Renungan Harian Rabu, 08 Juli 2020

Beberapa waktu lalu presiden kita menyebut sebuah istilah yang kurang lebih yaitu “milikilah kepekaan terhadap krisis”. Sesungguhnya benar adanya Idonesia sedang  menghadapi krisis akibat adanya pandemi covid 19 yg sudah terjadi 4 bulan lebih, dan ini sangat mempengaruhi semua sendi-sendi kehidupan dalam masyarakat, dari kelas atas terlebih buat masyarakat yang terdampak langsung karena situasi pandemi ini.

Namun yang menjadi pertanyaan bagi kita sebesar apakah kepedulian kita terhadap sesama ditengah krisis ini? Apakah yang sudah kita lakukan ketika melihat orang-orang sekeliling kita yang berdampak pandemi ini?

Dalam Alkitab kita temukan seorang yang peka dan perduli terhadap Raja yang sedang menghadapi krisis. Daud menghadapi krisis pangan dan juga perlinudngan ketika dikudeta oleh anaknya yaotu Absalom, namun pada saat yang tepat datanglah sahabat-sahabat Daud dan salah satunya adalah Barzilai orang Gilead. Tercatat dalam 2 Samuel 17:27-29.

Siapakah Barzilai?

Mungkin kita jarang mendengar nama ini di sebut dalam khotbah khotbah atar renungan, namun pada pagi hari ini kita akan belajar bersama siapakah Barzilai.

Barzilai, berasal dari Gilead, pengikut Daud yang setia.
Barzilai Namanya berarti Besi, seseorang yang kuat
Barzilai adalah seorang yang kaya memberikan dukungan kepada Daud semasa pemberontakanm Absalom (2Sam. 17:27-29)
Barzilai tergolong sahabat Daud yang lanjut usia yaitu berusia 80 th (2 Sam 17:34)

Jika kita membaca seluruh kisah diatas ada beberapa hal yang bisa kita teladani dari Barzilai.

1. Memiliki sense of crisis

Barzilai memiliki kepekaan dalam masa krisis. Ketika mendengar Daud melarikan diri, Barzilai segera mengirimkan semua kebutuhan Daud dan para pengikutnya. Barzilai tidak berlambat lambat, tapi segera melakukan setelah mengetahui keberadaan Daud.

2. Memberi dengan sukacita dan dengan segenap hati.

Barzilai memberi tanpa motivasi timbal balik. Barzilai memberikan dengan ketulusan hati, karena melihat Daud dan pengikutnya yang sedang menghadapi kekurangan. Bahkan nantinya ketika Daud ingin membalas kebaikan Barzilai dengan mengajak Barzilai ke istana Daud, Barzilai menolaknya. Ini membuktikan ketulusannya (2 Samuel 19:31-39)

3. Tetap mau melayani di usia yang lanjut.

Barzilai bukan saja memerintahkan orang lain untuk melayani Daud tapi dia datang sendiri bertemu dengan Daud meski usianya sudah 80 th. Dia tetap semangat melayani sampai usia lanjut. Barzilai melihat kesempatan untuk dapat membantu sahabtnya, Dia mengerjakan apa yang dia bisa kerjakan untuk menolong Daud. Daud adalah seorang Raja yang berkelimpahan, tetapi ditengah masa krisis yang dihadapinya, pemberian dari Barzialai ini tentunya sangat bermakna dan berharga bagi Daud.

Melayani Tuhan dan sesama adalah sebuah Kesempatan yang harus kita ambil, karena tidak selamanya kesempatan itu selalu ada.

Bapak Ibu saudara sekalian. Bagaimana dengan kita apa yang sudah kita lakukan bagi sesama selama masa pandemi ini? Hal-hal sekecil apapun bisa kita lakukan, bagi orang-orang disekitar kita. Banyak yang membutuhkan kasih, perhatian, uluran tangan, penghiburan, pengharapan dan banyak lagi. Mari kita belajar melayani melalui apa saja yang kita miliki, bukan hanya bicara tentang materi, tapi ada banyak hal lain yang bisa kita lakukan. Mari lakukan dengan semangat, sekacita dan ketulusan.

Berdoalah mintalah tuntunan dan kepekaan dari Roh Kudus terhadap orang-orang yang kita temui, atau orang-orang yang ada disekitar kita.

Tuhan Yesus memberkati, selamat menjadi berkat bagi sesama.

EM