Renungan Harian Anak, Senin 23 November 2020

Markus 14: 1-9 

Syalom… selamat pagi adik-adik semua. Semoga adik-adik semua tetap semangat ya dan siap memulai hari ini bersama dengan Tuhan. Yuk kita akan merenungkan kebenaran Firman Tuhan.
Adik-adik pernah ga ada orang lain yang meminta tolong atau bantuan kepada adik-adik? Entah itu orang tua, saudara atau teman ? tentu pernah kan … nah hari ini kita mau belajar bersama seperti Sunday Funday kemarin adalah bagaimana kita memberikan yang terbaik. Karena kadang-kadang bisa jadi waktu kita dimintai tolong, malah ga mau, atau mau tetapi mengerjakannya tidak dengan sepenuh hati jadi hasilnya ga baik.

Apa sih arti dari memberikan yang terbaik itu?

memberikan yang terbaik itu memberikan dengan tulus, penuh syukur, dan bersukacita tanpa terpaksa dan berat hati. Bukan tentang berapa banyak jumlah yang diberikan tapi tentang ketulusan saat memberi. Dan adik-adik juga harus ingat bahwa memberikan yang terbaik bukan hanya kepada manusia, tapi terlebih juga kepada Tuhan.

Memberikan yang terbaik kepada Tuhan bukan tentang uang persembahan ataupun barang tapi hati dan hidup kita demi kemulian Tuhan. Berarti memberikan yang terbaik kepada Tuhan bisa lewat apa aja ya? Bisa lewat harta yang kita miliki, suara, talenta dan yang lebih penting adalah melalui ketaatan dan kesungguhan hati adik-adik melakukan Firman Tuhan. Persembahkan hal-hal itu untuk memuliakan Tuhan karena itu adalah pemberian yang terbaik buat Tuhan.

Didalam Markus 14:1-9, menceritakan tentang seorang perempuan yang datang menghampiri Yesus dengan membawa buli-buli pualam minyak narwastu. Dan pada zaman itu, menuangkan beberapa tetes minyak wangi kepada tamu itu jadi hal lumrah atau biasa aja. Tapi yang menjadikan peristiwa ini istimewa adalah, perempuan itu menggunakan minyak Narwastu untuk mengurapi Tuhan Yesus Padahal minyak narwastu itu kan harganya sangat mahal, pada zaman itu harga minyak narwastu sebesar 300 dinar lebih, jadi dibutuhkan gaji kerja selama 1 tahun baru bisa beli minyak narwastu.

Bahkan perempuan ini  mendapat kritikan dari orang-orang disekitarnya. Ada dari mereka yang bilang gini “untuk apa sih pemborosan minyak narwastu kayak gitu? kan kalau dijual bisa dapat uang 300 dinar dan uangnya dapat diberikan kepada orang miskin”. Dan masih banyak lagi orang yang memarahi dia. Tapi Yesus menjawab mereka begini “ ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik kepadaku. Sebab orang miskin selalu ada padamu, tetapi aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.”

Adik-adik tindakan perempuan itu adalah bukti kasihnya yang sangat dalam kepada Tuhan. Perempuan ini memberikan yang terbaik yang dimilikinya. Nilai pemberian dari perempuan ini tidak terletak pada bentuk ataupun harga barangnya TAPI ketulusan hatinya yang penuh dengan kasih.
Jadi adik-adik, mau gak untuk memberikan yang terbaik bagi sesama kita terlebih kepada Tuhan??  Adik-adik Banyak sekali berkat yang Tuhan beri kepada kita, jadi JANGAN LUPA untuk membagi berkat itu kepada sesama kita sebagai tanda kasih kita kepada Tuhan

Ayat hafalan hari ini

Roma 12:1b, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah

Komitmenku hari ini

Pemberian terbaik yang bisa kuberikan kepada Tuhan adalah Hati dan hidupku untuk mempermuliakan nama Tuhan  dan menjadi berkat bagi sesama.

SF 221120-KCP