Renungan Harian Youth, Selasa 09 April 2020

Rasul Paulus juga berbicara mengenai pentingnya memiliki akar rohani di dalam Kristus. Dalam

Kolose 2:6-7 dikatakan “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur”. Gambaran yang dipakai dalam ayat ini sangat menarik.

Suatu hari, saya menghadari ibadah penghiburan teman kecil sekolah saya, sedikit tidak percaya saat mendengar kabar dia meninggal dan kepergiannya begitu cepat, sepertinya baru kemarin kita pergi sekolah. Semua orangpun juga tidak percaya kalau dia sudah tiada.  Kebetulan firman  yang dibacakan pada ibadah penghiburan adalah ayat yang diatas. Saya lihat ke dua orang tua almarhum terlihat tegar  menghadapinya, tapi disisi lain mereka juga terlihat sedih dan meratap. Orang tuanya juga bersaksi bahwa Tuhanlah yang selalu memberikan kekuatan dan pengiburan kepada mereka ketika menghadapi masa masa yang sukar. Wah susah juga ya menghadapi situasi dimana kita berada dalam situasi dan kondisi kehilangan seorang yang kita kasihi. Sungguh pelajaran yang luar biasa,jika kita tidak sunguh sunguh berharap kepada Tuhan mungkin bisa saja ketika menghadapi perkara yang berat  kita mengalami keadaan yang bisa dibilang depresi.

Dari ayat diatas kita belajar bagaimana Respon dan sikap kita  ketika berada diposisi yang begitu berat yaitu :

1. Berakar dan dibangun di atas Dia

Berakar menandakan sebuah kondisi yang stabil dan tidak goyah. Kita melihat gambaran pohon yang tumbuh subur dan pohon yang mati dalam perkataan Nabi Yeremia. Ia mengaitkan gambaran itu dengan umat Allah yang mempercayai Tuhan atau yang mengabaikan perintah-Nya. Mereka yang mengikut Allah akan menancapkan akarnya ke dalam tanah di tepi aliran air dan kemudian menghasilkan buah (Yer. 17:8). Sebaliknya, orang yang mengikuti keinginan hatinya sendiri bagaikan semak bulus di padang belantara (ay.5-6). Nabi Yeremia menghendaki umat Allah untuk mengandalkan Allah yang hidup dan sejati, sehingga mereka akan menjadi seperti “pohon yang ditanam di tepi air” (ay.8).

2. Bertambah teguh dalam Imam

Kemudian kita perlu untuk tetap teguh di dalam iman. Teguh berarti kokoh, jadi apapun yang kita alami, setidaknya harus tetap kuat di dalam pengharapan kepada Tuhan supaya iman kita boleh semakin bertumbuh di dalam Dia. Keteguhan ini  terbukti dalam menjalani pergumulan, kesusahan, pencobaan, dan ujian. Sama seperti pohon kurma yang berakar  di  dalam, pada waktu terkena badai dia tetap teguh. Pada waktu itu pun terlihat kedewasaan iman kita sebagai orang percaya.

Selama hidup ini pasti ada pergumulan. tetapi kalau kita teguh dalam iman pada saat pencobaan datang, justru hal itu akan menunjukkan kualitas iman kita. Kedekatan di dalam Tuhan akan membuat iman semakin diteguhkan dan dikuatkan.  Bahkan kita juga harus teguh terhadap setiap proses yang dialami.

3.  Selalu melimpah dengan ucapan syukur

Setelah berakar, kita kemudian dibangun dan diteguhkan dalam iman kita. Semua proses ini membuahkan hasil yang luar biasa—rasa syukur. Makin dalam kita berakar, makin kita menyadari segala sesuatu yang telah disediakan Allah bagi kita. Bersyukur bukan hanya saja ketika kita mendapatkan apa yang baik yaitu berkat, nilai bagus, kesehatan, dsb, tetapi juga Mengajarkan kita untuk bersyukur ketika dalam kesesakan, dalam kesukaran, atau hal hal yang membuat kita kecewa dan mulai kehilangan pengharapan.

Kristus telah menyelamatkan kita, membangun kita, menguatkan kita, dan mendewasakan kita. Bagaimana kita menanggapi-Nya? Tak ada yang lebih baik daripada menjalani hidup dengan penuh rasa syukur.

— Bill Crowder —

Dari gambaran diatas kita mau belajar untuk menjadi anak anak yang memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan karena Dialah Sumber dari segalahnya. Kita menyadari bahwa situasi yang kita hadapi saat ini cukup menghwatirkan, jika kita tidak melekat pada sumber kehidupan maka kita tidak akan mendapat kekuatan pada saat kita mengalami kelemahan. Mengikut Tuhan bukan bicara hanya tentang berkat dan hal hal yang baik saja, tetapi juga mengikut Kristus kita juga harus siap untuk menjalani proses yang menyakitkan namun bertujuan untuk mengubahkan hidup kita menjadi karakter yang lebih baik lagi.

Yohanes 15 : 4 mengatakan : “Tinggallah di dalam Aku  dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”

Mari rekan rekan remaja dan pemuda, kita merespon setiap kejadian yang kita alami dengan tetap menatikan pertolongan Tuhan , Kita akan tetap teguh kuat dan kokoh  tidak mudah diombang-ambingkan oleh keadaan jaman dan tidak mudah dihancurkan.

1 Korintus 15 : 58 “Karena itu… berdirilah teguh, jangan goyah”

Saat ini serangan iblis semakin hebat untuk menghancurkan iman kita , itu sebabnya kita harus waspada dan terus berakar, bertumbuh, berbuah di dalam Kristus, supaya kita tetap ada dalam perlindungan Tuhan.

Komitmenku :

Mampukan kami untuk terus bertumbuh dalam menjalani proses hidup, semakin hari semakin mengenal Tuhan lebih dalam lagi , semakin hari dapat berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus. Amin

KP – AEP