UKK (Ujian Kenaikan Kelas)

UKK (Ujian Kenaikan Kelas)

Renungan Harian Youth, Kamis 30 April 2020

Bahan Bacaan : Yakobus 1:2-4

Syalooommm… rekan-rekan kaum muda remaja Elohim, apa kabarnya pagi ini? Semoga kita selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan yaa..

Nah, teman-teman remaja, tak terasa ya.., sebentar lagi akan naik kelas.. biasanya nih, sebelum kita sampai ketingkat atau kelas yang lebih tinggi, pasti kita akan menghadapi ujian terlebih dahulu. Seorang siswa SMP akan menjalani ujian yang lebih berat dibandingkan dengan siswa SD. Seorang siswa SMU akan menjalani ujian yang lebih berat lagi dibandingkan tingkat SMP. Demikian juga pada saat kuliahpun, ujiannya akan jauh lebih berat disbanding saat masih SMU. Saat mengalami ujian, setiap peserta pasti merasa tidak nyaman, bahkan dapat menimbulkan tekanan yang berat. Tetapi ketika lulus ujian, maka setiap siswa akan merasa sukacita yang luar biasa. Dan mereka akan naik ke tingkat yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Dalam surat Yakobus 1: 2-4 mengatakan,

” Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh kedalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh, dan tak kekurangan suatu apapun.”

Teman-teman, apakah ada yang sedang mengalami ujian dalam kehidupan? Perlu kita catat bahwa, ‘ujian’ itu biasa terjadi dalam kehidupan, apalagi untuk orang-orang yang mengandalkan Tuhan.

Ujian mempunyai arti sesuatu yang dipakai untuk mengetahui mutu sesuatu. Jadi ketika kita mengalami ujian dalam kehidupan, maka kita akan mengatahui sejauh mana kualitas iman percaya kita kepada Tuhan.

Apakah kita tetap percaya dan mengandalkan Tuhan, ketika pencobaan-pencobaan datang dalam hidup kita? Apakah kita ingat akan Firman yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita? Dan.. kabar baiknya adalah; tujuan dari “ujian” ialah supaya kita bisa “naik kelas”. Kita naik ke level yang lebih tinggi lagi. 

Ketika kita “lulus” dari ujian, maka ada kepercayaan yang lebih besar, ada berkat yang lebih besar, dan dibawa kepada ‘kedewasaan’ iman.

Rasul Paulus dalam pimpinan Roh Kudus, menulis dalam suratnya;

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (I Korintus 10:13).

Milikilah respon yang benar terhadap ujian yang kita alami hari-hari ini, jangan bersungut-sungut, tetap percaya dan sabar, serta andalkan Tuhan, maka kita akan naik ke level yang lebih tinggi lagi bersama dengan Tuhan. Percayalah, Yesus, Sang Guru Agung akan memberikan jalan keluar bagi kita. So, pastikan kita semua lulus yaa…. Tetap semangat, Tuhan Yesus memberkati!

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar untuk memiliki Respon yang benar terhadap segala sesuatu yang sedang aku alami, ajari aku tetap percaya dan mengandalkan Tuhan.

MW – AC

“Aktivasi firewall dalam hidup Rohani “

“Aktivasi firewall dalam hidup Rohani “

Renungan Harian, Kamis 30 April 2020

Dalam dunia internet yang canggih istilah firewall bukan hanya umum digunakan tapi merupakan hal yang sangat penting agar komputer kita dapat berfungsi dengan baik. Melalaikan Fungsi dari firewall dapat mengakibatkan kita kehilangan hal berharga yang kita simpan komputer kita.

Firewall prinsipnya adalah penjaga pintu.

Di satu sisi dipergunakan untuk memblokir hal-hal yang membahayakan dan di sisi lain mempersilakan hal-hal yang penting dan dapat diterima. Disinilah hal terpenting yang perlu disadari adalah firewall berfungsi sebagai pengendali aturan untuk akses masuk.

Begitu juga dengan kehidupan kita,

kita perlu mengaktifkan firewall rohani terhadap penipuan/ muslihat.

Informasi yang kita miliki bertahun-tahun dapat hilang jika kita tidak punya firewall yang memadai. Jika memakai gambaran seperti Internet, alam rohani penuh dengan virus-virus musuh yang berusaha untuk mencuri, membunuh dan membinasakan apa yg baik bagi kita (Yohanes 10:10). Namun jika firewall digunakan dengan benar maka akan menolong agar hal itu tidak terjadi dan semuanya tetap dapat berfungsi dengan baik.

Deception atau penipuan/ tipu muslihat

adalah menyesatkan dengan cara memberi kesan yang salah atau memberi kenyataan yang tidak benar. Penipuan biasanya dibungkus dengan kenyataan semu dan akibatnya adalah rasa kecewa dan bingung. Banyak orang percaya yang bisa ditipu karena memiliki hanya “Sebagian” kebenaran.

Firman Tuhan adalah firewall yang efektif dan ampuh.

Hal yang kita pahami adalah Iblis sejak dari semula selalu berusaha meremehkan otoritas Firman Tuhan.
Mengapa iblis menipu? Karena iblis tidak dapat menciptakan sesuatu, yang bisa dikerjakan hanya dapat memanipulasi apa yang sudah diciptakan untuk melawan Allah.

Jika kita Kembali kepada kisah kejatuhan manusia kedalam dosa (Kejadian 3:1-5). Iblis yang tidak dapat menandingi kuasa Tuhan, maka yang iblis lakukan adalah memakai keahliannya yang utama yaitu menipu.
Jika iblis dapat membuat kita percaya tentang sesuatu yang tidak benar maka dia sudah mengendalikan kita.

Penjagaan yang utama terhadap penipuan adalah firman yang dinyatakan, karena itu betapa setiap kita sebagai anak-anak Tuhan betapa kita memerlukan Firman Tuhan yang dinyatakan bagi kehidupan kita setiap waktu.

Perhatikanlah bahwa Alat utama iblis adalah mulutnya (Ular- nachash : seseorang yg berbisik, berdesis, memberi saran).
Prinsipnya penipuan iblis selalu menyebabkan rasa tidak percaya kepada otoritas rohani atau meragukan kebenaran.
Bukan hanya dia menyebabkan Hawa membangkang terhadap Allah namun juga meragukan otoritas di dunia yaitu Adam sebagai suaminya.

Strategi penipuan yang Iblis tetap kerjakan (Kejadian 3)

1. Menyimpangkan apa yang Tuhan katakan dengan memberi penekanan pada hal yang lain (ayat 1)
2. Mempertanyakan motivasi Tuhan (ayat 5)
3. Memberi alasan yang pada akhirnya membuat kita mempertanyakan integritas Tuhan. (ayat 6)

Yeremia 17:9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

Yakobus 1:16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Dengan kata lain Yakobus mengingatkan, kalau kita percaya ada hal yang baik selain dari Tuhan maka kita telah tertipu.

Yakobus 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Bila kita mendengar Firman Tuhan dan tidak menaati kita menipu sedang diri kita, dan iblis berhasil menipu diri kita.

Solusi dari penipuan:

Yakobus 1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Milikilah sikap hati Takut dan Hormat kepada Firman Tuhan, melaksanakan dengan penuh ketaatan dan kepercayaan kepada janji Tuhan.

Jadikan Firman Tuhan sebagai firewall dalam kehidupan kita, penjaga pintu hati kita dari tipuan Iblis!

GS

“Tuhan yang Mendandani”

“Tuhan yang Mendandani”

Renungan Harian Anak, 30 April 2020

Bahan Bacaan : Matius 6:25-34

Selamat pagi adik-adik. Bagaimana kabarnya hari ini? Pasti luar biasa kan? Nah pagi ini kita akan belajar Firman Tuhan bersama-sama ya…Adik-adik hari ini kakak mau bercerita tentang seorang anak yang bernama Rita.

Rita merupakan anak tunggal yang sangat disayangi oleh orang tuanya. Sebagai anak tunggal, papa dan mamanya selalu menuruti apa yang menjadi  keinginan Rita. Kedua orangtua Rita memberikan perhatian khusus kepadanya, apapun yang menjadi keinginan dan kebutuhan Rita, mereka selalu berusaha memenuhi dan mencukupinya. Papa dan mama adalah sosok yang baik dan patut untuk dihormati. Mereka adalah orangtua yang sangat baik dan mau mengorbankan segala sesuatu demi anaknya. Mama dan papa selalu menjaga dan merawat Rita mulai masih di dalam kandungan sampai dia tumbuh menjadi anak yang sehat dan cantik.

Jika kalian pergi ke sebuah taman, kalian akan melihat bunga-bunga yang sangat indah. Semua bunga yang ada di taman telah Tuhan dandani dengan baik dan sangat indah. Seperti  Firman Tuhan hari ini

Mat 6:26-29 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Demikian juga papa dan mama adik-adik yang memiliki perhatian dan kasih sayang yang tulus kepada adik-adik semua. Mama papa bekerja keras untuk mencukupi semua kebutuhan kalian mulai dari makanan, pakaian, pendidikan, mainan dan sebagainya. 

Jika orang tua kita di dunia saja memperhatikan kita sedemikian rupa, demikian juga dengan Bapa di surga yaitu Tuhan Yesus, sangat peduli dan akan memenuhi segala yang kita perlukan. Makanan, minuman, pakaian dan segala kebutuhan yang kita perlukan pasti Tuhan cukupkan.

Tuhan sangat memperhatikan semua ciptaan-Nya. Tidak ada satupun ciptaan Tuhan yang terlewat, bunga-bunga Tuhan dandani begitu indah. Begitu juga dengan kita sebagai anak-anak-Nya, pasti akan Tuhan dandani dan memberkati kita dengan luar biasa.

Ayo kita baca ayat kita hari ini

Matius 6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal.

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus, aku Mengucap Syukur karena Tuhan memelihara aku dengan sempurna

EPR – RS

“Belajar Menerima Keadaan”

“Belajar Menerima Keadaan”

Renungan Harian Youth, Rabu 29 April 2020

2 Korintus 12:1-10

Hai, rekan-rekan Elohim Youth, bagaimana hari ini keadaannya, lagi senang atau sedih … Hari ini Tuhan mau memberkati kita yang senang, yang bete, yang sehat ataupun yang lagi sakit.

Rekan-rekan tentunya pernah bertemu dengan  anak-anak yang cacat, anak-anak jalanan, anak-anak yang sedang sakit. Waktu kalian melihat mereka apa yang kalian rasakan.  Kita harus menyadari bahwa ada banyak keadaan yang kurang baik dialami oleh teman- teman kita, atau bahkan saudara-saudara kita. Bahkan disituasi yang sedang kita alami ini … begitu banyak orang yang mengalami kesusahan dan situasi yang sulit.

Atau sekarang rekan-rekan ada yang sedang mengalami situasi atau keadaan yang berat. Kita akan belajar dari tokoh Alkitab yaitu Rasul Paulus dalam  2 Korintus 12:1-10. Dalam ayat-ayat ini Paulus sedang “curhat” apa yang sedang dialaminya

Ternyata keadaan yang kurang menyenangkan pernah dialami Paulus, bukan karena Paulus cacat sehingga tidak bisa berjalan, tetapi karena ia dicemooh oleh banyak orang, dianggap tidak berguna. Sebenarnya Paulus seorang yang tekun dalam hal menjalankan hidup keagamaannya. Dia juga pernah mengalami banyak penglihatan-penglihatan, tetapi Paulus tidak pernah sombong. Lain halnya dengan rasul- rasul palsu yang pada waktu itu sombong dengan apa yang mereka miliki dan alami. Tidak hanya itu, rasul-rasul palsu itu juga menghina Paulus yang lemah itu.

Meskipun Paulus dianggap remeh oleh para rasul, tetapi keadaan itu tidak membuat Paulus rendah diri dan patah semangat. Sebaliknya Paulus menerima keadaannya, bahkan dalam kondisi tubuhnya yang lemah karena ada penyakit yang ia derita yang ia sebut ‘duri dalam daging’.

Ayo kita baca bagian ini…

2 Korintus 12:8-10 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Paulus yakin dan percaya, dia akan terus dinaungi oleh kuasa Kristus, bahkan dalam kelemahan fisiknya, kuasa Kristus menjadi sempurna. Kalaupun ia bisa bertahan ketika disiksa, bisa terus memberitakan Injil Tuhan, itu semua karena Tuhan yang menguatkannya, bukan karena kemampuannya sendiri.

Bagaimana dengan kehidupan kita?
Apakah kalian mau menerima keadaannya saat ini? Atau banyak yang suka ngomel dengan situasi yang ada, atau menjadi marah dan kecewa sama Tuhan dengan sehala yang dialami sehingga kalian mulai bersungut-sungut, mengeluh dan tidak bisa bersyukur atas kebaikan Tuhan.

Rekan-rekan ayo kita sama-sama belajar

Keadaan yang kita terima sekarang ini adalah atas kebaikan dan kemurahan Tuhan saja.

Oleh karena itu kita perlu belajar untuk tidak bersungut-sungut dan mengeluh dalam hidup ini. Kita harus belajar menerima setiap keadaan, justru ketika kita lemah/tidak berdaya, kuasa pertolongan Tuhan dapat lebih dirasakan. Bersyukurlah kalau ada saat-saat ketika kita bisa berkata, “Ah, kalau bukan Tuhan yang menolong, saya ngga tahu harus bagaimana lagi…” Itu berarti kita mengalami pimpinan dan pemeliharaan-Nya. Bersyukurlah atas segala yang kita terima dan alami saat ini, semuanya adalah untuk kebaikan kita

Ayo kita buat komitmen hari ini

Aku mau belajar besyukur dan menerima keadaan apapun dalam hidupku, aku mau belajar untuk percaya bahwa Tuhan memliki rencana yang Indah dalam hidupku

SSM-MLE

“Sudahkah Aku mengucap syukur hari ini?”

“Sudahkah Aku mengucap syukur hari ini?”

Renungan Harian Anak, Rabu 29 April 2020

Bahan Bacaan : 2 Korintus 12:1-10

Selamat pagi, Adik-adik. Apa kabar? Siapa yang tadi pagi bangun tidur masih malas bangun? Ayo adik-adik semua harus tetap semangat ya … kita mau renungkan Firman Tuhan dulu supaya kita dikuatkan semuanya

Adik-adik, siapa yang pernah merasa sendirian, tidak punya teman meskipun ada di tempat yang ramai? Atau siapa yang pernah dibanding-bandingin sama temen kita, trus mereka ga mau main sama kita. Atau mereka menghina kamu gara-gara ga sama dengan yang lain.

Hari ini kita mau belajar tentang bagaimana menerima keadaan kita masing-masing. Mungkin ada yang merasakan perasaan yang tidak enak ketika dibilang pendek, hitam, pesek, dan lain-lain. Kalau itu terjadi bagaimana sikap kita? Apa yang biasanya kita lakukan? Pasti marah-marah, kalau perlu kita balas lagi yang lebih kejam.

Tapi … kalau jadi anak Tuhan tidak boleh begitu, mari kita belajar dari rasul Paulus.

Adik-adik, siapa yang pernah mendengar cerita tentang Rasul Paulus?
Wah, dia orang yang hebat ya, dia dipakai Tuhan untuk memberitakan Firman Tuhan. Meskipun Paulus seorang rasul yang diberkati Tuhan, tetapi ia pun menghadapi cemooh dan olok-olok dari orang banyak. Apakah Paulus sakit hati dan menjadi marah pada Tuhan? Apakah Paulus lalu menjadi rendah diri dan tidak mau keluar rumah lagi? WOW…. ternyata Paulus tetap keluar rumah dan tetap memberitakan Firman Tuhan. Paulus tidak minder dan tidak rendah diri karena tubuhnya yang tidak sempurna itu. la juga tidak marah ketika ia diolok-olok dan dicemooh oleh banyak orang. Paulus tidak sombong dengan kelebihannya, tetapi ia pun tidak minder dengan kekurangan yang dimilikinya.

Bahkan adik-adik, Rasul Paulus juga tidak marah kepada Tuhan meskipun Tuhan tidak mengabulkan permintaannya untuk disembuhkan dari sakit penyakitnya … ayo kita baca ayatnya

2 Korintus 12:8-10 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Paulus tidak sakit hati ketika Tuhan mengatakan, “Cukup kasih karunia-Ku bagimu.” Paulus malah mengatakan, ia senang dan rela di dalam kelemahan, siksaan, kesukaran, penganiayaan dan dalam kesesakan oleh karena Kristus saja.

Wah, hebat ya, Paulus. Dia berani dan rela menerima keadaannya bahkan mampu bersyukur meski mengalami kesulitan dan kesedihan. Apa rahasianya? Tidak lain karena ia percaya pada Tuhan dan yakin bahwa Tuhan itu baik, tidak pernah meninggalkannya.

Nah…Adik-adik, kita bisa belajar dari seorang anak Tuhan yang bernama Paulus. Bapak Paulus ini sering diejek dan dianggap tidak berguna, namun Paulus tetap pada sikapnya yaitu tidak membalas orang yang selalu mengejeknya. Bapak Paulus tetap percaya, walaupun dia lemah, tetapi Tuhan tetap mengasihinya dan pasti menolong dia. Adik-adik, Paulus sudah belajar menerima keadaannya. Paulus selalu berterima kasih dan tidak mengeluh. Dia terus menceritakan tentang Tuhan Yesus. Sekarang kita juga mau belajar menerima keadaan kita dan mau selalu bersyukur atas pertolongan Tuhan.

Ayo kita mau baca ayat kita hari ini

1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus aku mau belajar untuk berterima kasih atas semua kebaikan yang Tuhan limpahkan bagi kehidupanku, aku mau belajar beryukur dan menerima keadaanku.

SSM – CM