ini tidak mudah dan memang sangat sulit, tetapi tetaplah arahkan iman kita tetap padaNya dan percayalah waktu Tuhan adalah yang terbaik untuk membawa kita pada penggenapan janjinya…..amin

Tuhan memberkati

EW