Renungan Harian Anak, Selasa 10 November 2020

Ayat : Amsal 6 : 6

Hai hai. Shalom. Selamat pagi adik-adik Elohim Kids yang dikasihi Tuhan. Bagaimana kabarnya pagi hari ini? Kakak berharap semoga adik2 tetap sehat semua, dan tetap semangat. Ayo, kita persiapkan telinga kita, dan hati kita untuk menerima Firman Tuhan pada pagi hari ini.

Adik-adik 10 November kita memperingati hari nasional apa? … iya betul HARI PAHLAWAN. Kita memperingati perjuangan para pahlawan … salah satu ciri Pahlawan adalah tidak mudah menyerah dan rajin untuk berjuang … ayo kita belajar Firman Tuhan tetang kerajinan

Adik-adik, kakak mau tanya, siapa yang disini kalau setiap dibangunkan orang tua di pagi hari selalu bilang , “ sebentar ma, masih ngantuk.. 5 menit lagi deh aku bangun” ? Hayoo ada nggak yang seperti itu. Sepertinya ada nih yang mulai senyum- senyum sendiri dan di dalam hati berkata,”itu aku”. Adik-adik, yuk mulai sekarang latihlah dirimu untuk bangun dengan segera, saat orang tua kalian membangunkan kalian. Kalian bisa membantu mama atau papa untuk melakukan hal-hal kecil yang kalian bisa lakukan, misalnya membantu menyiram tanaman, merapikan kamar kalian sendiri, atau merapikan mainan dan buku-buku kalian.

Ada seorang tokoh di dalam Alkitab yang bernama Raja Salomo. Raja Salomo terkenal sebagai seorang raja yang paling bijaksana di seluruh dunia. Dia adalah seorang yang pandai dan suka memperhatikan kehidupan binatang dan juga tumbuhan. Raja Salomo menasehati kita untuk meneladani kehidupan semut. Coba ayo kita baca ayatnya di dalam

kitab Amsal 6: 6Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak.”

Walaupun si semut imut dan badannya kecil, tapi semut sangat rajin dan suka bekerja keras. Coba perhatikan kalau ada semut yang naik ke meja makanmu, pasti ia terus berjalan untuk mencari makanan. Waktu seekor semut bertemu dengan sebutir gula, ia akan menggotongnya dan dibawanya ke sarang. Semut tentu saja merasa capek juga, apalagi kalau sarangnya jauh, tetapi semut tidak malas, ia tetap membawa makanan itu ke sarangnya yang jauh itu.

Nah adik-adik, kita harus belajar untuk menjadi rajin seperti si semut. Kalau kita  rajin belajar, rajin berdoa, rajin baca Alkitab, rajin membantu orang tua, rajin berbuat baik, rajin melayani Tuhan dan sebagainya, suatu saat kita pasti akan memetik hasilnya, sebab di dalam setiap jerih payah selalu mendatangkan keuntungan.

Tuhan akan memberkati orang-orang yang rajin.

Yusuf adalah salah satu contoh orang rajin yang tercatat di Alkitab.  Karena kerajinannya dalam bekerja ia dipercaya oleh Potifar dan juga disukai oleh kepala penjara.  Orang yang rajin, di mana pun berada dan ditempatkan, selalu menjadi berkat dan hidupnya berdampak bagi orang lain.  Dinyatakan bahwa Yusuf menjadi orang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya.

Ayat Hafalan :

Amsal 12 : 24 Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.

Komitmenku :

Tuhan Yesus. Aku mau belajar untuk menjadi anak yang rajin, mampukan aku untuk menjauh dari segala kemalasan. Amin

GCT – SP