Renungan Harian, Kamis 05 November 2020

Matius 14:14 “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.”

Belas kasihan merupakan ciri khas sifat dalam kehidupan Tuhan Yesus Kristus. Dimanapun Tuhan Yesus melakukan suatu mujizat, selalu diawali dgn rasa belas kasihan. Dan, belas Kasihan adalah salah satu dari buah roh (Galatia 5: 22-23 ).

Ada 2 jenis belas kasihan di dalam Alkitab:

1. Belas kasihan dari Tuhan Allah kita

(seperti yg kita lihat dalam tokoh-tokoh Alkitab: Daud, Musa, Nabi Nuh, dan tokoh2 Alkitab lainnya. Dimana mereka mendapat belas kasihan dari Tuhan karena ketaatan iman mereka.

2. Belas kasihan dari masing-masing pribadi kita sendiri yang digerakkan oleh Roh Kudus-

Jika kita memperhatikan pelayanan Yesus dalam Perjanjian Baru, maka kita akan menemukan bahwa belas kasihan adalah benih dan awal dari hampir semua mukjizat yang Ia lakukan.

Matius 9:36 – Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

Kata belas kasihan (splagchizomai), yang menjadi kata kerja utama yang dipakai Yesus dimana menjelaskan bagaimana perasaan-Nya ketika Ia menyaksikan penderitaan atau kesakitan orang lain. Secara harfiah dapat diartikan “mengasihani secara mendalam”, dan “digerakkan kedalam diri seseorang, digerakkan oleh belaskasihan”.

Jika belas kasihan Yesus dapat menghasilkan mukjizat, seharusnya hal yang sama terjadi juga dalam hidup kita. Belas kasihan selalu melahirkan kebaikan

Kolose 3:12 – Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran

Pada umumnya, kita lebih suka untuk fokus kepada kebutuhan diri kita sendiri. Fokus berjuang untuk mencari popularitas, mencari kekayaan, segala sesuatu yang mapan dan pasti, maupun jabatan dan kekuasaan. Sehingga kita kehilangan belas kasihan terhadap orang yang lemah, sakit dan yang butuh pertolongan uluran tangan kita.

Tindakan belas kasih menuntut untuk berkorban dan rela kehilangan sesuatu: mulai dari waktu, tenaga, uang, orientasi efektifitas dan efisiensi.

Jadilah orang yg memiliki belas kasihan terhadap orang miskin, kurang mampu, dan yang membutuhkan.

Firman Tuhan berkata:

Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. (Amsal 19:17)

Baiklah kita “memiutangi TUHAN” yaitu dengan memperhatikan orang-orang yang miskin, lemah dan perlu bantuan. Dari renungan hari ini, mari menjadi penolong bagi mereka yang membutuhkan. Berilah sesuatu dengan hati yang ikhlas kepada mereka!

Hidup ini adalah anugerah, kita semua memiliki kelebihan, tapi apakah kita selalu memebri bagi mereka yang membutuhkan? Sekarang, Jadilah berkat bagi sesama! Dan, belas kasihan yang menggerakkan mukjizat itu harus kita jaga. 

Kiranya Tuhan menolong kita untuk dapat memiliki hati Tuhan sendiri, hati yang penuh dengan belas kasihan dan memampukan kita untuk menjadi saluran berkat Allah melalui kehidupan kita kepada orang-orang disekitar kita.

Tuhan Yesus memberkati

CM