Renungan Harian Rabu, 23 September 2020

Kita akan belajar besama mengenai kehidupan ANDREAS salah satu murid Tuhan Yesus. Beberapa Fakta mengenai Andreas adalah Andreas tidak diperhitungkan sebagai “tiga besar” – tiga orang murid yang terdekat dengan Yesus. Andreas bukan pula rasul yang dikenal karena karya tulisnya, seperti Matius, Paulus, Petrus, Yohanes dan Yakobus. Andreas tercatat sebagai seorang mantan murid Yohanes Pembaptis yang  kemudian mengenal  dan mengakui Yesus sebagai Mesias dan Tuhan dan berusaha melayani dan memuliakan DIA di sepanjang sisa hidupnya.

Namun belajar dari kehidupan Andreas kita belajar tentang sebuah nilai kebenaran

1. Seperti Andreas, kita harus sadar bahwa Pelayanan yang berharga di hadapan Allah tidak selalu harus dikaitkan dengan menjadi orang terkenal

Andreas tidak terlalu menonjol dalam pelayanannya, atau tertulis dalam Firman Allah tetapi Dia tetap melakukan pelayanannya dengan baik, sampai akhir hidupnya. Pelayanan itu tidak untuk menjadi terkenal tetapi mengejar apa yang berkenan kepada Allah.

Ada seorang Biarawan bernama Brother Lawrence. Seorang pekerja di sebuah biara yang bekerja dibelakang sebagai tukang masak, tetapi dia mengerjakan setiap pelayanannya dengan kesungguhan.

“Aku membalikan kue yang aku goreng di dalam pan, tetapi tetap mengasihi Tuhan. Aku melakukan pekerjaan ini sambil menyembah Tuhan yang memberikan pekerjaan ini kepadaku….”

Brother Lawrence

Brother Lawrence mampu mengubah tugas-tugas yang paling umum dan kasar sekalipun, seperti menyediakan makanan dan mencuci piring, menjadi tindakan pujian dan pelayanan kepada Allah….Meskipun perkerjaannya sederhana tetapi mengerjakan dengan kesungguhan, dengan lurus dan fokus.

2. Seperti Andreas kita harus sadar betapa berharganya nilai dari seorang manusia dihadapan Allah

Yohanes 1: 40-42, Andreas murid dari Yohanes Pembaptis, dan kemudian dia berjumpa dengan Kristus yang mengubahkan kehidupannya, dan dia tidak mau pengalaman dengan Kristus dialami sendiri dan Andreaslah yang membawa Petrus dan Yohanes kepada Allah. Andreas dipakai oleh Tuhan untuk membawa orang lain berjumpa dengan Kristus

Berapakah harga seorang manusia? Seperti Andreas yang mengerti harga dari nilai seorang manusia. Petrus dan Yohanes adalah seorang nelayan biasa tetapi ia melihat dengan cara Kristus

Karena itu dalam melayani Tuhan, jangan pernah anggap rendah seorang manusia! Itu belum termasuk hitungan jiwa dan rohnya. Singkat kata manusia itu sungguh berharga … bahkan karena manusia berharga Itulah sebabnya Yesus Kristus bersedia menderita dan mati untuk menyelamatkan ras manusia

3. Seperti Andreas kita harus yakin bahwa hal-hal yang kelihatannya sederhana  bila dibawa kepada Allah akan menjadi hal yang begitu luar biasa

Yohanes 6: 8-13, Dalam kisah mujizat Yesus memberik makan 5000 orang,  Andreaslah yang membawa anak kecil itu kepada Yesus dan menjadi berkat untuk memberi makan 5000 orang. Ketika murid yang lain tidak membawa solusi dalam situasi yang genting, Andreas datang dengan sebuah usaha kecil namun melaluinya Tuhan memakainya sebagai alat mujizatnya Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

Seberapun kecil yang kita miliki, ditangan Allah yang maha kuasa semuanya bisa dipakai untuk hal yang besar dan ajaib. Bahkan Sebuah Bintang Kecilpun bersinar dalam kegelapan (Pepatah Finlandia)

Aku selalu memegang teguh pendapat bahwa setiap orang dapat melakukan hal kecil untuk mengakhiri sebagaian dari suatu kesedihan 

(Albert Schweitzer)

Kita semua memiliki sesuatu untuk diberikan. Jadi jika kita bisa membaca, cari orang yang tidak bisa membaca. Jika kita punya palu, cari paku. Jika kita tidak lapar, tidak kesepian, dan tidak punya masalah – carilah orang lain yang lapar, kesepian, dan punya masalah karena dengan demikian kita bisa memakai hidup kita untuk melayani Tuhan.

Belajar dari Andreas, Melayani Tuhan dengan sikap hati yang benar, selalu mempergunakan setiap kesempatan yang kecil sekalipun untuk memuliakan dan dipakai oleh Tuhan.

GW