Renungan harian Anak, Sabtu 20 Februari 2021

Selamat pagi adik-adik semuanya … wah kita sudah ada diakhir pekan ya … Puji Tuhan kita bersyukur buat penyertaan Tuhan sepanjang minggu ini.

Ok kakak punya sebuah cerita … disimak baik-baik ya

Hai…, pasti kalian sudah tahu siapa saya. Saya disukai anak-anak, apalagi jika tubuh saya dilumuri coklat… Ehmmmm, pasti kalian suka. Padahal…, tubuh saya jadi lengket lho kalau dilumuri coklat, tapi manusia menyukainya, jadi saya bersedia dilumuri coklat hingga lengket. Pernah juga, tiba-tiba tubuh saya dimasukkan ke tempat yang gelap, pengap dan panas. Manusia bilang, itu panggangan. Oh, sungguh tak enak berada di dalamnya. Tapi, manusia sangat menyukainya, jadi saya membiarkan tubuh ini menjadi gosong dan renyah.

Siapakah aku? Ya aku adalah ROTI, Aku ada untuk menjadi kebaikan bagi semua orang dari anak-anak hingga orang dewasa

Adik-adik kita hari ini belajar besama, bahwa kita harus mengutamakan kepentingan manusia.

Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya adalah Roti Kehidupan yang dapat dinikmati oleh semua orang.

Yohanes 6:3-35  Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Tuhan Yesus menjadikan diriNya digambarkan seperti Roti Kehidupan yang diberikan oleh umat manusia supaya manusia dapat memperoleh kehidupan yang kekal. Tuhan mengajar kita untuk menerima kebaikan hati Tuhan, namun Tuhan juga mengajarkan kita semuanya untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain. Seperti Roti, ada untuk menjadi kebaikan bagi orang lain demikian seharusnya kita anak-anak Tuhan harus mau dan bersedia belajar menjadi berkat bagi orang lain.

Teman-teman, mari kita tunjukkan kebaikan hati. Aku juga mau belajar menunjukkan kebaikan hati. Sulit rasanya mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan sendiri. Apalagi jika keadaan kita sedang susah atau terdesak.

Di tengah-tengah kondisi yang sulit, Tuhan Yesus masih memikirkan orang lain. la lebih memilih memperhatikan kebutuhan orang banyak ketimbang kenyamanan diri-Nya sendiri. Hal yang serupa juga disampaikan kepada kita, bahwa kita perlu meneladani Yesus yang mengutamakan kepentingan orang lain, meskipun kita sedang sulit ataupun tidak menyenangkan. Namun demikian kita perlu terus mengusahakannya menjadi berkat bagi sesama

Ayat Hafalan

Filipi 2:3, “Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri”.

Komitmenku hari ini

Sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita menunjukkan kebaikan hati dengan mengutamakan orang lain dan menjadi berkat buat sesama kita dengan apa yang bisa kita usahakan.

SSM_B3 – AEP

PENGUMUMAN :

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday … Besok hari minggu jam 08.15 di chanel Youtube Elohim ministry dengan tema : “Tuhan Yesus Baik

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan. Untuk aktivitas besok adik-adik perlu siapkan.

  1. Kertas lipat
  2. HVS
  3. Gunting
  4. Lem
  5. spidol

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.