Renungan Harian, Jumat 08 Januari 2021

Amsal 14:30 (TB)  Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Dalam bahasa aslinya Iri hati memiliki arti kecemburuan,  Kebencian terhadap orang lain, atau kecurigaan terhadap seseorang yang lain.

Ayat kunci dari seluruh pasal ini adalah Amsal 14:1 dimana Amsal mengkontraskan kebaikan dengan keburukan. Rumah orang fasik, meskipun dibangun begitu kuat dan tinggi, akan mengalami aib dan akhirnya lenyap. Kemah suci orang yang tulus, meskipun dapat dipindahkan dan hina, selalu mendapat kasih karunia dan penghiburan, dan akan ditegakkan selamanya.

Ayat sebelumnya menunjukkan betapa nama baik, serta juga kesehatan kita, bergantung kepada pengendalian hawa nafsu kita dan pengaturan jalan pikiran kita.

1. Roh yang menyembuhkan, yang terdiri atas kasih dan sikap lemah lembut, serta tabiat yang periang, ramah, dan ceria, menyegarkan tubuh. Hal ini turut mendukung kesehatan tubuh yang baik. Orang yang periang selalu menunjukkan keceriaan dalam menghadapi segala macam persoalan dalam kehidupan ini.

2. Roh yang rewel, dengki, dan tidak puas, yang selalu mementingkan diri sendiri.  Sifat ini menghabiskan tubuh, membuat orang muram, tidak pernah puas, selalu mencari-cari keuntungan diri sendiri, dan pada akhirnya akan  membusukkan tulang.

Orang-orang yang melihat kemakmuran orang lain dan merasa sakit hati, akan menggertakkan giginya, lalu hancur (Mzm. 112:10). Barangsiapa meledak dengan iri hati, biarlah ia meledak.
Pikiran yang lurus, puas, dan baik hati, cenderung sehat.

Apa yang Alkitab katakan tentang iri hati ini? Iri hati merupakan salah satu yang harus dihindari setiap anak-anak Tuhan.

Amsal 3:31 (TBJanganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satu pun dari jalannya,

Roma 13:13 (TB)  Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

Mengapa Iri hati dilarang?

Yakobus 3:16 (TB)  Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Iri hari adalah Tanda kehidupan yang mementingkan diri sendiri. Dapat menimbulkan kekacauan dan menjadi sumber banyak hal yang berdosa

Orang yang iri hati bisa melakukan apa saja, dia bisa memfitnah bahkan sampai membunuh, karena hatinya dipenuhi dengan kebencian/iri hati.

Contoh: Kain dan Saul. 
Kain iri kepada Habel karena persembahan Habel di terima sementara persembahan Kain di tolak oleh Tuhan. Sehingga Kain membunuh Habel adiknya.
Saul iri hati terhadap Daud hanya gara-gara Daud dipuji-puji dg kata-kata berlaksa-laksa sementara Saul hanya di katakan “beribu-ribu” bagi Saul ini sangat merendahkan dirinya.  Sehingga dia berusaha menyingkirkan Daud. Daud dianggap sebagai rival/saingannya. Dari kedua contoh diatas kita lihat hasil akhir keduanya adalah kehancuran.

Oleh karena itu Firman Tuhan sangat jelas melarang orang percaya untuk memiliki “iri hati” karena sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.  Alkitab dengan sangat jelas tuliskan Iri hati menimbulkan kekacauan dan  sebagai sumber segala perbuatan jahat.

Dan orang yang menimbulkan kekacauan dan kejahatan dapat dipastikan tidak akan tenang hidupnya. Amsal mengkontraskannya dengan orang yang tenang dalam hidupnya akan menikmati kesegaran (pikiran dan tubuh).

Dalam kehidupan ini kita selalu diperhadapkan dengan pilihan. Firman Allah selalu menunjukkan konsekuensi atau akibat dari semua pilihan kita. Oleh karena itu, mari kita memilih yang benar dan baik menurut apa kata Firman Tuhan.

Firman Tuhan pagi ini menasehatkan kita untuk “tidak iri hati” karena berakibat buruk baik bagi kesehatan pikiran, jasmani, dan rohani kita.
Kiranya kasih Allah terus mengalir memenuhi hati kita sehingga kita tidak akan kemiliki sikap iri hati, tapi sebaliknya kita memiliki kasih yang terus mengalir kepada semua orang.

Selamat Pagi, Tuhan Yesus menyertai, melindungi dan memelihara kita dari hari ke hari. Tetap semangat dan bersukacita.

EM