“IMAN YANG KREATIF”

“IMAN YANG KREATIF”

Renungan Harian Anak Sabtu, 15 Mei 2021

Ayat Bacaan : MARKUS 2:1-5

Selamat pagi Adik adik Elohim kids… Ayox siapa yang masih baru bangun ini,,,sudah mandi belum??kita harus lawan rasa malas atau mungkin bosan kita saat belajar firman Tuhan ya adik adik,percayalah firman Tuhan selalu memberikan kekuatan baru buat kita semua….Yux…….kita berdoa terlebih dahulu…..

Adik-adik pernah tidak lewat, melihat di TV  ataupun berkunjung ke kampung warna warni yang ada di malang??warna warni  dan gambar gambar yang ada pada rumah dan bangunan bangunan  disana, bagus dan kreatif ya adik adik ..terlihat sangat menarik mata untuk melihat. Atau pernah melihat bahkan mungkin di tempat tinggal adik-adik dimana satu desa yang membuat kerajinan kerajinan dari sampah plastik, seperti membuat pot bunga dari botol bekas,membuat tas dari bekas deterjen atau mie instan. Dari bahan yang sebenarnya tidak berguna tapi ditangan orang orang yang kreatif semua jadi bisa di bermanfaat lagi

Kreativitas berasal dari kata kreatif yang artinya memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan. Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan segala sesuatu yang diperoleh dari hasil berpikir. Dan di Alkitab ada satu kisah tentang bagaimana orang orang yang mempunyai iman kepada Tuhan, menjadi kreatif.

Suatu Hari Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar bahwa Dia ada di rumah. Begitu banyak orang datang ke situ, sehingga tidak ada lagi tempat. Yang datang bukan hanya orang-orang sehat, melainkan juga orang sakit, bahkan lumpuh. Dan, si orang lumpuh sangat perlu bertemu Yesus! Di sinilah timbul masalah. Sungguh tak mudah membawa seorang lumpuh untuk menembus kerumunan dan bertemu Yesus. Kesulitan yang muncul memaksa empat sahabat si lumpuh untuk berpikir dan mencari cara. Akhirnya, mereka menemukan cara terbaik, meski tak biasa, yang dapat menolong mereka mencapai tujuan. Mereka membuka atap dan menurunkan tilam tempat si lumpuh berbaring.

Kesulitan mengasah kreativitas.

Dari sikap sikap orang-orang yang membawa temannya yang lumpuh kepada Yesus untuk memperoleh kesembuhan dari Tuhan Yesus kita memahami bahwa salah satu wujud dari iman adalah kreativitas dalam mengatasi rintangan atau masalah. Kreativitas untuk mengatasi rintangann karena meyakini bahwa Tuhan tidak akan mengecewakan orang yang berharap kepada-Nya.

Dalam kehidupan sehari-hari,seringkali kita menjumpai kesulitan, masalah. Allah ingin kita bersikap cerdas saat menghadapi kesulitan.

Allah ingin kita menjalani hidup ini dengan cara-cara yang kreatif. Allah dapat menolong kita menemukan cara-cara yang tak biasa, agar dapat mengatasi kesulitan.

Percayalah bahwa Dia pasti memberi kita hikmat-Nya.yuxx adik adik  kita terus semangat  membangun keakraban dengan Tuhan dan bertumbuh dalam iman yang  akan diwarnai dengan sikap kreatif,

Ayat Hafalan:

Amsal 8:12. Aku, Hikmat tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.

Komitmen ku hari ini:

Tuhan aku mau terus membangun iman percayaku Kepada Engkau,pakailah cara cara Mu yang Luar biasa agar aku menjadi anak anak yang mempunyai iman yang kreatif.

YC – IFM

PENGUMUMAN :

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday Besok … hari minggu jam 08.15 di channel Youtube Elohim ministry dengan tema :

“Tuhan Dimuliakan”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Untuk Aktifitas besok adik-adik bisa mempersiapkan alat dan bahannya yaitu : kertas lipat 8 lembar (Satu Warna), 4 lembar kertas lipat warna warni, Spidol/Alat warna, Guntung dan Lem

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

“Kebijaksanaan Abigail”

“Kebijaksanaan Abigail”

Renungan Harian Youth, Sabtu 15 Mei 2021

Bahan Bacaan  : I Samuel 25

Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan.

Setiap hari kita diperhadapkan oleh berbagai pilihan dalam kehidupan kita. Dari hal ini, bagaimana kita bersikap secara bijaksana untuk menentukan pilihan-pilihan tersebut. Saat ini kita mau belajar lewat kehidupan seorang wanita yang tertulis didalam Alkitab. Seorang wanita yang bijaksana, yang bernama Abigail. Dalam ayat kedua dan ketiga dari I Samuel 25 menjelaskan bahwa Abigail perempuan cantik yang mempunyai suami, Nabal seorang yang kasar dan jahat kelakuannya. Dari kehidupan Abigail bersama Nabal ini, kita dapat menarik pelajaran hikmat.

Yang pertama,  Tidak kompromi dengan hal-hal yang salah.

Entah sudah berapa lama Abigail hidup dengan Nabal, tapi pastinya Abigail akan merasa tidak nyaman dengan tingkahlakunya Nabal yang jahat dan kasar. Tapi disini kita dapat melihat Abigail tidak kompromi dengan dosa Nabal, melainkan tetap rendah hati dan berani tampil beda. Abigail tetap hidup dengan benar. Apakah dalam kehidupan kita sebagai anak muda, kita mudah kompromi dengan dosa? Dengan hal-hal yang salah? Dengan hal yang menyakiti hati Tuhan? Mari kita belajar dari Abigail, yang hidup dengan berhikmat dan tidak mau kompromi dengan dosa.

Amsal 14; 6 mengatakan,”Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman.”

Yang kedua, Menjadi Berhikmat

Yang dapat kita pelajari dari hidup Abigail adalah dengan hikmat, Abigail berani membuat keputusan dengan cara yang tepat diwaktu yang tepat. Terbukti dalam I Samuel 25 ayat 24, 26 dan 36-37. Dari ayat-ayat ini kita dapat melihat Abigail membuat keputusan-keputusan dengan cara yang tepat dan waktu yang tepat.

Ayat 24, Abigail memohon kepada Daud untuk menanggung segala apa yang diperbuat oleh Nabal, karna ia adalah suaminya.
Di ayat 26, sempat-sempatnya Abigail mengingatkan Daud untuk tidak berbuat dosa dengan membunuh.
Ayat ke 36-37, Abigail berbicara jujur kepada Nabal tentang apa yang diperbuatnya terhadap Daud dan pasukannya, dengan cara dan waktu yang tepat.

Saat hikmat digabungkan dengan tindakan, maka dapat menyelamatkan keluarga, medamaikan pihak yang bertengkar, serta dapat mengubah dunia. Pastinya menggabungkan tindakan dengan hikmat  ini harus di tuntun dengan kasih.

Amsal 29: 11,”Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak meredakannya.”

Jika kita mengingat pengajaran Tuhan Yesus Kristus, siapakah mereka yang berhikmat? Dalam Matius 7:24-27, dinyakan bahwa orang yang berhikmat bukan saja mereka yang mengetahui saja tetapi bagaimana melakukan Firman Tuhan dalam kehidupannya setiap hari.

Matius 7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Seorang pakar keuangan Kristen, Ronal Blue menuliskan:

Hikmat itu tidak diukur dari gelar akademis, tetapi dari apa yang dengan sadar kita perbuat. Hikmat itu bukan soal mempelajari kebenaran, melainkan menerapkan kebenaran dalam kehidupan.

Mari kita hidup dengan hikmat yang dari Tuhan; tidak kompromi dengan dosa, serta berani membuat keputusan-keputusan dengan cara dan waktu yang tepat. Lakukanlah setiap kebenaran yang telah kita terima dan ijinkan Roh Kudus untuk terus mengkoreksi hati kita setiap saat, supaya kita memiliki hati yang lembut dan dimampukan untuk menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan

Tuhan Yesus memberkati.

MW- Ads

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “Pulang ke Rumah – Mudik”… sebuah tema yang cocok dengan situasi akhir-akhir ini, namun sebagai anak Tuhan ada moment mudik yang harus kita lakukan … apa dan bagaimana akan dikupas tuntas jadi jangan lupa saksikan El Rei nanti sore.

Dan Juga jangan lupa besok Ibadah Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga di gedung gereja jam 06.00 pagi dan tentunya jangan lupa tetap dengan protokol kesehatan

Ibadah Sunday Funday jam 08.15 di channel youtube Elohim ministry.

“Keluar dari Keraguan”

“Keluar dari Keraguan”

Renungan Harian Sabtu, 15 Mei 2021

Bacaan: Lukas 24:38. “Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?”

Shalom bapak, ibu dan saudara terkasih… semoga kita semua senantiasa ada dalam pemeliharaan Tuhan. Kata “Ragu-ragu” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bimbang, kurang percaya.  Terkadang kita dihinggapi keragu-raguan dalam menjalani kehidupan ini.  Terkadang kita dilanda rasa takut yang bahkan akhirnya menjadi ketakutan. Kita takut dan ragu-ragu karena kita tidak siap menghadapi kejutan dalam kehidupan.  Jika bapak, ibu dan saudara sedang dalam keragu-raguan mengikut TUHAN dan sedang takut menghadapi hari esok, sesungguhnya kita tidak sendirian.

Hari-hari ini ada banyak orang sedang meragukan apakah TUHAN itu benar-benar ada. Ada banyak orang yang pesimis akan hari depannya.  Hari ini ada berita baik.  Ingatlah bahwa TUHAN tidak pernah berjanji kemudian mengingkarinya.  Jika TUHAN sudah berjanji pasti DIA akan genapi.

Bilangan 23:19 "Allah bukanlah manusia, sehingga IA berdusta, bukan anak manusia, sehingga IA menyesal.  Masakan IA berfirman dan tidak melakukannya atau berbicara dan tidak menepatinya?"

dalam terjemahana Bahasa Indonesia Masa Kini tertulis demikian; Allah tidak seperti manusia, yang gampang menyesal dan suka berdusta.  Bila Allah berjanji, pasti IA tepati!.  Bila IA berbicara, tentu akan terlaksana!.”

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, mengacu kepada pengalaman murid-murid,

Bagaimanakah supaya kita dapat keluar dari  keragu-raguan?

Yang Pertama, Bersiaplah – Lukas 24:36-37.

TUHAN kita selalu siap memberi kejutan indah bagi kita.
Dalam bacaan kita hari ini dikisahkan murid-murid Yesus sangat terkejut saat Yesus menampakkan diri di tengah-tengah mereka. Yesus menampakkan diri dengan tubuh kemuliaan, sehingga murid-murid-Nya sangat terkejut dengan kehadiran Yesus secara  supranatural. Sesungguhnya murid-murid sangat kaget dan tidak siap dengan kehadiran Yesus. Sebenarnya Yesus sedang memberikan kejutan indah kepada para murid-NYA. Siap tak siap akan selalu ada kejutan terjadi. Namun inilah yang membedakannya, Yesus memberikan kejutan indah dan membangkitkan rasa syukur, sedangkan iblis memberikan kejutan yang menakutkan. Bersiaplah mengalami kejutan indah dari TUHAN.

Yang kedua, Percaya saja – Luk 24:38-41.

Dalam teks kita tertulis bahwa Yesus tidak hanya memberi kejutan indah kepada para murid-NYA, namun Yesus juga memberi bukti bahwa IA TUHAN.  DIA telah bangkit tepat seperti apa yang telah dikatakan-NYA (Lukas 16:21. 17:22,23. 20:18,19). 

Jangan ragu-ragu kepada TUHAN. 
Belajarlah percaya kepada TUHAN.

Yesus adalah TUHAN, ALLAH, RAJA dan JURUSELAMAT. Masihkah bapak, ibu dan saudara meragukannya? Sejak dari hari kebangkitan-NYA, sudah ada usaha untuk menghapuskan berita kebangkitan itu (Matius 28:11-15).  Ada juga berita yang  mengatakan bahwa yang disalibkan adalah Yudas Iskariot namun berita ini adalah hoax yang disebarkan oleh orang yang tak bertanggung jawab agar banyak orang tidak mengakui ke-TUHAN-an Yesus.

Bapak, ibu dan saudara sekalian.  Yesus adalah benar-benar TUHAN yang disalibkan dan mati di kayu salib, kemudian IA dikuburkan di dalam goa dan terjadilah kegentaran di saat dimana Yesus bangkit dari kematian pada hari yang ke-tiga.  Jika kita pergi ke kubur Yesus, maka kita akan menemukan kubur kosong. Tak ada yang menyembunyikan Yesus, sebab IA sudah bangkit. Saat ini Yesus ada di sorga untuk menyediakan jaminan kehidupan kekal bagi kita orang yang percaya kepada-NYA.

Oleh sebab itu jangan pernah meragukan TUHAN, DIA tahu yang terbaik bagi kita.  Tetap percaya kepada Yesus dan mintalah hikmat-NYA dalam menjalankan pekerjaan dan tanggung jawab yang sudah dipercayakan TUHAN kepada kita. 

Amin,  Tuhan Yesus Memberkati.

DS

Ibadah Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga

Minggu 16 Mei 2021
Jam 06.00
Di Gedung Gereja GPdI ELohim Batu
Jl. Diponegoro No. 125 Batu

“MADU YANG MURNI”

“MADU YANG MURNI”

Renungan Harian Anak, Jumat 14 Mei 2021

Mazmur 119:103, Betapa manisnya janji-Mu Itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu Bagi mulutku.

Tahukah adik-adik, ada makanan yang tidak ada masa kadaluarsanya alias tidak dapat basi? Salah satunya adalah madu murni. Siapa yang suka makan madu? Madu rasanya manis dan baik untuk kesehatan. Madu memiliki tingkat keasaman tertentu yang menyebabkan bakteri sulit tumbuh dan berkembang di dalamnya, sehingga madu tidak bisa basi. Konon, Para ahli purbakala menemukan botol-botol madu yang di temukan di Mesir yang sudah berusia ratusan atau bahkan ribuan tahun. Tapi setelah di cicipi, madu itu rasanya masih tetap enak. Hebat ya adik-adik?

Di dunia ini juga ada hal lain yang begitu manis dan tidak dapat basi. Alkitab mengatakan bahwa janji Tuhan sangat manis dan tetap untuk selamanya. Tuhan itu begitu baik. Dia memberikan janji yang sangat indah, dan menggenapinya juga bagi setiap kita anak-anakNya

Manusia juga suka berjanji, tetapi manusia seringkali mengingkarinya. Tetapi, Tuhan janji-Nya manis dan selalu di tepati-Nya. Sejak manusia jatuh dalam dosa, Tuhan berjanji akan memberikan Juruselamat yang akan menghapuskan dosa-dosa manusia sehingga manusia dapat memiliki kehidupan kekal di sorga. Tuhan berjanji tidak akan mengingat dosa-dosa Manusia lagi dan akan menebus umat manusia. Tuhan berjanji akan memikul segala penyakit dan segala penderitaan kita. Tuhan juga berjanji akan selalu menyertai kita untuk selama-lamanya.

Janji Tuhan itu digenapi/ditepati oleh Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada satu janjipun yang tidak di tepati-Nya. Janji Tuhan tidak hanya berlaku Untuk orang-orang yang hidup pada zaman Tuhan Yesus, tetapi juga berlaku bagi kita yang hidup di zaman ini. Tuhan Yesus begitu mengasihi kita adik-adik dan ingin supaya kita  Mengenal Dia dan janji-janji-Nya, sehingga kita dapat memiliki pengharapan yang besar kepada Tuhan Yesus.

Orang yang selalu lupa terhadap janji-janji Tuhan akan menjadi orang yang mudah putus asa dan mudah jatuh dalam dosa.

Contohnya seperti Murid-murid Tuhan Yesus Ketika mereka lupa Akan perkataan Tuhan Yesus yang mengatakan Ia akan bangkit pada hari yang ke tiga. Saat itu dalam hati mereka timbul kesedihan, kekecewaan dan ketakutan. Mereka tidak percaya namun Tuhan mengasihi mereka, Tuhan menampakkan diri kemudian menegor dan mengajar Kembali tentang Firman Tuhan. Dan tidak hanya itu Tuhan memberikan banyak janji yang luar biasa.

Orang yang selalu mengingat janji-janji Tuhan Itu seperti orang yang suka makan madu yang menyehatkan tubuh. Dia akan menjadi seorang yang bergembira dan selalu sehat. Orang yang memegang janji-janji Tuhan Akan tetap kuat dan dapat melawan Tipu muslihat iblis. Ingatlah selalu janji Tuhan, Dan bersyukurlah senantiasa. Adik-adik semoga masih ingat renungan kemarin Ketika kita memperingati hari kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga, Tuhan memberikan begitu banyak janji yang sungguh luar biasa. Bagian kita adalah percaya dan melakukan bagian kita untuk tetap setia kepada Tuhan, percayalah Tuhan pasti akan menggenapi janjiNya

Ayat Hafalan

Mazmur 18:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

Komitmenku hari ini

Aku mau selalu percaya akan janji Tuhan bagi hidupku, menyimpannya dalam hatiku karena janji Tuhan seperti Madu yang murni yang menyegarkan aku.

Tuhan Yesus Memberkati

TW – YC

“Tempat Bersandar yang Tepat”

“Tempat Bersandar yang Tepat”

Renungan Harian Youth, Jumat 14 Mei 2021

Rekan-rekan youth, kalo ngomongin tentang tempat bersandar, semua pasti pikirannya bercabang kemana-mana. Pasti ada yang senyum-senyum, stay cool, dan bisa jadi ada yang baper.  Tapi tenang dulu bro, sis semuanya, tempat bersandar yang paling nyaman di dalam hidup ini ya hanya Tuhan Yesus saja.

Dalam bacaan kita pagi ini, kita belajar dari pengalaman Daud sebelum dia berkuasa sebagai raja di Israel.  Pernah gak teman-teman mengalami begitu banyak masalah yang datang bertubi-tubi dalam jarak waktu yang singkat? Belum satu beres sudah datang dua lagi sampai anda tertimbun di dalam tumpukan masalah dan merasa tidak lagi mampu keluar dari timbunan itu? Saya rasa hampir semua orang pernah mengalaminya, tidak terkecuali saya sendiri. Tugas kuliah yang satu belum beres, eh ketambahan 7 tugas lain yang lebih berat.  Atau mungkin bagi rekan-rekan pekerja, perusahaan kalian memberi target-target yang mustahil tercapai dan ancamannya adalah PHK jika target tersebut tidak tercapai. Bagi yang pernah mengalami hal seperti ini tentu tahu bagaimana berat rasanya. Tidak jarang orang lalu menyerah, putus asa dan memilih melakukan hal-hal yang bodoh akibat tidak tahan menderita lebih lama lagi.

Ada yang kemudian menjadi ragu akan kebaikan Tuhan dan terjebak untuk mengambil jalan-jalan pintas yang menyesatkan. Apa yang seharusnya kita lakukan pada saat berada dalam situasi serba sukar seperti itu? Kita bisa belajar dari Daud akan hal ini.

Semua terlihat mengerikan pada suatu kali saat Daud dan tentaranya tiba di Ziklag. Pada saat itu orang-orang Amalek telah menyerbu dan membakar habis kota itu. Meski tidak ada yang dibunuh, tetapi para wanita dan anak-anak mereka tawan semuanya dan mereka bawa pergi bersama mereka, termasuk di dalamnya dua istri Daud. Semua itu bisa kita baca dalam 1 Samuel 30:1-25. Sampai disitu saja situasi sudah sangat pelik. Tetapi masalah tidak berhenti sampai disitu, karena kemudian dikatakan:

 “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan.” (ay 6a-b).

Tidak hanya sedih melihat seisi kota dibakar habis, tidak hanya sedih melihat wanita dan anak-anak ditawan, tidak hanya sedih mengetahui bahwa istrinya sendiri pun turut diangkut oleh orang Amalek, tetapi ia juga harus menghadapi rakyat yang siap membunuhnya dengan lemparan batu karena marah anak dan istri mereka lenyap dirampas musuh. Daud harus menghadapi ini semua, dan situasinya benar-benar mengerikan. Kita mungkin akan segera putus asa jika berhadapan dengan kondisi seperti itu. Tetapi lihatlah apa yang dilakukan Daud. Dia tidak putus asa sedikitpun. Dia tidak kecewa terhadap Tuhan meski yang ia hadapi sangatlah berat. Alkitab dengan jelas mengatakan bagaimana reaksi Daud setelahnya.

 “Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.” (ay 6c). 
“David encouraged and strengthened himself in the Lord of his God.” 

Itulah yang pilihan yang diambil oleh Daud sebagai reaksi atas segala persoalan yang ia hadapi. Yang terjadi kemudian sungguh luar biasa. Alkitab mencatat hasilnya seperti berikut ini: 

“Dan pada keesokan harinya Daud menghancurkan mereka dari pagi-pagi buta sampai matahari terbenam; tidak ada seorangpun dari mereka yang lolos, kecuali empat ratus orang muda yang melarikan diri dengan menunggang unta. Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; juga kedua isterinya dapat dilepaskan Daud. Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali. Daud mengambil segala kambing domba dan lembu; semuanya itu digiring mereka di hadapannya, serta berkata: “Inilah jarahan Daud.” (ay 17-20).

Daud sukses lewat pengambilan keputusan yang tepat.

Dia tahu bagaimana terbatasnya kemampuannya sebagai manusia, bahkan sebagai raja dengan banyak tentara sekalipun untuk mengatasi masalah yang pelik. Dia memutuskan untuk mengandalkan Tuhan, yang punya kuasa diatas segalanya. Dia mengerti betul bahwa di tangan Tuhan tidak ada yang mustahil. Dan yang paling penting, dia percaya sepenuhnya bahwa Tuhan sanggup dan mau untuk melepaskannya dari situasi sesulit apapun. Dan itulah yang terjadi. Mari kita lihat ulang apa yang dilakukan Daud.

 “Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.” 

Tidak ada satupun catatan yang menjelaskan secara pasti bagaimana cara Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Namun setidaknya, dari berbagai kisah Daud kita bisa mendapat sedikit banyak gambaran mengenai gaya hidupnya yang bergantung penuh kepada Tuhan. Dalam Mazmur saja kita bisa mendapatkan banyak catatan mengenai bagaimana Daud berpusat kepada Tuhan saja, dan bukan kepada kekuatannya sendiri atau kepada masalah. Salah satunya berbunyi:

“Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!” (Mazmur 18:3). Ini menggambarkan dengan jelas betapa kuatnya Daud bersandar kepada Tuhan dan betapa besar rasa percaya juga pengharapannya.
Kemudian lihat pula ayat berikut: Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita?” (Mazmur 18:31).

Berbagai pengalaman masa lalu Daud sejak ia kecil membentuk dirinya untuk mengenal betul siapa Tuhan. Ia tahu bahwa ia tidak perlu takut akan apapun selama Tuhan ada besertanya. Begitulah besar iman di dalam dirinya yang sanggup membuatnya percaya bahwa Tuhan akan selalu sanggup untuk melepaskannya dari jerat masalah, meski jawaban atas masalah mungkin belum ia lihat.

Semua yang terjadi dalam hidup Daud merupakan proses pembentukan iman dan karakter yang mempersiapkannya untuk menggantikan Saul menjadi raja atas Israel.

Perjalanan hidup kita masing-masing pasti berbeda dari Daud maupun satu sama lainnya. Namun, kerumitan masalah yang kita hadapi mungkin sama, bisa jadi lebih. Jangan pernah menyerah kalah, apalagi kehilangan pengharapan. Allah yang sama yang dikenal dan dipercayai Daud, ialah Allah yang kita kenal dan sembah dalam Kristus. Dia menyertai kita dan mengizinkan masalah membentuk kita agar lebih bersandar kepada Tuhan dan lebih peka terhadap panggilan kita.

Bersandarlah kepada Tuhan, bukan kepada kekuatan kita sendiri

AminTuhan Yesus Memberkati

RM – SCW