Renungan Harian Selasa, 14 Juli 2020

Yeremia  9:23-24, Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

Semua orang pasti mempunyai cita – cita dalam hidupnya ingin menjadi seperti seorang pemimpin agar dapat memimpin dengan baik, bijaksana, sehingga orang-orang yang dipimpinnya mau mendengar dan melaksanakan setiap perintahnya. Manusia berusaha mengembangkan potensi yang dia miliki, supaya lebih menjadi orang yang semakin baik lagi atau lebih menjadi bijaksana, supaya semua yang dikerjakannya nanti bisa baik dan berhasil.

Namun Firman Tuhan mengingatkan kita semua mengenai hal yang sangat penting, menjadi hal yang akan menolong kita untuk tetap pada sikap hati yang benar dihadapan Tuhan.

Yeremia 9:23 ….mengingatkan bahwa  Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaanya , janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya.

Mengapa demikian ???? manusia harus menyadari  betapa pun ia bekerja keras ataupun ia berusaha untuk maju tetapi ia harus ingat bahwa penentu segalanya adalah  Tuhan. Tuhan yang memberi, Tuhan yang memimpin, dan Tuhan yang menganugerahkan  segala-galanya. 

Sebab itu  orang yang bijaksana janganlah bermegah karena kebijaksanaannya.  Karena  bijaksana itu semata-mata karena Tuhan. Tuhanlah sumber hikmat dan kebijaksanaan.

Amsal 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan

Demikianlah jugalah orang kuat janganlah bermegah karena kekuatannya, karena kekuatan itu berasal dari Tuhan,  Demikian juga orang kaya  jikalau ia menjadi kaya itu semua karena anugerah Tuhan.

Mazmur 28:7 TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.

Kemegahan terhadap kebijaksanaan, kekuatan bahkan kekayaan akan menghasilkan kesombongan, yang akan menuntun kita untuk tidak mengandalkan Tuhan lagi namun sebaliknya akan mengandalkan hikmat, kekuatan dan kekayaannya.

Tanpa kita mengandalkan Tuhan, maka segala sesuau yang kita kerjakan akan menghasilkan pujian bagi diri kita sendiri … ingatlah Tuhan sangat membenci kesombongan.

APAKAH yang HARUS MENJADI KEMEGAHAN KITA ?

PENGENALAN KITA AKAN TUHAN,

sehingga dalam segala hal yang kita lakukan, kita ucapakan tidak akan pernah terlepas dari kebenaran. Segala sesuatu yang kita kerjakan akan melahirkan kesaksian bagi orang lain, bahwa kita memiliki Tuhan yang hidup yang sanggup untuk menolong kita, Tuhan yang setia dan Tuhan yang benar.

Firman Tuhan bagi kita semuanya hari ini bahwa “tanpa AKU sesuatupun tidak dapat kau kerjakan  dengan baik” …  sebab itu bermegahlah  didalam Tuhan, karena  Dialah yang membuat segala sesuatu menjadi baik. 

2 Korintus 10:17  Tetapi barang siapa bermegah, hendaklah ia bermegah didalam Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

EW