Renungan Harian Youth, Sabtu 27 Juni 2020

Sisihkanlah sanga dari perak, maka keluarlah benda yang indah bagi pandai emas, Amsal 25:4

Ketika kita membaca ayat di atas, tentulah kita tidak asing dengan 2 logam yang disebut di sana, perak dan emas. Dua jenis logam itu terkenal dengan sebutan logam mulia. Mengapa disebut seperti itu? Karena emas terbentuk secara alami, tidak mudah berkarat atau pudar, dan memiliki banyak kegunaan.

Dalam bayangan kita, emas dan perak adalah logam yang indah dan berkilau. Namun tentu saja kondisinya sangat jauh berbeda dari saat emas atau perak itu ditemukan di alam. Emas dan perak di alam bercampur dengan kotoran berupa mineral atau batu-batuan. Dan untuk menghasilkan emas dan perak yang indah dan berkilau yang kita sebut sebagai logam mulia, logam ini harus melewati proses pemurnian. Bongkahan batu atau tanah yang mengandung bijih emas harus dibersihkan, dihaluskan, dicampur dengan zat kimia tertentu untuk memisahkannya dari kotoran, setelah itu harus dipanaskan dalam tungku api yang sangat panas dalam waktu yang lama sampai emas dan perak yang murni itu muncul. Pemazmur menyebutkan sebuah pengandaian “…bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah” Mazmur 12:7

Sebelum pandai emas atau perak menghasilkan sesuatu yang indah, emas dan perak itu harus dimurnikan terlebih dahulu. Emas dan perak harus dipisahkan dari “sanga”, kotoran yang melekat pada emas atau perak. Tanpa pemurnian, emas atau perak tidak berbeda dengan gundukan tanah atau gumpalan batuan yang tak berharga.

Dalam hidup kita, “sanga” bicara tentang dosa, hal-hal yang mengotori hidup kita dan membuat hidup kita tidak lagi murni. Allah menyebut kita mulia (Yesaya 43:4). Seperti bijih emas, Allah memurnikan kita. Darah Yesus yang tercurah di Kalvari telah menyucikan kita dari segala dosa. Namun, kita juga harus waspada terhadap “sanga” yang lain. Dalam menjalani hidup kita sehari-hari seringkali kita melakukan ketidak taatan, pemberontakan, ketidak setiaan, kenajisan yang disebut Tuhan dalam Yehezkiel 22:18 sebagai sanga perak. Hal yang mengotori hidup kita. Hal-hal yang kita sayangkan untuk kita lepaskan karena kita menyukainya, menganggapnya hebat, dan menyenangkan.

Rekan-rekan pemuda dan remaja, nasehat Firman Tuhan bagi kita hari ini “Sisihkanlah sanga dari perak, maka keluarlah benda yang indah bagi pandai emas.” Sanga membuat kita kehilangan keindahan dan kemuliaan kita; merusak daya guna kita; dan semakin menarik kita dalam berbagai-bagai dosa dan pelanggaran.

Namun sayangnya, kita akui atau tidak, dalam banyak kesempatan kita menolak proses pemurnian yang dikerjakan oleh Tuhan dalam hidup kita. Dengan apakah Tuhan memurnikan kita setiap hari? Dengan Firman Tuhan.

2 Timotius 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” 

Firman Tuhan mengajar kita yang belum mengetahui kebenaran supaya kita tidak melakukan hal-hal yang salah atau jahat. Firrman Tuhan menyatakan kesalahan kita, Ketika kita sebenarnya sudah mengetahui apa yang benar namun memilih untuk melakukan yang sebaliknya. Firman Tuhan menolong kita untuk berbalik ke jalan yang benar dan melakukan hal yang benar dan Firman Tuhan mendidik kita menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah. Idealnya, hal inilah yang seharusnya terjadi.

Akan tetapi, berapa banyak kali kita melakukan yang sebaliknya. Kita malas mendengar atau membaca Firman Allah karena menghindari mengetahui kebenaran. Kita menjadi tersinggung dan marah ketiga Firman Tuhan menegur kesalahan kita. Alih-alih bertobat kita malah meninggalkan Tuhan. Jangankan menerima didikan Firman, kita malah memberontak.

Sahabat yang terkasih, maukah kita menjadi emas dan perak yang murni? Relakanlah diri kita untuk lepas dari “sanga”. Biasakan diri kita untuk selalu kembali pada Firman Tuhan yang adalah kebenaran bagi kita. Apakah yang kita lakukan atau inginkan sudah sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak?

Ijinkanlah Tuhan membentuk pribadi yang mulia dari dalam diri kita. Sediakanlah dirimu melewati proses yang Tuhan rancangkan. Mungkin kita akan kehilangan sedikit kesenangan, hal-hal yang kita sukai, mengalami sedikit rasa sakit. Tapi percayalah di tangan Tuhan si Pandai Emas itu, kita akan muncul sebagai emas dan perak yang murni. Dan bila hal itu terjadi, tentu saja yang pertama kali merasakan sukacita adalah diri kita.

Mari menjadi anak-anak Tuhan yang bebas dari segala dosa dan pelanggaran, yang senantiasa mau dimurnikan oleh Firman Tuhan dari hari ke hari. Jangan tutupi kehidupan kita yang berharga dengan kenajisan yang membuat sinar kita meredup dan menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Kiranya hal ini akan selalu mengingatkan kita. Cukupkah kita menjadi gumpalan emas? Atau kita memilih menjadi emas di tangan si Pandai Emas? Maukah kita berproses bersama Tuhan?

Komitmenku hari ini …

Sisihkanlah “sanga” supaya aku menjadi pribadi-pribadi yang indah, mulia, berharga dan berdaya guna. Aku mau diproses oleh Tuhan menjadi alat bagi kemuliaannya

Pengumuman :

  • Ada El Rei dengan tema “New Normal” dengan nara sumber dari praktisi kesahatan akan menjelaskan kepada kita semua apa dan bagiamankah New Normal itu ?
    Nanti sore jam 16.30 di chanel Youtube : Elohim ministry
  • Besok juga ada ibadah online jam 7 pagi dan dilanjutkan dengan Sunday funday jam 8.15 di chanel yang sama

DDO – AS