Renungan Harian Anak, Kamis 07 Januari 2021

Yohanes 2:13-25

Shallom adik-adik… Bagaimana kabar hari ini?? Pasti semua masih bersukacita ya. Seperti biasanya hari ini kita akan sama-sama mendengarkan firman Tuhan. Dan hari ini judulnya adalah “Berani Menentang Kesalahan”. Adik-adik simak dengan baik ya.

Dalam banyak cerita yang kita baca atau dengar, Tuhan Yesus digambarkan sebagai sosok yang lemah lembut dan sopan. Memang benar Tuhan Yesus datang bukan sebagai Tuhan yang menghukum orang-orang berdosa melainkan sebagai Tuhan yang baik, murah hati dan mau berkorban untuk keselamatan semua orang, bahkan orang yang berdosa. Tetapi adik-adik dalam beberapa kesempatan sebenarnya kita dapati Tuhan Yesus juga tampil sebagai penentang yang mengkritik dengan tegas kemunafikan,

Nah hal yang sama juga terjadi dalam cerita hari ini, kita melihat Tuhan Yesus yang marah bahkan merusak barang-barang jualan para pedagang di Bait Suci (Yohanes 2:15). Dari apa yang kita baca dalam cerita ini, dapat adik-adik bayangkan keadaan Bait Suci yang waktu itu penuh dengan orang-orang yang berjualan, kedaannya pasti sudah seperti di pasar, dimana hiruk-pikuk suara penjual dan pembeli diantara keributan yang timbul dari suara binatang. Walaupun tidak digambarkan dalam cerita ya adik-adik,  namun bisa dipastikan bahwa ada bau yang timbul dari kotoran binatang yang tentunya juga tercium dalam lingkungan itu. Meskipun apa yang diperjualbelikan tersebut adalah kebutuhan untuk ibadah, namun seharusnya tidak diperjualbelikan dalam Bait Suci karena bukan tempatnya untuk berjualan.

Keadaan seperti itu seharusnya tidak dizinkan oleh para pemuka agama / mereka yang mengelola Bait Suci, karena tentu akan sangat menganggu orang-orang yang hendak beribadah maupun yang sedang beribadah. Lalu apa alasan para pemuka agama atau pengelola Bait Suci mengizinkannya? Sepertinya para pemuka agama atau pengelola Bait Suci memang sengaja memberi ruang untuk berjualan karena mereka turut serta mengambil keuntungan dari kegiatan bisnis tersebut. Keadaan yang terlihat saat itu mungkin tidak bisa sekedar ditegur dengan kata-kata sehingga Tuhan Yesus langsung bertindak untuk membersihkan Bait Suci dari berbagai kegiatan dan barang-barang yang tidak seharusnya serta para pedagang yang sedang berjualan itu. Tukar menukar uang dan penjualan binatang kurban yang dilakukan saat itu mungkin bukannya membantu mempermudah sebaliknya mengeruk keuntungan yang sangat besar karena uang dan binatang itu sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang pergi untuk merayakan paskah, sehingga terjadi monopoli dan korupsi yang menguntungkan para pemuka agama yang berkuasa atas Bait Suci waktu itu.

Nah adik-adik tindakan Tuhan Yesus sebenarnya tidak secara khusus melawan para pedagang melainkan menentang sistem yang salah dalam Bait Suci dan dengan tindakan itu, Tuhan Yesus secara tegas menyatakan diri-Nya sebagai Mesias, Anak Allah yang berhak bertindak membersihkan Bait Suci dari segala hal yang buruk (ayat 16 & 18).

Adik-adik hal penting apa yang dapat dipelajari dari kisah ini? Adalah bagaimana seharusnya sikap orang Kristen terhadap hal-hal buruk di sekitar kita. Belajar dari sikap Tuhan Yesus yang lemah lembut dan baik terhadap orang-orang berdosa. Kita juga seharusnya bersikap baik dan lemah lembut terhadap siapa saja. Tetapi di sisi lain, Tuhan Yesus menentang keras perbuatan/perilaku yang salah, bahkan Tuhan Yesus dengan tanganNya sendiri melawan perbuatan yang salah. Hal ini menjadi teladan yang penting bagi setiap pengikut Tuhan, bahwa untuk setiap kedaan yang tidak berkenan kepada Tuhan, yang tidak sejalan dengan firman Tuhan, kita harus berani untuk menolaknya dan mengingatkan kalau ada teman-teman kita yang melakukannya.

Marilah kita sebagai anak-anak Tuhan bersikap lemah lembut dan baik kepada siapa saja, bahkan kepada mereka yang jahat dan tidak perlu membenci atau memusuhi teman-teman yang berbuat kesalahan. Tetapi kita harus tetap berani menetang kesalahan. Perbuatan seperti itu mungkin akan mengakibatkan kita dijauhi oleh teman-teman yang berbuat salah tetapi jangan takut. Adik-adik harus berani melaporkan perbuatan teman yang salah kepada guru atau orang tua, itu juga merupakan sebuah tindakan berani seperti apa yang Tuhan Yesus contohkan dalam cerita kita hari ini.

Ayat Hafalan:

1 Petrus 3:12a “Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong”

Komitmen:

Aku tahu bahwa Tuhan Yesus mengasihi semua manusia tetapi menentang semua perbuatan yang salah. Aku berani menentang perbuatan yang salah yang ada disekitarku.

-NJ-RS