Renungan Harian Anak, Senin 25 Januari 2021

Selamat pagi adik-adik semuanya … sudah semangat untuk memasuki awal minggu ini ya …sebelumnya ayo kita bersama mau merenungkan Firman Tuhan.

Adik-adik pernah ga kalian melihat temanmu atau saudaramu melakukan hal yang salah? Yang mungkin orang tua ga tau … pernah tidak kamu mengingatkan atau menasehatinya? Nah adik-adik ternyata untuk melakukannya kita perlu keberanian. Karena kadang ada orang yang tidak senang diingatkan waktu bersalah. Tetapi karena adik-adik tahu apa yang benar dan baik ya tugas kita adalah mengingatkannya supaya saudara atau teman kita itu bisa berubah.

Dalam kisah di Alkitab, kita akan kembali belajar dari Rasul Petrus. Seperti di Sunday Funday kemarin, siapa yang kemarin belum ibadah, ayo buka chanel youtube nya Elohim ministry ya. Kemarin diceritakan bagaimana Rasul Petrus berani untuk melakukan dan mengatakan apa yang benar.

Pada waktu itu Murid-murid Tuhan Yesus menerima Roh Kudus yang membuat mereka dapat berkata-kata dalam berbagai bahasa. Mereka semua berkata-kata tentang Yesus yang mati disalib dan telah dibangkitkan oleh Allah. Orang-orang yang melihat hal itu mengatakan bahwa para murid mabuk anggur manis. Petrus mengetahui bahwa orang-orang pikir mereka mabuk, Dan Petrus dengan berani mengatakan bahwa mereka tidak mabuk. Tetapi, mereka didorong oleh Allah untuk berkata-kata tentang perbuatan- perbuatan Allah yang besar. Allah yang membangkitkan Yesus yang telah mati disalib. Petrus dengan berani menceritakan tentan Tuhan Yesus dari Nazaret, Petrus dengan jelas menceritakan tentang kisah Yesus mulai dari kedatangan-Nya di tengah dunia sampai dengan kematian-Nya sesuai dengan firman Tuhan. Petrus menjelaskan dengan penuh semangat dan keberanian karena ia tahu bahwa ia memberitakan kebenaran.

Wah, berani benar ya mereka. Apakah mereka tidak takut ya menceritakan tentang Yesus kepada orang banyak itu? Sebab, orang-orang itu banyak yang membenci dan menolak Yesus.  Namun, Petrus dengan urapan Roh Kudus tidak gentar, la tetap berbicara panjang lebar, supaya orang banyak mengenal Yesus dengan benar. Petrus mengenal Yesus dan menjadi saksi kebangkitannya, sehingga ia berani menceritakan kebenaran yang terjadi. Dan pada akhirnya, Keberanian Petrus inilah yang kemudian menyebabkan orang-orang yang mendengarnya bertobat dan memberikan dirinya dibaptis, kira-kira tiga ribu jiwa. Semua itu terjadi hanya oleh karena kuasa Roh Kudus yang membawa kebenaran sejati. Sungguh luar biasa pekerjaan Tuhan.

Nah adik-adik yang dikasihi Tuhan, Dari kisah Petrus ini, kita hendak belajar untuk berani berkata-kata karena benar.  Bagaimana dengan kita? beranikah Adik-adik mengungkapkan sesuatu yang benar? Atau bersaksi tentang Tuhan Yesus. Ketika kita tahu bahwa apa yang kita lakukan dan katakan adalah benar, maka kita harus berani mengatakannya.

Kita harus berani menegur teman atau saudara kita saat mereka melakukan kesalahan. Bersaksilah dan ceritakanlah tentang kebaikan Tuhan yang sudah adik-adik alami. Dan jangan takut ataupun kuatir. Minta pertolongan Tuhan dan Roh Kudus, supaya adik-adik dimampukan untuk berani berkata yang benar. Tuhan pasti menolong kalian Dan tentunya adik-adik harus mengenali firman Tuhan, Sebab firman-Nya adalah kebenaran. Ayo, belajar seperti Petrus, berani karena benar.

Ayat Hafalan :

Titus 1:13 Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman,

Komitemenku hari ini

Aku mau belajar untuk berani mengatakan yang benar dan juga menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang-orang disekitarku.

SF240121 – KCP