Renungan Harian Youth, Rabu 29 April 2020

2 Korintus 12:1-10

Hai, rekan-rekan Elohim Youth, bagaimana hari ini keadaannya, lagi senang atau sedih … Hari ini Tuhan mau memberkati kita yang senang, yang bete, yang sehat ataupun yang lagi sakit.

Rekan-rekan tentunya pernah bertemu dengan  anak-anak yang cacat, anak-anak jalanan, anak-anak yang sedang sakit. Waktu kalian melihat mereka apa yang kalian rasakan.  Kita harus menyadari bahwa ada banyak keadaan yang kurang baik dialami oleh teman- teman kita, atau bahkan saudara-saudara kita. Bahkan disituasi yang sedang kita alami ini … begitu banyak orang yang mengalami kesusahan dan situasi yang sulit.

Atau sekarang rekan-rekan ada yang sedang mengalami situasi atau keadaan yang berat. Kita akan belajar dari tokoh Alkitab yaitu Rasul Paulus dalam  2 Korintus 12:1-10. Dalam ayat-ayat ini Paulus sedang “curhat” apa yang sedang dialaminya

Ternyata keadaan yang kurang menyenangkan pernah dialami Paulus, bukan karena Paulus cacat sehingga tidak bisa berjalan, tetapi karena ia dicemooh oleh banyak orang, dianggap tidak berguna. Sebenarnya Paulus seorang yang tekun dalam hal menjalankan hidup keagamaannya. Dia juga pernah mengalami banyak penglihatan-penglihatan, tetapi Paulus tidak pernah sombong. Lain halnya dengan rasul- rasul palsu yang pada waktu itu sombong dengan apa yang mereka miliki dan alami. Tidak hanya itu, rasul-rasul palsu itu juga menghina Paulus yang lemah itu.

Meskipun Paulus dianggap remeh oleh para rasul, tetapi keadaan itu tidak membuat Paulus rendah diri dan patah semangat. Sebaliknya Paulus menerima keadaannya, bahkan dalam kondisi tubuhnya yang lemah karena ada penyakit yang ia derita yang ia sebut ‘duri dalam daging’.

Ayo kita baca bagian ini…

2 Korintus 12:8-10 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Paulus yakin dan percaya, dia akan terus dinaungi oleh kuasa Kristus, bahkan dalam kelemahan fisiknya, kuasa Kristus menjadi sempurna. Kalaupun ia bisa bertahan ketika disiksa, bisa terus memberitakan Injil Tuhan, itu semua karena Tuhan yang menguatkannya, bukan karena kemampuannya sendiri.

Bagaimana dengan kehidupan kita?
Apakah kalian mau menerima keadaannya saat ini? Atau banyak yang suka ngomel dengan situasi yang ada, atau menjadi marah dan kecewa sama Tuhan dengan sehala yang dialami sehingga kalian mulai bersungut-sungut, mengeluh dan tidak bisa bersyukur atas kebaikan Tuhan.

Rekan-rekan ayo kita sama-sama belajar

Keadaan yang kita terima sekarang ini adalah atas kebaikan dan kemurahan Tuhan saja.

Oleh karena itu kita perlu belajar untuk tidak bersungut-sungut dan mengeluh dalam hidup ini. Kita harus belajar menerima setiap keadaan, justru ketika kita lemah/tidak berdaya, kuasa pertolongan Tuhan dapat lebih dirasakan. Bersyukurlah kalau ada saat-saat ketika kita bisa berkata, “Ah, kalau bukan Tuhan yang menolong, saya ngga tahu harus bagaimana lagi…” Itu berarti kita mengalami pimpinan dan pemeliharaan-Nya. Bersyukurlah atas segala yang kita terima dan alami saat ini, semuanya adalah untuk kebaikan kita

Ayo kita buat komitmen hari ini

Aku mau belajar besyukur dan menerima keadaan apapun dalam hidupku, aku mau belajar untuk percaya bahwa Tuhan memliki rencana yang Indah dalam hidupku

SSM-MLE