Renungan Harian Youth, Senin 11 Mei 2020

Bahan bacaan  : Filipi 1: 21

Syalooommm… selamat pagi rekan-rekan kaum muda dan remaja Elohim. Apa kabarnya hari ini? Semoga dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Tuhan.

Teman-teman, semua orang pasti memiliki motto dalam hidupnya sebagai pacuan dan inspirasi untuk sukses, ataupun sebagai bentuk hiburan agar kembali bersemangat. Banyak rangkaian kata yang bisa dijadikan motto hidup, diantaranya yang sering kita dengar adalah

“waktu adalah uang”.

Berbicara tentang waktu, sama dengan kita berbicara tentang kehidupan. Jika waktu adalah uang, berarti tujuan hidup kita adalah untuk uang.

Berbeda dengan seorang rasul yang sangat terkenal di Perjanjian Baru, yang mempunyai sebuah motto hidup yang tidak asing lagi, yaitu.. mari kita baca didalam

Filipi 1:21 “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

Dia adalah Rasul Paulus. Paulus mempunyai cara yang unik melihat hidupnya. Baginya, hidup dan mati sama-sama penting. Buktinya, ketika menulis surat Filipi ini, Rasul Paulus tidak dalam keadaan baik-baik saja, melainkan sedang berada didalam penjara di Roma. Penderitaan dalam penjara tidaklah membuat semangat Paulus luntur untuk memberitakan Injil, melainkan Paulus dalam urapan Roh Kudus, masih dapat mengajar dan memberitakan Injil melalui surat-suratnya dengan penuh semangat.

Dibagian pertama dari ayat ini, dikatakan bahwa bagi Paulus, hidup adalah Kristus.

Paulus sangat memperhatikan kehidupannya. Diayat selanjutnya, Paulus memberi arti hidupnya adalah untuk bekerja memberi buah bagi Kristus. Jadi hidup yang dijalani, bukan lagi hidup untuk diri sendiri, namun untuk Kristus sepenuhnya.

Pada bagian kedua, dituliskan bahwa mati adalah keuntungan.

Jadi kematian bagi Paulus merupakan keuntungan yang besar, sebab ia akan segera bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus, Sang Jurus’lamat.

Seorang pemimpin dunia yaitu Alexander Agung, sebelum meninggal mengumpulkan para jendralnya dan menyampaikan 3 permintaan terakhirnya yaitu, pertama, hanya dokter terbaiklah yg harus membawa peti matinya. Kedua, semua harta kekayaan (uang, emas, dan lain-lainnya) harus disebar sepanjang jalan menuju pemakamannya. Ketiga, tangannya harus dibiarkan tergantung menjuntai diluar peti, agar semua orang dapat melihatnya. Nah… penjelasannya adalah, pertama, ketika ajal menjemput, dokter terbaikpun tidak dapat menghalanginya. Kedua, semua kemakmuran materi yang diperoleh di bumi, tidak dapat dibawa saat mati. Ketiga, mengingatkan kita bahwa manusia datang dengan tangan kosong, maka akan pergi juga dengan tangan kosong.

Dari kisah ini, mengingatkan kita semua bahwa

selagi kita hidup, meskipun ditengah penderitaan sekalipun; mari kita hidup untukTuhan, bekerja dan berbuah bagi Tuhan.

Karna akan datang saatnya kita akan meninggalkan dunia ini dan bersatu dengan Tuhan; sebagaimana yang dituliskan oleh Paulus dalam

Roma 14:8 “Sebab jika kita hidup,kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.”

Komitmenku Hari ini

Selama Tuhan masih memberikan kesempatan kehidupan bagiku, aku mau memakainya untuk memuliakan nama Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

MW – KPH