Renungan Harian, Jumat 02 Oktober 2020

Belajar dari kehidupan Barnabas yang adalah “anak penghiburan”, kehadiran Barnabas membawa kebaikan dan berkat bagi banyak orang lain.

Kisah 11:24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

Sebelumnya kita belajar Bersama bahwa Barnabas dipenuhi dengan Roh Kudus dan hidup didalam Iman. Selanjutnya kita akan melihat Bersama teladan kehidupan dari Barnabas

Barnabas dipenuhi dengan kebaikan

Barnabas menunjukkan kebaikan hatinya dengan bersikap murah hati (Kisah Para Rasul 4:36-37)

Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Barnabas tidak diperbudak oleh hal-hal material, ia mendapatkan rasa amannya dari hal-hal rohani. Ia percaya bahwa Allah akan memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia tidak mencari harta dunia yang bisa lenyap. Barnabas sungguh-sungguh mengikuti teladan Tuhan  Yesus bahwa sukacita lebih besar didapatkan ketika memberi daripada ketika menerima.

Barnabas membuat hati orang lain bergembira. Pada saat ada kebutuhan besar, ia menunjukkan kemurahan hati yang luar biasa sampai-sampai ia menjual properti yang dimilikinya dan menyumbangkan semuanya untuk meringankan penderitaan yang terjadi. Perbuatan ini menyukakan orang-orang percaya sehingga mereka menyebutnya “anak penghiburan.” Ia adalah seorang pemandu sorak rohani yang mendatangkan sukacita ke dalam hati dan hidup banyak orang.

Barnabas bersedia menjadi pemeran pembantu demi kemuliaan Allah dan demi kebaikan orang lain (Kisah Para Rasul 11:25-26).

Ketika keadaan sudah mulai membaik, Barnabas menyadari kebutuhan Paulus dalam pelayanan. Ia langsung membantu Paulus, dan sejak saat itu boleh dikatakan Pauluslah yang menjadi penguasa panggung. Kita tidak pernah menemukan catatan bahwa Barnabas menyesali keputusannya untuk menjadi pemain pendukung. Namun melalui pelayanan Barnabas … Paulus dikuatkan dan mendapat dukungan yang luar biasa.

Barnabas sangat ahli melihat kebaikan dalam diri orang lain.

Ia melihat sesuatu di dalam diri Saulus dari Tarsus, si petobat baru, yang tidak dapat dilihat oleh orang lain di gereja Yerusalem. Di kemudian hari, ia melihat sesuatu dalam diri Yohanes Markus, orang yang pernah berhenti di tengah jalan itu, yang bahkan tidak dapat dilihat oleh Rasul Paulus. Kebaikan hatinya mencari sesuatu yang berpotensi baik di dalam diri orang lain.

Barnabas adalah orang yang baik karena ia bekerja sama dengan Roh Kudus. Ia menanggapi kasih, anugerah, kemurahan, dan kebaikan Allah dengan mengizinkan sifat-sifat ini kembali diwujudkan di dalam hidupnya sendiri. Dengan pertolongan Roh Kudus, ia bertekad untuk bersikap baik, murah hati, ramah, dan suka menolong orang lain.

Keindahan hidup Barnabas menarik banyak orang datang kepada Juruselamatnya, dan mereka kemudian mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Kita membaca, “Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan” (Kisah Para Rasul 11:24).

Terlebih ditengah situasi pandemi yang kita hadapi, dunia ini membutuhkan lahirnya barnabas-barnabas rohani yang membawa kebaikan dan sukacita bagi banyak orang.

Tuhan memanggil kita untuk melakukan kebaikan. Mulailah dari hal yang terkecil yang bisa kita lakukan demi kebaikan sesama, kerjakan dengan motivasi yang benar untuk memuliakan Allah.

PA – 52