Renungan Harian Senin, 08 Maret 2021

Hari ini kita akan merenungkan Kembali Firman Tuhan mengenai Bahaya Mematikan dari Iri Hati. Dalam tradisi katolik ada  “Seven Deathly Sin” (7 Dosa yang mematikan), Iri hati merupakan salah satu dosa yang mematikan tersebut. Mengapa mematikan? Karena dosa ini menjadi dasar pijakan dan menuntun kepada dosa-sosa yang lainnya dalam kehidupan manusia. Iri hati bisa menyebabkan dosa-dosa yang lain kepada kebencian dan akhirnya dos aini teraktualisasi dengan Tindakan jahat yang lainnya.

Bahkan dengan maraknya media sosial yang ada bisa menebar ke iri hatian melalui upload status, yang dapat membuat seseorang menjadi iri karena tidak dapat melakukan atau memiliki apa yang dimiliki orang lain. Padahal Alkitab dengan jelas memberikan peringatan bagi kita semua untuk menjagai hati kita dari iri hati atau keinginan untuk memiliki milik sesama. Iri hati banyak menjadi dosa yang tersembunyi yang kadang tidak sadar dapat menguasai hati kita.

Yakobus 3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Yakobus 4:1  Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi.

Rasul Yakobus memberikan sebuah awasan yang keras yaitu Iri Hati menjadi ibu dari banyak pelanggaran yang lainnya.

Apa itu Iri Hati?

Iri hati berkata: “Aku suka apa yang kamu punya; aku bahkan tak suka karena kamu memilikinya, dan aku mau itu!”

Iri Hati memiliki mentalitas perbandingan dengan orang lain, lalu mendapati orang yang memiliki hal lebih yang membuat orang lain iri dan akhirnya menginginkannya kemudian bisa menghasilkan hal-hal yang jahat kepada sesama. Mulai dari hal fisik/Jasmani hingga kepada mental wujud dari iri hati.

Bahaya Iri Hati

Bahaya 1: Iri hati menghalangi evaluasi diri

Iri hati memiliki efek yang pertama pasti berdampak dan berakibat kepada diri sendiri

Yakobus 3:14, 16 … 14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran! Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Iri hati adalah dosa yang dimotivasi dengan kepentingan diri sendiri yang wujudnya adalah membandingkan diri dengan orang lain. Karena kita memandang kelebihan orang lain dan kita melihat kelemahan kita maka akan menimbulkan iri hati. Seharusnya kelebihan orang lain tidak membuat kita iri, tetapi membawa kita untuk evaluasi dan menguji diri dan menghadapkan diri dengan cermin kebenaran.

Contoh : Kain dan Habel dalam mempersembahkan korban kepada Allah, Kain yang iri karena persembahan Habel lebih diterima Allah akibatnya Kain marah dan kemudian dia membunuh Habel.

2 Korintus 13:5, Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.

Bahaya 2: Iri hati merusak hubungan-hubungan kita

Kejadian 37:3, Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

Belajar dari keluarga Israel / Yakub kepada anak-anaknya antara Yusuf dan saudara-saudaranya
Kejadian 37:4 bencilah mereka itu kepadanya – ayat 5 mereka lebih benci lagi kepadanya – ayat 8 jadi makin bencilah mereka kepadanya – ayat 11 Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya.

Kebencian melahirkan iri hati dan akhirnya saudara-saudaranya melakukan hal yang jahat kepada Yusuf

“Iri hati mengubah teman, anggota keluarga atau rekan sekerja menjadi saingan Anda. Iri hati membuat Anda akan melihat orang lain dari lensa ketidakpercayaan/kecurigaan ketimbang kasih.”

Bahaya 3: Iri hati menghalangi kita untuk mensyukuri apa yang kita punya

Iri hati selalu muncul karena membandingkan diri dengan orang lain, Ketika kita mendapati kekurangan kita maka kita tidak dapat mensyukuri setiap berkat yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Dan iri hati melihat kelebihan orang lain menjadi ancaman bagi dirinya dan melahirkan perbuatan yang jahat.

Contoh : Iri hati Saul kepada Daud, membuat dia lupa diri dan dibutakan oleh iri hati yang mengubahkanya menjadi pribadi yang jahat.

Kisah Haman yang iri hati kepada Mordekhai, walaupun Haman sudah memiliki semuanya, namun gara-gara iri hati itu membuatnya kehilangan banyak hal dalam kehidupannya.

Ester 5:11-13, Maka Haman menceriterakan kepada mereka itu besarnya kekayaannya, banyaknya anaknya laki-laki, dan segala kebesaran yang diberikan raja kepadanya serta kenaikan pangkatnya di atas para pembesar dan pegawai raja. Lagi kata Haman: “Tambahan pula tiada seorang pun diminta oleh Ester, sang ratu, untuk datang bersama-sama dengan raja ke perjamuan yang diadakannya, kecuali aku; dan untuk besok pun aku diundangnya bersama-sama dengan raja. Lagi kata Haman: “Tambahan pula tiada seorang pun diminta oleh Ester, sang ratu, untuk datang bersama-sama dengan raja ke perjamuan yang diadakannya, kecuali aku; dan untuk besok pun aku diundangnya bersama-sama dengan raja.

Dari kisah diatas kita melihat bahayanya iri hati … iri hati adalah dosa yang mematikan.

Iri hati itu adalah sebuah dosa yg punya konsekuensi yg luas. Jika itu berhubungan dg uang, ia menuntun kpd pencurian. Jika itu berhubungan dg kedudukan, ia akan menuntun kpd ambisi yg jahat. Jika itu terkait dg keinginan untuk memiliki seseorang, ia akan menyeret kepada dosa seksual.

– William Barclay

Kita dipanggil untuk mencukupkan diri dalam Kristus Yesus, untuk menghancurkan Kanker iri hati kita harus mengembangkan kehidupan yang cukup dalam kasih Kristus. Tolaklah iri hati belajarlah untuk bersyukur dan hidup dalam kerendahan hati.

Tuhan Yesus Memberkati kita semuanya

Khotbah – Pdt. Soerono