Renungan Harian, Kamis 17 Desember 2020

Kisah Natal tidak dapat dilepaskan dari pengalaman Maria dan Yusuf … sebagai orang-orang istimewa yang dipilih oleh Allah untuk menggenapi Puncak dari Rencana Keselamatan dari Allah melalui kehadiran yang MESIAS yang akan membawa keselamatan dan penebusan bagi umat manusia.

Lukas 1:37-38. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Ini adalah ungkapan Iman dari Maria … walaupun sebelumnya ketika Maria menerima pesan dari Malaikat responnya adalah menolak ini adalah hal yang wajar … karena pada saat itu jelas tidak mungkin karena dia belum bersuami. ~ Maria menghadapi Kemustahilan …

Bukan hanya berhadapan dengan kemustahilan tetapi ketakutan akan hal-hal yang harus dia tanggung karena keputusannya untuk menerima panggilan Tuhan

Namun pesan Tuhan menyatakan bahwa “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil”.

Kadang seringkali kita Protes atau memiliki respon yang salah mengenai janji Tuhan ~ dan ini adalah yang “wajar” menurut ukuran manusia karena apa yang terjadi adalah mendasarkan semuanya dengan logika manusia.

Jawaban TUhan adalah : “Bagi Allah tidak ada yang Mustahil” … instrumennya adalah Hati yang Percaya sepenuhnya kepada janji-janji Allah.

Namun Respon Maria ini patut untuk kita teladani yaitu :

HATI YANG SIAP dan hati yang percaya.

Ada masalah yang bisa diatasi dengan kemampuan kita, uang kita, dan segala daya kita namun ada kalanya ketika datang masalah yang tidak dapat diatasi kecuali dengan doa dan penyerahan yang total keapada Tuhan.

Ingatlah bahwa BERSERAH KEPADA TUHAN itu termasuk juga terhadap segala resiko yang harus diambil…

Namun dalam penyerahan kita kepada Tuhan, percayalah bahwa ada Tuhan yang membuka setiap jalan pintu mujizat yang menurut kita mustahil, namun sangat mungkin bagi Allah

Bagaimana dengan Yusuf ???

Matius 1:18Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Yusuf pun memiliki respon yang wajar, dengan segala resiko yang dihadapi ~ dia mau menceraikan Maria … Namun Kasih Karunia Allah melalui mimpi menuntun Yusuf untuk ada dalam rencanaNya.

Dari kedua tokoh utama natal ini kita belajar bersama bahwa mereka adalah orang-orang biasa namun memiliki hati yang luar biasa yaitu hati yang mau untuk percaya dan Berserah kepada Tuhan

KASIH KARUNIA TUHAN AKAN SELALU MENYERTAI ORANG-ORANG YANG BERANI PERCAYA dan BERSERAH KEPADA-NYA

YH