Renungan Harian Anak Kamis 09 April 2020

Bacaan : Lukas 22:54-62

Syalom, Hai adik-adik, senang kakak bisa menyapa adik-adik kembali. Tuhan begitu mengasihi kakak dan adik-adik.

Hari ini kita akan mendengar cerita tentang seorang murid Tuhan Yesus yang selalu mengikuti Tuhan Yesus, namanya Petrus. la merasa bahagia bersama Tuhan Yesus. Petrus bahkan berjanji kalau dia akan mengikut Yesus selamanya dan kemana saja Yesus pergi. Wah… wah…, hebat benar janjinya. Tetapi ternyata adik-adik, Petrus tidak selalu bersama Tuhan Yesus. Petrus pernah meninggalkan Tuhan Yesus, padahal dia sudah berjanji untuk mengikut Tuhan Yesus kemana saja Dia pergi.

Jadi adik-adik, pada suatu ketika, ada suatu kejadian yang terjadi di Taman Getsemani. Apa gerangan yang terjadi? Tuhan Yesus ditangkap. Yesus bukan hanya ditangkap ketika sedang berdoa, tapi Tuhan Yesus juga dipaksa untuk berjalan ke rumah Imam Besar. Yesus seorang diri dibawa oleh para prajurit Romawi Petrus mengikuti rombongan prajurit dan Tuhan Yesus dari jauh. Karena hari itu masih malam dan udara dingin, maka Petrus duduk dekat api bersama-sama orang-orang yang ada di dekat rumah Imam Besar. Adik-adik, Petrus saat itu adalah orang yang cukup dikenal oleh masyarakat karena dia selalu berjalan bersama Tuhan Yesus, jadi tidak heran kalau saat itu ada orang yang mengenali dia.

Adik-adik, ingatkah apa janji Petrus kepada Tuhan Yesus? Petrus berjanji akan setia pada Tuhan Yesus, tapi ternyata dia menyangkal Tuhan Yesus. Petrus mengaku tidak kenal dengan Tuhan Yesus. Petrus berbohong adik-adik. Bukan hanya satu kali bahkan sampai tiga kali. Petrus mengatakan kepada orang-orang kalau dia tidak kenal Tuhan Yesus.

Adik-adik, kira-kira Tuhan Yesus senang tidak, dengan apa yang Petrus lakukan?

Tuhan Yesus pasti merasa sedih.

Dan ternyata Petrus juga menjadi sangat sedih sehingga ia pergi ke luar dan menangis. Petrus menyesal karena telah mengaku tidak mengenal Yesus, dia menyesal karena telah tidak setia, padahal dia sudah janji untuk mengikut Yesus kemana pun Yesus pergi. Petrus sebenarnya adalah murid Yesus yang sangat mengasihi Yesus, dan dia sebenarnya tidak mau membuat Yesus sedih.

Adik-adik, ketika mengatakan kita sayang dan mengasihi Yesus, kita tidak boleh membuat Yesus bersedih.

Kapan Yesus bersedih? Yesus bersedih ketika kita sebagai anak Tuhan tidak taat, tidak mau membaca Alkitab, jarang berdoa dan tidak setia kepada Tuhan.

Nah, Adik-adik kakak mau bertanya, menurut adik-adik mana yang lebih menyenangkan, membuat Tuhan Yesus sedih atau bahagia? Mana yang lebih baik, membuat mama dan papa sedih atau bahagia? Jadi, kalau Adik-adik baik, taat, rajin pasti akan membuat mama, papa dan Tuhan Yesus menjadi bahagia.

Ayo kita membaca Firman TUhan

Mazmur 147:11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.

Komitmenku hari ini :

Tuhan Yesus aku tidak mau membuat Engkau sedih, jadikan aku anak yang tetap setia dan menyenangkan hati-Mu

(SSM – GC)