Renungan Anak, Senin 20 April 2020

Bahan Bacaan : Kejadian 13:1-8

Selamat pagi, Adik-adik semuanya… Senang menyapa adik-adaik Kembali dan selamat menerima berkat-berkat Tuhan pada hari ini.

Adik-adik, adakah di antara Adik-adik yang pernah mengikuti lomba? Seperti lomba mewarnai, lomba matematika atau sains? Kira-kira Apa yang biasa disiapkan oleh orang tuamu ? Benar, pasti mereka mendoakan kita, mama-papa pasti menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan saat lomba.
Lalu misalnya nih adik-adik yang tidak ikut lomba tapi saudaramu yang lain, apakah Adik-adik iri melihat saudaramu diperhatikan oleh papa dan mama?

Adik-adik, jika kita sedang mengalami saat sulit kita selalu berharap ada orang lain yang menolong dan memberi dukungan kepada kita. Maukah kita menjadi pendukung buat suadara-saudara yang sedang kesulitan?

Siapa yang tidak pernah mendengar nama bapa Abram? Alkitab mencatat bapa Abram yang namanya berubah menjadi Abraham adalah seorang bapa yang sangat kaya raya. Dia memiliki ternak dalam jumlah yang besar, dia mempunyai banyak emas dan perak. Abram mengajak Lot keponakannya tinggal bersamanya.

Sesampai di tanah Negeb dekat Betel, berdiamlah mereka di situ. Namun apa yang terjadi? Mereka menghadapi masalah, ternyata tanah itu tidak cukup luas bagi Abram dan Lot untuk diam bersama-sama. Ternak kepunyaan mereka sangat banyak, karena itu mereka membutuhkan tanah yang lebih luas. Mereka tidak bisa bersama-sama lagi. Jikalau masalah ini tidak diselesaikan, persaudaraan mereka terancam dan akan ada pertengkaran hebat karena perebutan tanah dan harta benda. Abram dan Lot menghadapi pilihan yang sulit.

Namun dalam keadaan yang sulit ini, Abram tidak egois. Meskipun dia juga membutuhkan tanah yang luas dan subur serta air yang melimpah untuk ternak-ternaknya, ia justru memberikan dukungan kepada Lot. Nah, Adik-adik tahu, apa bentuk dukungan yang diberikan Abram kepada Lot? Abram memberikan kesempatan pada Lot untuk memilih terlebih dahulu tanah yang dia inginkan.

Bapak Abram tidak memikirkan dirinya sendiri,

padahal dia juga membutuhkan tanah bagi ternaknya yang banyak. Bapak Abram tidak kuatir dengan kebutuhannya sendiri, karena ia tahu dengan dia melakukan itu, berarti dia sudah menolong Lot dan menghindarkan mereka dari pertengkaran.

Adik-adik, pernahkah Adik-adik mengalami hal seperti Abram? Harus menghadapi pilihan yang sulit. Misalnya, papa dan mamamu sudah berjanji akan membelikan kamu mainan yang kamu inginkan sejak lama, ternyata kakak atau saudaramu perlu membeli buku untuk ujian. Atau ketika orang tua Adik-adik sudah berjanji minggu ini Adik-adik akan diajak jalan-jalan, ternyata nenek tiba-tiba sakit dan mama papamu harus menengok nenek. Apakah Adik-adik akan kecewa, merengek atau merajuk, memaksa karena sudah janji akhirnya marah kepada orang tua Adik-adik?

Harusnya Adik-adik memberi dukungan kepada mama dan papa, agar mereka tidak bingung dengan membiarkan mereka melakukan yang lebih penting. Dengan memberi dukungan berarti Adik-adik mempermudah mama dan papa.

Kita tidak boleh menjadi anak-anak yang egois, yang hanya mementingkan keinginan dan kebutuhan sendiri. Tuhan ingin Adik-adik menjadi anak-Nya yang selalu memberi dukungan dan pertolongan kepada orang lain.

Ayo kita baca Ayat Firman Tuhan hari ini

Yesaya 41:13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

Komitmenku hari ini :

Tuhan Yesus aku mau belajar berbagi dan memberikan perhatian bagi orang lain, aku mau belajar untuk tidak hanya mementingkan diriku sendiri.

SSM – KCP