Renungan Harian, Kamis 01 Oktober 2020

Alkitab memberikan sebuah perintah yang tergolong “tidak wajar” karena bertolak belakang dengan prinsip hidup secara umum. Tuhan Yesus memerintahkan,

Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).

Bahkan Rasul Paulus juga mendorong para murid di Galatia untuk melakukan kebaikan:

“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman” (Galatia 6:10).

Berbagi kebaikan bukanlah natur atau sifat dasar dari manusia yang berdosa, sebaliknya manusia cenderung untuk mementingkan dirinya sendiri.  Namun Alkitab memberikan perintah diatas untuk Melakukan Kebaikan disetiap kesempatan

Ingatlah bahwa Tuhan memanggil dan akan memampukan setiap kita untuk menjadi berkat serta melakukan Kebaikan disetiap kesempatan.

Kita memperoleh kunci yang memampukan murid-murid Tuhan kita untuk mempraktikkan kebaikan dan kebajikan kepada orang lain ketimbang hidup dengan prinsip-prinsip yang jahat. Dengan merenungkan buah Roh yang tinggal di dalam diri kita, hari ini kita akan melihat buah yang paling luas dan paling umum dari sembilan buah roh yaitu kebaikan.

Kebaikan bisa didefinisikan sebagai “kemurahan hati yang tidak layak untuk diterima.” Menjadi baik berarti bermurah hati, tidak picik, membuka tangan lebar-lebar. Kebaikan adalah lawan kejahatan. Kebaikan berkaitan dengan kualitas hidup dan hubungan. Kristus datang untuk menolong kita menjadi pria dan wanita yang baik, saudara dan saudari yang baik, anak-anak yang baik, pekerja yang baik dan majikan yang baik, dan seterusnya.

Kita akan belajar besama dari sebuah teladan yang indah mengenai seorang yang “baik” bernama Barnabas. Ia dikenal sebagai “anak penghiburan” karena ia dikenal sebagai seseorang yang menyukakan hati orang lain.

Siapakah Barnabas ?

Kisah 11:24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

Barnabas dipenuhi dengan Roh Kudus

Barnabas sadar akan Allah. Allah begitu nyata bagi dia. Hidupnya terbuka bagi Allah, dan ia menyadari kehadiran Allah. Ia tidak mengabaikan-Nya. Karena itulah Barnabas memiliki kehidupan dalam kendali Allah. Ia sudah membuat respons yang tepat kepada Roh yang tinggal di dalamnya yang hadir dalam kehidupannya.

Dengan dipenuhi Roh Kudus, membuat seseorang menyadari kehadiran Allah dan menjadi taat kepada pimpinan-Nya. Seseorang yang dipenuhi Roh akan memercayai Allah untuk mendapatkan bimbingan dan menolong di setiap langkah sepanjang hari.

Kebaikan adalah Buah dari Roh Kudus, setiap orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus akan hidup dalam kebaikan dan kepedulian kepada sesama

Barnabas dipenuhi dengan iman

Barnabas sungguh-sungguh dan amat yakin akan kasih Allah serta kuasa-Nya di dalam hidupnya. Berkat kepercayaannya akan kasih dan perhatian Bapa surgawi, Barnabas menikmati rasa aman di dalam batinnya yang memampukan ia bersikap baik, murah hati, ramah, dan penuh kasih sayang terhadap orang-orang lain.

Barnabas juga percaya kepada dirinya sendiri karena ia memercayai kasih Bapa, kuasa Kristus, dan kehadiran Roh Kudus. Dan kepercayaan ini menuntun Barnabas untuk menunjukkan rasa percayanya kepada orang lain.

  • Ia memercayai Saulus, seorang petobat baru, ketika orang-orang lain tidak bersedia untuk memercayainya (Kisah Para Rasul 9:26-27).
  • Di kemudian hari, ia menunjukkan rasa percayanya kepada Yohanes Markus, yang pernah berhenti di tengah jalan dan meninggalkan Paulus (Kisah Para Rasul 12:25; 13:13; 15:36-39).
  • Rasa percaya yang ia tunjukkan kepada Markus sangat berhasil, dan di kemudian hari Paulus menyadari hal ini serta memberikan penghargaan (2 Timotius 4:11).

Barnabas adalah teladan kebaikan bagi orang percaya … kebaikan yang dia kerjakan memberikan pemulihan dan melaluinya ada banyak pemimpin yang dibangkitkan.

Kiranya Tuhan memampukan kita untuk menjadi pembawa kebaikan yang memulihkan orang-orang yang ada disekitar kita.

Tuhan Yesus memberkati

PA _ 50