Renungan Harian Youth, Sabtu 26 Desember 2020

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; Yohanes 1:12

Dr. Christianson, dosen pengajar Agama, membuat kesepakatan dengan Steve, mahasiswanya. Steve selalu mendapatkan nilai terbaik dan mengerjakan tugas-tugasnya, tidak pernah meninggalkan kelas, bersikap santun dan seorang yang berprestasi baik di bidang akademis maupun olahraga. Dr. Christianson akan mengadakan pesta kecil untuk mengakhiri kuliahnya dengan membagikan donat istimewa kepada seluruh mahasiswanya. Kesepakatan yang ia buat adalah Steve akan melakukan 10x push up untuk setiap donat yang akan dibagikan kepada teman-temannya. Dan demikianlah, setiap kali Dr. Christianson memberikan 1 buah donat, Steve melakukan 10x push up. Seorang kapten basket hanya mau mengambil donat yang diberikan jika dia melakukan 10x push up, dan bukan Steve yang melakukan untuknya. Namun Dr. Christianson menolak dengan mengatakan bahwa Steve harus tetap melakukan 10x push up, baik temannya mau menerima donat tersebut atau tidak. Hal ini terjadi sampai seluruh mahasiswa di kelas tersebut mendapatkan donat. Beberapa mahasiswa menolak memakan donat tersebut karena keberatan dengan apa yang harus Steve lakukan untuk mereka. Pada akhirnya Dr. Christianson menjelaskan, bahwa apa yang dia lakukan dan Steve sepakati adalah dalam kuasa dan kewenangannya. Suka atau tidak, menerima donat itu dan memakannya atau tidak; Steve harus tetap melakukan 10x push up untuk setiap donat yang dibagikan.

Apa yang terjadi di ruangan kuliah Dr. Christianson adalah gambaran nyata apa yang terjadi dalam dunia. Dalam kasih anugerah Allah, Tuhan Yesus hadir untuk setiap kita, seluruh umat manusia di dunia. Dia tidak datang untuk sekelompok orang saja, suku bangsa tertentu, atau ras tertentu. Dia membawa anugerah keselamatan dan hidup kekal bagi manusia yang telah kehilangan kemuliaan Allah. Sungguh tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh dan tidak ada usaha yang bisa dilakukan oleh manusia untuk memperoleh hidup yang kekal setelah kejatuhannya dalam dosa.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Natal diawali dengan kasih, dilandasi dengan kasih, dan dikerjakan dengan kasih. Natal diberikan kepada kita untuk kita nikmati bukan karena kita pantas menerimanya, Natal diberikan karena kasih. Ketka Natal datang dalam hidup kita dalam wujud kelahiran Tuhan Yesus, masuk dalam kelompok yang manakah kita?

1. Mereka yang dengan girang menerima anugerah itu, namun fokus hidupnya hanya pada dirinya sendiri tanpa melihat apa pengorbanan apa yang telah dikerjakan untuk anugerah itu.

Roma 2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

2. Mereka yang menolak anugerah karena mereka hanya merasa layak menikmati anugerah itu dengan jerih lelah dan usahanya sendiri.

Yohanes 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.  (The Message) He came to his own people, but they didn’t want him.

3. Mereka yang menerima anugerah itu dengan ucapan syukur memandang siapa yang telah mengerjakan pengorbanan itu.

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; Yohanes 1:12

Sejak berita kelahiran Tuhan Yesus sampai di telinga kita, di hati kita, dan di hidup kita; kita berurusan dengan Allah secara pribadi. Dalam kemurahanNya seperti Dr. Christianson, Allah membagikan anugerah kehidupan yang kekal dan pengampunan dosa. Tuhan Yesus menggantikan kita, menempuh jalan penderitaan, hinaan, dan siksaan, bahkan maut bagi kita. Apa yang hendak kita lakukan untuk meresponi anugerah Allah itu?

Rekan-rekan pemuda dan remaja, Natal adalah awalnya. Tuhan Yesus hadir di dunia untuk mati bagi kita. Tragis memang. Kesadaran bahwa Tuhan Yesus hadir untuk lahir dan menderita menggantikan kita akan menolong kita meresponi kasih anugerah Allah dengan benar. Sebuah hak istimewa telah diberikan kepada kita. Beberapa di antara kita mengenal Tuhan Yesus dari keluarga kita sedari kita bayi mungkin. Ada yang mulai mendengar tentang Tuhan Yesus dari teman-teman sepergaulan. Ada yang menerima Tuhan Yesus karena pernyataan Allah yang khusus, mungkin melalui munizat atau kejadian supranatural. Ada banyak cara, ada banyak jalan, untuk mengenal Kristus. Namun yang penting adalah apakah kita meresponinya dengan benar.

Mari kita renungkan:

  1. Apakah Tuhan Yesus sungguh telah lahir dalam hidup kita?
  2. Apakah kita sudah mengijinkannya menjadi Raja atas seluruh kehendak kita dan hidup kita seperti orang majus yang dengan rela hati menyerahkan segalaNya dan taat kepada petunjuk Allah?
  3. Apakah kita telah mengijinkan Tuhan Yesus menyelesaikan karyaNya dan rancanganNya dalam hidup kita?

Semuanya diawali dengan Natal. Jangan hanya fokus pada kemeriahan pesta, hadiah, dan berkat Natal. Jangan hanya sibuk dengan segala persiapan Natal. Mari sediakan waktu untuk kembali merenungkan Natal dalam hidup kita secara pribadi. Mari siapkan hati untuk menyambut Juru selamat yang datang bagi setiap kita. Mari rindu-rindukan campur tangannya dalam segala hal yang kita kerjakan. Dengan kasih, mari mengijinkan Tuhan Yesus mengerjakan rancanganNya dalam hidup kita. Dengan kasih mari kita menghargakan kasih Allah yang dianugerahkan lewat kehadiran Tuhan Yesus. Dengan kasih, maukah kita mewartakan berita kasih anugerah Allah seperti perempuan Samaria yang mengenal Yesus sehingga anugerah keselamatan itu bukan hanya menjadi milik kita saja?

Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat (Yohanes 4:39)

DDO – AC

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei Spesial Natal jam 16.30 yang akan menemani … dan tema kita nanti sore adalah UNFORGATABLE CHRISTMAS … pasti menarik ya, kita akan membahas mengenai KISAH Natal yang tak terlupakan dalam kehidupan kita.

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah sudah bisa digedung gereja jam 06.00 pagi, namun bagi yang mau ibadah dirumah saja tetap ikuti Online besok jam 07.00 dan Sunday Funday jam 08.15 di chanel youtube Elohim ministry.